LPK-RI Soroti Kasus Penganiayaan di Diskotek Dharma Agung, Desak Peningkatan Standar Keamanan

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 02:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang //TintaPos.Com// — Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPD Sumatera Selatan, Alyadi Sitarta, S.H. turut menyoroti kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan terjadi di kawasan hiburan malam Dharma Agung (DA), Kota Palembang.

Peristiwa tragis tersebut menimpa salah seorang konsumen dan kembali memunculkan kekhawatiran publik, mengingat kejadian serupa disebut telah berulang kali terjadi di lokasi yang sama. LPK-RI menilai kondisi ini menunjukkan adanya kelemahan serius dalam aspek pengawasan dan standar keamanan di tempat hiburan malam.

“Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Seharusnya pelaku usaha menjamin keamanan dan keselamatan setiap konsumen yang datang,” ujar Alyadi dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa setiap konsumen memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan, kenyamanan, dan keamanan selama berada di lokasi usaha, sebagaimana diatur dalam prinsip perlindungan konsumen.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyatakan sikap tegas Pemerintah Provinsi terkait keberadaan diskotek Dharma Agung.

Baca Juga:  KAI Daop Jember ingatkan bahaya beraktivitas di sekitar rel kereta api

“Terkait penutupan diskotek DA itu, sudah tidak ada tawar-menawar dari Pemprov,” ujar Herman Deru pada Rabu (1/4/2026).

Menanggapi hal tersebut, LPK-RI mendukung langkah tegas pemerintah, namun juga memberikan sejumlah catatan penting. Lembaga ini mendorong adanya peningkatan standarisasi keamanan di seluruh tempat keramaian, khususnya yang berpotensi menimbulkan konflik atau tindak kekerasan, seperti klub malam, kafe, dan restoran.

Selain itu, LPK-RI juga meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk lebih aktif melakukan penertiban serta sosialisasi kepada para pelaku usaha hiburan malam agar mematuhi standar operasional keamanan yang ketat.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama. Pemerintah, aparat, dan pelaku usaha harus bersinergi agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegas Alyadi.

LPK-RI menekankan bahwa perlindungan konsumen bukan hanya terkait barang dan jasa, tetapi juga mencakup aspek keselamatan jiwa. Oleh karena itu, setiap pelaku usaha wajib memastikan lingkungan usahanya aman dan bebas dari potensi kekerasan.

Berita Terkait

Polsek Kuantan Tengah Dukung Ketahanan Pangan melalui Penanaman Jagung di Muaro Sentajo
Cegah Karhutla, Tim Gabungan Polres Banyuasin Gelar Patroli dan Edukasi Masyarakat di Banyuasin I
Polsek Kuantan Tengah Tindak Lanjuti Informasi PETI, Tiga Rakit Ditemukan Tak Beroperasi
Tim Raga Polres Kuansing Intensifkan Patroli Malam Jaga Kamtibmas
MUKLISIN APRESIASI PENGABDIAN HERRY HERYAWAN: KEBAIKANNYA MEMBEKAS DI KUANSING
Polsek Kuantan Mudik Cek Tanaman Jagung di Pebaun Hulu, Dukung Swasembada Pangan
Kuansing Bersholawat, Doa dan Sholawat Menggema Sambut HUT ke-27 Kuansing
Panglima Besar Hulubalang LAMR Hadiri Pelepasan Komjen Herry Heryawan, Apresiasi Pelestarian Budaya Melayu dan Green Policing
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:30

BAPEKA-NTB LANGKAH GANDA: AJUKAN EKSEKUSI KE KEJAKSAAN TINGGI YOGYAKARTA DAN LAPORKAN KELALAIAN TUGAS KE MAHKAMAH AGUNG TERKAIT ASET NEGARA DI KOTA BIMA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:34

SDN 2 TOLOWATA KABUPATEN BIMA — BAPEKA NTB SERAHKAN PERNYATAAN TERTULIS KE KEJAKSAAN NEGERI BIMA LANDASAN ATURAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN UNDANG-UNDANG  

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:42

UCAPAN HARI KESAKTIAN PANCASILA DARI KETUA DIVISI 3 GNP TIPIKOR NTB: TEGUH BERPEGGANG BERSATU BERJUANG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:26

BPJS Keluarkan Rp100 Triliun Lebih untuk Penanganan Penyakit Jantung Sepanjang 2015–2025

Selasa, 29 September 2026 - 03:03

PELANGGARAN DI TK NEGERI SIMPASAI LAMBU: KEPALA SEKOLAH TIDAK MEMENUHI SYARAT, ASET DIALIHKAN TANPA PROSEDUR SAH DAN PROYEK RP 1,3 MILIAR TIDAK SESUAI SPESIFIKASI

Kamis, 10 September 2026 - 05:00

 DI TENGAH SOROTAN KASUS JENK FITRI DAN WALDAN: SIAPA SEBENARNYA HJ. MAHDALENA? SOSOK TELADAN PEREMPUAN DAERAH YANG BERHASIL TEMBUS KE SENAYAN

Rabu, 9 September 2026 - 13:42

PEREDARAN NARKOBA SEMAKIN MARAK DI NTB: PUKAD NTB MINTA KAPOLRI PAGIL DAN PERIKSA POLDA NTB.

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Berita Terbaru