RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

PERPADI Tolitoli Soroti Mutu Beras, Penggilingan Jadi Kendala Utama

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 15:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOLITOLI, //Tintapos.com// – Ketua PERPADI Kabupaten Tolitoli, Zahlin A. Dalle, menyampaikan bahwa kualitas beras hasil panen petani masih menjadi persoalan utama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Tolitoli.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa, 21 April 2026, sebagai bagian dari evaluasi hasil panen musim tanam Oktober–Maret serta persiapan menghadapi musim tanam berikutnya pada April–September.

Menurut Zahlin, hasil produksi petani menunjukkan potensi yang baik. Namun, kualitas beras yang dihasilkan sebagian besar masih berada pada kategori medium dan belum memenuhi standar premium yang dibutuhkan pasar.

Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas penggilingan padi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi mutu beras. Sebagian besar penggilingan di Tolitoli masih menggunakan sistem satu tahap (one pass).

Baca Juga:  Diduga Menu MBG Tak Higienis, Guru dan Pemuda Soroti Penyaluran di Kecamatan Aramo

Data yang ada menunjukkan sekitar 255 unit penggilingan menggunakan sistem one pass, 25 unit double pass, dan hanya satu unit penggilingan modern. Kondisi ini dinilai belum mampu menghasilkan beras premium secara optimal.

Dampak dari kondisi tersebut terlihat pada rendahnya penyerapan beras oleh Perum Bulog, yang menetapkan standar kualitas tertentu dalam proses pembelian.

Zahlin menyatakan bahwa peningkatan kualitas beras menjadi kunci agar hasil panen petani dapat terserap lebih maksimal dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.

Ia berharap adanya peningkatan fasilitas pengolahan hasil panen di daerah, sehingga kualitas beras dapat ditingkatkan dan mampu bersaing di pasar.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru