TOLITOLI, //Tintapos.com// – Ketua PERPADI Kabupaten Tolitoli, Zahlin A. Dalle, menyampaikan bahwa kualitas beras hasil panen petani masih menjadi persoalan utama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Tolitoli.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa, 21 April 2026, sebagai bagian dari evaluasi hasil panen musim tanam Oktober–Maret serta persiapan menghadapi musim tanam berikutnya pada April–September.
Menurut Zahlin, hasil produksi petani menunjukkan potensi yang baik. Namun, kualitas beras yang dihasilkan sebagian besar masih berada pada kategori medium dan belum memenuhi standar premium yang dibutuhkan pasar.
Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas penggilingan padi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi mutu beras. Sebagian besar penggilingan di Tolitoli masih menggunakan sistem satu tahap (one pass).
Data yang ada menunjukkan sekitar 255 unit penggilingan menggunakan sistem one pass, 25 unit double pass, dan hanya satu unit penggilingan modern. Kondisi ini dinilai belum mampu menghasilkan beras premium secara optimal.
Dampak dari kondisi tersebut terlihat pada rendahnya penyerapan beras oleh Perum Bulog, yang menetapkan standar kualitas tertentu dalam proses pembelian.
Zahlin menyatakan bahwa peningkatan kualitas beras menjadi kunci agar hasil panen petani dapat terserap lebih maksimal dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.
Ia berharap adanya peningkatan fasilitas pengolahan hasil panen di daerah, sehingga kualitas beras dapat ditingkatkan dan mampu bersaing di pasar.





















