RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Perusahaan Manajemen Olahraga Korea Selatan Bidik Potensi Sport Tourism di Banyuwangi

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 07:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, //TINTAPOS.COM// – Upaya mengembangkan sport tourism di Banyuwangi kembali mendapat perhatian internasional. Perusahaan manajemen olahraga asal Korea Selatan, Sportizen, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sebagai bagian dari penjajakan kerja sama strategis.

Perwakilan Sportizen, Chan Koo Shim dan Jungchan Lee, meninjau Stadion Diponegoro serta Agrowisata Tamansuruh (AWT). Kunjungan tersebut didampingi oleh Pemilik Persewangi Banyuwangi, Purwo Handoko, dan Presiden Persewangi Banyuwangi, Handoko.

Turut hadir pula Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, Samsudin, serta Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Hartono, yang diwakili Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi, Ainur Rofiq.

Pemilik Persewangi Banyuwangi, Purwo Handoko menegaskan bahwa kehadiran Sportizen bukan sebagai investor, melainkan mitra pengelola yang memiliki pengalaman internasional di bidang manajemen olahraga.

Mereka ini perusahaan yang sudah mengelola berbagai cabang olahraga, termasuk sepak bola di Eropa. Karena ketertarikan itu, kami ingin menjajaki kerjasama dengan Sportizen untuk mengembangkan fasilitas olahraga di Banyuwangi,” ujarnya.

Salah satu fokus utama kunjungan adalah rencana pemanfaatan AWT sebagai lokasi training ground berstandar internasional. Purwo mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menyewa kawasan tersebut dalam jangka panjang dan membangun dua hingga tiga lapangan latihan lengkap dengan fasilitas pendukung seperti pusat kebugaran.

Konsep pengembangan ini diarahkan untuk menarik klub-klub luar negeri, khususnya dari Korea Selatan dan Eropa, yang membutuhkan tempat latihan saat musim dingin.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Tolitoli, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

mereka tidak bisa berlatih di negara asal. Banyuwangi bisa menjadi solusi dengan menyewakan fasilitas ini selama beberapa bulan,” jelas Purwo, ke media sabtu

Selain AWT, Stadion Diponegoro juga masuk dalam rencana pengembangan. Persewangi tengah mengajukan skema pengelolaan jangka panjang kepada pemerintah daerah, dengan rencana renovasi bertahap.

Tahun ini, fokus perbaikan diarahkan pada kualitas lapangan agar memenuhi standar Liga 1. Sementara pada 2027, stadion direncanakan menggunakan sistem kursi tunggal (single seat) dengan kapasitas sekitar 12 ribu penonton.

Kami ingin stadion ini tidak terlalu besar, tetapi berkualitas, seperti stadion di Eropa yang kecil namun nyaman dan berstandar internasional,” ungkapnya.

Presiden Persewangi, Handoko, menekankan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal dari komitmen yang telah dibangun sejak penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah daerah. Dia melihat potensi besar sport tourism sebagai penggerak ekonomi daerah..

Handoko menambahkan, setelah kunjungan lapangan, pihaknya akan mempresentasikan rencana pengembangan stadion dan AWT kepada pemerintah daerah. Tahap ini menjadi bagian penting sebelum masuk ke pembahasan teknis kerja sama.

“Ini bukan proses sederhana. Banyak hal yang harus disesuaikan, tapi yang terpenting adalah adanya komitmen awal. Dari sini kita akan melangkah ke tahap yang lebih detail,” katanya.

Handoko berharap kerjasama ini dapat menjadi titik awal kebangkitan sepak bola Banyuwangi sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism di tingkat internasional.

(Tim)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru