Rekayasa Harga Semen: Antara Alibi Kelangkaan, Potongan Anggaran, dan Dugaan Nepotisme di Kota Bima

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA-//Tintapos.com//- Polemik harga serta ketersediaan semen di Kota Bima kini semakin memperlihatkan ketidakwajaran yang mencolok. Narasi mengenai sulitnya mendapatkan material bangunan dan lonjakan harga yang tak terelakkan, ternyata terbentur fakta di lapangan yang saling bertolak belakang. Hal ini menguatkan dugaan adanya skenario yang sengaja dibangun untuk melindungi kepentingan tertentu di balik pelaksanaan proyek pembangunan daerah.

Kepastian mengenai ketersediaan pasokan dan harga resmi semakin diperkuat setelah Ketua BARDAM NUSA Kota Bima, Bayu Pebuardi, melakukan pengecekan langsung ke gudang penyimpanan. Ia memastikan stok semen dalam kondisi aman, di mana baru saja tiba pasokan sebanyak 52000 sak atau setara 2600 ton menggunakan kapal KM Permata Sehati. Harga yang ditetapkan di tingkat gudang berada di kisaran Rp.70.000 hingga Rp.71.000 /sak, belum termasuk biaya distribusi, sehingga kenaikan di tingkat pengecer seharusnya masih dalam batas wajar sekitar Rp.75.000 per sak.

Namun, kenyataan yang ditemukan di lapangan justru menunjukkan ketimpangan yang mencurigakan. Dalam kajian yang dilakukan Oleh Ibnu Adam Devisi Instevigasi BAPEKA-NTB , terungkap bahwa para kontraktor maupun pelaksana swakelola proyek di wilayah ini secara serentak mengaku harus membeli semen dengan harga di atas sembilan puluh ribu rupiah per sak.

Salah satu contoh nyata ditemukan saat pemeriksaan terhadap proyek pembangunan Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amal di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba. Pelaksana proyek menyatakan bahwa harga semen yang mereka beli berada di kisaran sembilan puluh ribu rupiah ke atas per sak, seolah menjadi alasan utama jika pelaksanaan pekerjaan terhambat atau membutuhkan biaya tambahan.

Padahal bukti di lapangan membantah hal tersebut. Tepat pada hari Jumat lalu, tercatat ada warga yang membeli semen dalam jumlah 125 sak dengan harga hanya Rp.73000 per sak , dan langsung muat sendiri ke gudang, Buruh dan pengangkut tanggung sendiri. Warga tersebut menjelaskan bahwa ia mendapatkan harga murah karena sudah lama menjadi langganan di tempat penjualan tersebut. Fakta ini membuktikan bahwa harga wajar masih tersedia di pasaran, namun seolah-olah dibuat sulit dijangkau atau sengaja tidak ditawarkan kepada pihak yang menangani proyek pemerintah.

Baca Juga:  BAPEKA-NTB LAPORKAN DUGAAN PELANGGARAN BERAT KEPALA BPBJ KEPADA SEKDA KOTA BIMA  

Menurut Ibnu Adam , pola ini bukanlah kebetulan semata, melainkan bentuk nepotisme dan rekayasa yang dirancang rapi,iya yakin semua kontraktor membeli dengan harga yang sama digudang!, Ia menjelaskan alasan mendasar mengapa strategi kelangkaan dan harga mahal ini sengaja dimainkan, yaitu menyikapi adanya pemotongan anggaran proyek yang cukup besar. Dengan adanya potongan tersebut, dana yang tersedia untuk merealisasikan pekerjaan menjadi tidak maksimal, dan secara teknis tidak mungkin kontraktor dapat menyelesaikan proyek dengan kualitas sesuai ketentuan. Oleh karena itu, narasi harga mahal dijadikan tameng agar nantinya dapat membenarkan jika ada pengurangan volume pekerjaan atau penurunan kualitas bangunan.

“Saya semakin yakin sepenuhnya bahwa kelangkaan ini sebenarnya tidak ada. Ini adalah alibi yang disiapkan jauh-jauh hari. Jika warga biasa bisa mendapatkan harga tujuh puluh tiga ribu rupiah, mengapa kontraktor yang mengerjakan uang negara justru harus membayar jauh lebih mahal? Ini celah yang jelas-jelas disiapkan,” tegas Ibnu Adam.

Skenario ini juga diduga menjadi alasan di balik Mangkraknya proyek ruang rawat inap RSUD Kota Bima yang selama ini diklaim terkendala material dan udah dilaporkan BAPEKA.DPRD diminta segera melakukan audit mendalam guna melindungi keuangan daerah.
Red.

Berita Terkait

Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Sungai Batang Kuantan, Dua Rakit Dimusnahkan
Kapolres Kuansing Pimpin Apel Siaga Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tekankan Kesiapsiagaan Personel
Polsek Kuantan Hilir Tangkap DPO Kasus Narkotika, Sita Sejumlah Barang Bukti
RAT KOPSBARA Bersama Dinas Koperasi Muara Enim
Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Bidhumas Polda Sumsel Perkuat Kepedulian Sosial
Semangat Membara, Tim AH03 Football Club Kuantan Singingi Bertolak ke Tour Nasional Semarang 2026
Kayu Tumbang di Hutan Lindung Egon Ilimedo Bukan Barang Dagangan: WALHI NTT dan WTM Desak Penegakan Hukum dan Transparansi Pengelolaan
SMA PMT Prof. Dr. Hamka Padang Go Nasional, Raih Prestasi Membanggakan pada Kejuaraan Daerah FORBASI Sumatera Barat 2026
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:55

Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Sungai Batang Kuantan, Dua Rakit Dimusnahkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:22

Kapolres Kuansing Pimpin Apel Siaga Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tekankan Kesiapsiagaan Personel

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:17

Polsek Kuantan Hilir Tangkap DPO Kasus Narkotika, Sita Sejumlah Barang Bukti

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11

RAT KOPSBARA Bersama Dinas Koperasi Muara Enim

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:15

DUA TERDUGA PENGANIAYAAN DI PASAR TENTE, DISERAHKAN KELUARGA KE POLRES BIMA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:29

Semangat Membara, Tim AH03 Football Club Kuantan Singingi Bertolak ke Tour Nasional Semarang 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:26

Kayu Tumbang di Hutan Lindung Egon Ilimedo Bukan Barang Dagangan: WALHI NTT dan WTM Desak Penegakan Hukum dan Transparansi Pengelolaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:23

SMA PMT Prof. Dr. Hamka Padang Go Nasional, Raih Prestasi Membanggakan pada Kejuaraan Daerah FORBASI Sumatera Barat 2026

Berita Terbaru

Berita

RAT KOPSBARA Bersama Dinas Koperasi Muara Enim

Selasa, 20 Okt 2026 - 13:11