RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Sah, Ahmad Tomy Wijaya Resmi Dikukuhkan, Dorong Revitalisasi Intelektual Santri di Era Digital

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 08:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon //TintaPos.Com//, (10 November 2025) – Dalam semangat “Revitalisasi Peran Intelektual Santri dalam Arus Transformasi Digital: Mewujudkan Inovasi Gerakan Berbasis Nilai Kepesantrenan”, ribuan santri dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, untuk menghadiri Pengukuhan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Seluruh Indonesia.

Kegiatan yang diikuti ribuan peserta ini, terdiri dari perwakilan kampus yang tergabung dalam BEM Pesantren dan santri KHAS Kempek, menjadi momentum penting dalam meneguhkan peran pesantren sebagai pusat lahirnya generasi intelektual yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan akar nilai keislaman dan nasionalisme.

Acara turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Cirebon, serta tokoh nasional dan daerah seperti Randy Bagasyudha, S.Psi., M.I.P., Staf Khusus Bidang Politik dan Kemasyarakatan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan dan Dr. Shopi Zulfia, S.H., M.H., serta para kiai, ulama, masyayikh, dan dewan irsyad BEM Pesantren Seluruh Indonesia.

Dalam pidato kuncinya, Randy Bagasyudha menekankan pentingnya keterlibatan pesantren dalam ranah kebudayaan dan transformasi digital nasional.

“Besar harapan saya, ada keterlibatan pesantren dalam perumusan kurikulum kebudayaan lokal dan transformasi digital, sebagai upaya merebut ruang kuasa makna dalam arus media,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Shopi Zulfia menyampaikan apresiasinya terhadap semangat santri yang terus berkembang seiring kemajuan zaman.

“Santri tidak hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga motor intelektual yang mampu membawa nilai-nilai luhur pesantren ke ruang-ruang kebijakan dan masyarakat. Pesantren harus hadir dalam setiap proses pembangunan bangsa,” ungkapnya dalam sambutan.

Baca Juga:  Kapolres Kuansing Pimpin Apel Satgas Penertiban PETI: Tegaskan Komitmen Berantas Tambang Ilegal

Momentum pengukuhan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para kader santri untuk memperkuat sinergi dan menghidupkan kembali semangat perjuangan berbasis nilai kepesantrenan.

Ahmad Tomi Wijaya, Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia yang telah sah dikukuhkan, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata dari lahirnya gerakan intelektual santri yang progresif dan berkarakter.

“Revitalisasi peran santri bukan hanya tentang adaptasi terhadap digitalisasi, tetapi bagaimana kita menjadikan nilai-nilai pesantren sebagai landasan berpikir, berinovasi, dan bergerak. Santri harus hadir sebagai pelopor perubahan, bukan sekadar pengikut arus,” tegasnya.

Dalam sesi refleksi dan pengukuhan, KH. Muhammad Musthofa Aqil Siroj dalam hal ini diwakilkan kepada KH. Ahmad Zaini Dahlan, Lc., M.Phil., M.Si. mengingatkan kembali tentang peran abadi santri sebagai penjaga moral bangsa.

“Santri adalah wujud pertahanan kokoh negara pada level moral. Pesantren selalu menjadi elemen yang konsisten menjaga moral bangsa. Tidak peduli berapa kali pesantren disudutkan dan dijatuhkan, pesantren tetap menjadi lembaga yang senantiasa ikhlas mendidik para santri,” disampaikan dalam forum.

Dengan pengukuhan ini, BEM Pesantren Seluruh Indonesia diharapkan menjadi wadah perjuangan dan kolaborasi santri dalam melahirkan inovasi gerakan yang berakar pada nilai kepesantrenan sebuah gerakan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan.

Pesantren kini tidak lagi sekadar simbol tradisi, tetapi telah menjadi pusat peradaban baru yang menyatukan spiritualitas, intelektualitas, dan teknologi. Dalam semangat kebersamaan, para santri siap membawa cahaya nilai-nilai pesantren ke jantung transformasi digital bangsa.

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru