Jember //Tintapos.com//– Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ledakan yang mengejutkan jemaah di sebuah masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
Dalam keterangannya di Mapolres Jember pada Selasa (17/3/2026), Kapolda mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti penting dan tengah mendalami temuan bahan kimia di lokasi kejadian.
Peristiwa ledakan tersebut terjadi pada Senin (16/3/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, tepat di saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah Salat Tarawih. Meski sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan jemaah, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kalau kita lihat kejadian yang kemarin terjadi di masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada hari Senin tanggal 16 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Pada saat beberapa masyarakat kita sedang melakukan Salat Tarawih, kemudian terjadi ledakan di dalam masjid tersebut,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto saat memberikan keterangan doorstop kepada awak media.
Merespons kejadian tersebut, Kapolda langsung menginstruksikan tim gabungan dari Polda Jawa Timur untuk memperkuat pengamanan dan penyelidikan. Tim yang diterjunkan meliputi satuan Brimob, Unit Penjinak Bom (Jibom), Laboratorium Forensik (Labfor), hingga dukungan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror wilayah Jawa Timur.
Langkah awal yang dilakukan adalah sterilisasi area, pemasangan garis polisi, serta pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan saksi-saksi kunci di sekitar lokasi.
Langkah-langkah yang sudah kita lakukan adalah mengamankan lokasi kejadian, melakukan sterilisasi area, kemudian melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang-barang bukti. Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk RT dan RW setempat,” tuturnya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, penyidik mengidentifikasi titik awal ledakan berada di lantai dua masjid. Fokus penyelidikan saat ini tertuju pada sebuah lemari besi yang diduga menjadi sumber ledakan. Selain itu, tim Labfor juga tengah meneliti temuan cairan misterius yang diduga merupakan bahan kimia di area tersebut.
Di situ ada lemari besi yang diduga menjadi awal daripada ledakan itu. Termasuk cairan yang diceritakan itu apa, semuanya masih dalam proses penyelidikan. Kami sedang memastikan bahan-bahan yang ada di lokasi tersebut,” jelas Nanang.
Seluruh barang bukti yang ditemukan kini dianalisis menggunakan metode scientific investigation oleh tim Labfor Polda Jatim, didukung dengan pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mendapatkan petunjuk akurat. Kapolda menegaskan bahwa proses identifikasi ini memerlukan ketelitian tinggi sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Beberapa barang bukti yang sudah kita amankan ini masih dalam proses penyelidikan oleh Labfor. Penyelidikan ini nanti akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Ini juga dibantu dengan rekaman CCTV di sekitar lokasi yang akan memberikan petunjuk kepada kami dalam proses pengungkapan,” ujarnya.
Menutup keterangannya,
Irjen Pol Nanang Avianto mengimbau agar masyarakat Jember tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi yang berkembang di media sosial. Ia memastikan situasi telah terkendali dan kepolisian sedang bekerja maksimal untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak muncul isu-isu liar. Situasi sudah kami kendalikan dan saat ini anggota kami sedang bekerja untuk mendalami peristiwa ini,” pungkasnya.
Garis polisi akan tetap terpasang hingga proses identifikasi selesai, guna memastikan masjid benar-benar aman saat digunakan masyarakat untuk beribadah di penghujung Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H.(Nur/Tp)






















