Selidiki Ledakan di Masjid Patrang Jember, Kapolda Jatim Terjunkan Tim Gabungan dan Amankan Bahan Kimia

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //Tintapos.com//– Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ledakan yang mengejutkan jemaah di sebuah masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
Dalam keterangannya di Mapolres Jember pada Selasa (17/3/2026), Kapolda mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti penting dan tengah mendalami temuan bahan kimia di lokasi kejadian.

Peristiwa ledakan tersebut terjadi pada Senin (16/3/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, tepat di saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah Salat Tarawih. Meski sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan jemaah, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kalau kita lihat kejadian yang kemarin terjadi di masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada hari Senin tanggal 16 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Pada saat beberapa masyarakat kita sedang melakukan Salat Tarawih, kemudian terjadi ledakan di dalam masjid tersebut,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto saat memberikan keterangan doorstop kepada awak media.

Merespons kejadian tersebut, Kapolda langsung menginstruksikan tim gabungan dari Polda Jawa Timur untuk memperkuat pengamanan dan penyelidikan. Tim yang diterjunkan meliputi satuan Brimob, Unit Penjinak Bom (Jibom), Laboratorium Forensik (Labfor), hingga dukungan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror wilayah Jawa Timur.

Langkah awal yang dilakukan adalah sterilisasi area, pemasangan garis polisi, serta pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan saksi-saksi kunci di sekitar lokasi.

Langkah-langkah yang sudah kita lakukan adalah mengamankan lokasi kejadian, melakukan sterilisasi area, kemudian melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang-barang bukti. Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk RT dan RW setempat,” tuturnya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, penyidik mengidentifikasi titik awal ledakan berada di lantai dua masjid. Fokus penyelidikan saat ini tertuju pada sebuah lemari besi yang diduga menjadi sumber ledakan. Selain itu, tim Labfor juga tengah meneliti temuan cairan misterius yang diduga merupakan bahan kimia di area tersebut.

Baca Juga:  Humas Polres Bitung - Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Soliditas untuk Pengabdian kepada Masyarakat

Di situ ada lemari besi yang diduga menjadi awal daripada ledakan itu. Termasuk cairan yang diceritakan itu apa, semuanya masih dalam proses penyelidikan. Kami sedang memastikan bahan-bahan yang ada di lokasi tersebut,” jelas Nanang.

Seluruh barang bukti yang ditemukan kini dianalisis menggunakan metode scientific investigation oleh tim Labfor Polda Jatim, didukung dengan pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mendapatkan petunjuk akurat. Kapolda menegaskan bahwa proses identifikasi ini memerlukan ketelitian tinggi sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Beberapa barang bukti yang sudah kita amankan ini masih dalam proses penyelidikan oleh Labfor. Penyelidikan ini nanti akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Ini juga dibantu dengan rekaman CCTV di sekitar lokasi yang akan memberikan petunjuk kepada kami dalam proses pengungkapan,” ujarnya.

Menutup keterangannya,
Irjen Pol Nanang Avianto mengimbau agar masyarakat Jember tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi yang berkembang di media sosial. Ia memastikan situasi telah terkendali dan kepolisian sedang bekerja maksimal untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak muncul isu-isu liar. Situasi sudah kami kendalikan dan saat ini anggota kami sedang bekerja untuk mendalami peristiwa ini,” pungkasnya.

Garis polisi akan tetap terpasang hingga proses identifikasi selesai, guna memastikan masjid benar-benar aman saat digunakan masyarakat untuk beribadah di penghujung Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H.(Nur/Tp)

Berita Terkait

WARUNG DI LINGKUNGAN RSUD KOTA BIMA DIBOBOL PENCURI, RUGI HINGGA Rp7,75 JUTA
Acara Kenal Pamit Polda Sumsel Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Pengabdian Bersama Masyarakat
Kapolda Sumsel Instruksikan Pejabat Baru Langsung Bekerja Kawal Agenda Nasional dan Kamtibmas
POLSEK WAWO BERHASIL TANGKAP DUA TERDUGA PEREDARAN SABU DI DESA KOMBO DI WILAYAH HUKUM POLRES BIMA KOTA  
Ground Check Hotspot di Desa Gasing, Polisi Pastikan Tidak Ada Api Aktif
Hadiri Parade HUT ke-81 TNI, Kapolda Sumsel Tekankan Soliditas TNI-Polri
Wujud Nyata Polri Presisi, Polda Sumsel Terjun ke Jalan Lindungi Kesehatan Warga dari Dampak Kabut Asap
Operasi Sikat 1 Musi 2026, Polda Sumsel Fokus Berantas 3C dan Premanisme
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:27

MUKLISIN APRESIASI PENGABDIAN HERRY HERYAWAN: KEBAIKANNYA MEMBEKAS DI KUANSING

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:27

Polsek Kuantan Mudik Cek Tanaman Jagung di Pebaun Hulu, Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:34

Kuansing Bersholawat, Doa dan Sholawat Menggema Sambut HUT ke-27 Kuansing

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:52

Polsek Cerenti Tindak Lanjuti Laporan Layanan Kepolisian 110 Terkait Aktivitas PETI di Sungai Kuantan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:41

Polres Kuansing Tertibkan 67 Rakit PETI dan 5 Asbuk di 22 TKP Dalam Sepekan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:18

Nurul Angely Juara Bintang Radio Kuansing 2026, Pemkab Apresiasi PAPPRI dan Kominfoss

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:12

Warga Kambuhapang Pertanyakan Status Tanah Kampung dan Sawah yang Diklaim Dinas Peternakan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:52

Wakil Ketua Yayasan hadiri Santri Saat Subuh, Perkuat Pembinaan Ibadah dan Akademik di PMT Hamka Padang

Berita Terbaru