Jember //TintaPos.Com// – Senyum mereka tampak lepas, campur antara bangga dan masih tak percaya.Dari tangan-tangan kecil itulah, tiga medali nasional berhasil dibawa pulang ke MI Unggulan Nuris Jember.
Ketekunan Berbuah Prestasi, Lima Santri MTs Unggulan Nuris Jember Borong Medali Olimpiade Sains Nasional di Unesa.Prestasi itu diraih dalam ajang SPADA Competition XIX Tingkat Nasional yang digelar 10 Januari lalu.
Tiga santri berpeci hitam berdiri sejajar di depan gedung madrasah. Kalung medali menggantung di dada mereka, sementara dua di antaranya menggenggam trofi dan papan penghargaan berukuran besar.
Tiga nama tercatat sebagai penyumbang kemenangan dari cabang berbeda, Olimpiade Matematika, Olimpiade IPAS, dan Tahfidz Juz 30.
Mereka adalah Alfiyan Yazid Al Bustomy kelas 6A, Hamdan Fahmi Wafa kelas 6C, dan M Agam Abdillah kelas 5C.Belajar Malam Hari Jadi Kunci, Alfiyan Siswa MI Unggulan Nuris Jember Tembus Podium Olimpiade Matematik
Dengan semangat dan mental juara mereka mewakili sekolah untuk merenggut medali nasional.
Hamdan Fahmi Wafa, 12 tahun, menyabet medali emas sekaligus Juara 3 pada Olimpiade IPAS. Di balik pencapaiannya, ia menyiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh, memperbanyak doa, serta menjaga wudhu sebelum lomba.
“Sangat kaget, tidak menyangka, terharu dan bahagia,” tuturnya.
Soal eksperimen menjadi tantangan paling berat baginya. Namun materi sistem organ tubuh manusia justru menjadi kekuatan utamanya.Ia pun bercita-cita menjadi ilmuwan sekaligus ulama besar.
Di sampingnya, Alfiyan Yazid Al Bustomy, juga 12 tahun, tampil sebagai peraih medali emas atau Juara 3 Olimpiade Matematika.
Aritmatika menjadi materi yang paling ia kuasai, namun soal pilihan ganda kompleks menurutnya paling menguras konsentrasi.
Siswa yang memiliki cita-cita menjadi polisi itu, punya cara sendiri memahami hitungan sulit, yakni menganalisis jawaban dari pilihan yang tersedia.
Meski sempat terlintas ingin bermain bersama teman, ia tetap menuntaskan soal hingga akhir. “Sangat kaget dan tidak menyangka,” katanya.
Bermimpi Jadi Dokter dari Rahim Pesantren, Siswa SMP Nuris Jember Ini Raih Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional
Berbeda lagi dengan M Agam Abdillah, 11 tahun, yang menyumbang medali perunggu atau Juara 10 pada kategori Tahfidz Juz 30.
Sebelum berangkat lomba, ia melatih hafalan surah secara acak.
Sejak kelas 2 MI, Agam sudah terbiasa tampil di berbagai kejuaraan, mulai tingkat kabupaten hingga regional Tapal Kuda.
Meski begitu, tampil di tingkat nasional tetap menghadirkan rasa gugup. Ia mengatasinya dengan istigfar, membaca salawat, dan minum air sebelum naik panggung.
Rutinitas murajaah menjadi kunci menjaga hafalannya tetap lancar.
Dalam prosesnya, ia banyak dibimbing Ustad Latif dan Ustad Chafidin. Target berikutnya, mulai menghafal Juz 29.Di balik medali-medali itu, ada doa dan dukungan ustadz, ustadzah, serta orang tua yang terus menguatkan.
Ketiganya sepakat, tanpa bimbingan dan restu mereka, langkah menuju podium nasional tak akan mudah.
Dari aritmatika hingga organ tubuh manusia, dari hafalan ayat hingga mimpi menjadi ilmuwan, ulama besar dan polisi.
Mereka menegaskan satu hal, siswa madrasah mampu bersaing dan bersinar di panggung nasional.(pal)






















