RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Siswa Siswi MI Unggulan Nuris,Boyong Medali Olimpiade

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Senyum mereka tampak lepas, campur antara bangga dan masih tak percaya.Dari tangan-tangan kecil itulah, tiga medali nasional berhasil dibawa pulang ke MI Unggulan Nuris Jember.

Ketekunan Berbuah Prestasi, Lima Santri MTs Unggulan Nuris Jember Borong Medali Olimpiade Sains Nasional di Unesa.Prestasi itu diraih dalam ajang SPADA Competition XIX Tingkat Nasional yang digelar 10 Januari lalu.

Tiga santri berpeci hitam berdiri sejajar di depan gedung madrasah. Kalung medali menggantung di dada mereka, sementara dua di antaranya menggenggam trofi dan papan penghargaan berukuran besar.

Tiga nama tercatat sebagai penyumbang kemenangan dari cabang berbeda, Olimpiade Matematika, Olimpiade IPAS, dan Tahfidz Juz 30.

Mereka adalah Alfiyan Yazid Al Bustomy kelas 6A, Hamdan Fahmi Wafa kelas 6C, dan M Agam Abdillah kelas 5C.Belajar Malam Hari Jadi Kunci, Alfiyan Siswa MI Unggulan Nuris Jember Tembus Podium Olimpiade Matematik

Dengan semangat dan mental juara mereka mewakili sekolah untuk merenggut medali nasional.

Hamdan Fahmi Wafa, 12 tahun, menyabet medali emas sekaligus Juara 3 pada Olimpiade IPAS. Di balik pencapaiannya, ia menyiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh, memperbanyak doa, serta menjaga wudhu sebelum lomba.

“Sangat kaget, tidak menyangka, terharu dan bahagia,” tuturnya.

Soal eksperimen menjadi tantangan paling berat baginya. Namun materi sistem organ tubuh manusia justru menjadi kekuatan utamanya.Ia pun bercita-cita menjadi ilmuwan sekaligus ulama besar.

Di sampingnya, Alfiyan Yazid Al Bustomy, juga 12 tahun, tampil sebagai peraih medali emas atau Juara 3 Olimpiade Matematika.

Baca Juga:  Ekstasi Disimpan dalam Kotak Rokok, Kurir Narkoba 53 Tahun Diamankan Polisi

Aritmatika menjadi materi yang paling ia kuasai, namun soal pilihan ganda kompleks menurutnya paling menguras konsentrasi.

Siswa yang memiliki cita-cita menjadi polisi itu, punya cara sendiri memahami hitungan sulit, yakni menganalisis jawaban dari pilihan yang tersedia.

Meski sempat terlintas ingin bermain bersama teman, ia tetap menuntaskan soal hingga akhir. “Sangat kaget dan tidak menyangka,” katanya.

Bermimpi Jadi Dokter dari Rahim Pesantren, Siswa SMP Nuris Jember Ini Raih Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional

Berbeda lagi dengan M Agam Abdillah, 11 tahun, yang menyumbang medali perunggu atau Juara 10 pada kategori Tahfidz Juz 30.

Sebelum berangkat lomba, ia melatih hafalan surah secara acak.

Sejak kelas 2 MI, Agam sudah terbiasa tampil di berbagai kejuaraan, mulai tingkat kabupaten hingga regional Tapal Kuda.

Meski begitu, tampil di tingkat nasional tetap menghadirkan rasa gugup. Ia mengatasinya dengan istigfar, membaca salawat, dan minum air sebelum naik panggung.

Rutinitas murajaah menjadi kunci menjaga hafalannya tetap lancar.

Dalam prosesnya, ia banyak dibimbing Ustad Latif dan Ustad Chafidin. Target berikutnya, mulai menghafal Juz 29.Di balik medali-medali itu, ada doa dan dukungan ustadz, ustadzah, serta orang tua yang terus menguatkan.

Ketiganya sepakat, tanpa bimbingan dan restu mereka, langkah menuju podium nasional tak akan mudah.
Dari aritmatika hingga organ tubuh manusia, dari hafalan ayat hingga mimpi menjadi ilmuwan, ulama besar dan polisi.

Mereka menegaskan satu hal, siswa madrasah mampu bersaing dan bersinar di panggung nasional.(pal)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru