Sopir di Pelabuhan Ketapang protes imbas kebijakan Tiba Bongkar Berangkat (TBB)

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi //Tintapos.com// – Puluhan sopir pickup menggelar protes atas pemberlakuan Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di dermaga LCM Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Kebijakan TBB ini diberlakukan ASPD karena imbas kemacetan di Gilimanuk.
Aksi protes tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB lantaran mereka tertahan lebih lama di pelabuhan Ketapang sehingga barang yang harusnya bisa segera tiba di Gilimanuk tertunda hingga lebih dari 1 jam.

Wibowo Wibi (36) warga Songgon Banyuwangi yang membawa pickup dengan muatan janur terpaksa menunggu hingga hampir 2 jam, namun pada gilirannya masuk kapal, ia justru ditolak lantaran kapal yang bersandar di dermaga LCM hanya membongkar penumpang tanpa membawa muatan saat kembali ke Gilimanuk.

ASDP terapkan Skema Ini di Pelabuhan Ketapang
Tidak ada sosialisasi, tidak diberitahukan sejak awal kalau ada kebijakan ini. Kami yang penting harus sampai Bali dulu, urusan disana macet ada solusi untuk bawa janur-janur ini ke konsumen,” jelas Wibi, Senin (16/3/2026).

Baca Juga:  Polisi Dalami Kasus Meninggalnya Balita di Bitung

Wibi mengaku resah karena janur-janur pesanan itu harus segera terkirim. Hampir seluruh janur yang ia bawa merupakan pesanan dari Bali yang akan dipergunakan sebagai sarana ibadah Nyepi.

Sementara Hermanto (42) salah seorang Sopir yang berniat menyeberang pun harus kecewa lantaran tak ada pemberitahuan akan ada pemberlakuan pola TBB.

“Ya ini gimana, gak ada pemberitahuan. Sudah terlanjur antri sejak pagi tidak ada kesempatan naik kapal, terangnya

Yudi menjadi salah satu pengguna jasa penyeberangan yang tertahan hampir 2 jam. Ia berharap waktu tunggunya tidak semakin panjang lantaran penundaan tersebut.(Tim)

Berita Terkait

Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Warga Sebut BUJANG di Duga buka Usaha Pemurnian Emas Ilegal di desa Kalimanting, APH diminta Tangkap Pelaku Ilegal
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat
PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT
Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57

Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:35

Warga Sebut BUJANG di Duga buka Usaha Pemurnian Emas Ilegal di desa Kalimanting, APH diminta Tangkap Pelaku Ilegal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:46

Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:47

Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:53

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:34

PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:52

Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:47

Duduk Bersama Warga, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Andra Nosa S, H., M. H Garansi Kamtibmas Aman dan Kondusif

Berita Terbaru