RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

TASRIF MENEKAN PENGAWASAN KETAT BPK RI ATAS ANGGARAN KOTA BIMA: JANGAN DATANG BAWA PLASTIK KOSONG, PULANG BAWA OLEH-OLEH

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 03:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA //TintaPos.Com// – Ketua Umum Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah Nusa Tenggara Barat, Tasrif M. Saleh, SH., MH., memberikan peringatan keras terkait kunjungan kerja Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB, Supawardi, SE., MM., Ak., ERMAP., CSFA., ke Pemerintah Kota Bima. Tasrif menekankan agar lembaga audit tertinggi negara tersebut tidak hanya hadir secara seremonial, melainkan melakukan pengawasan yang mendalam dan komprehensif terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Dalam pernyataannya, Tasrif menggunakan analogi yang tegas: “Jangan datang bawa plastik kosong, pulang bawa oleh-oleh.” Ungkapan ini dimaknai sebagai seruan agar BPK benar-benar bekerja maksimal dalam memeriksa anggaran, menemukan fakta, dan mengambil langkah hukum yang tegas jika ditemukan indikasi penyimpangan, bukan sekadar melakukan kunjungan kehormatan tanpa hasil yang nyata.

Menurut Tasrif, terdapat banyak indikasi permasalahan dalam pengelolaan anggaran, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di Kota Bima. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa laporan-laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran dan penyimpangan, yang disampaikan baik ke Kejaksaan Negeri maupun Kepolisian Resor Kota Bima, telah menumpuk dan belum mendapatkan penyelesaian yang optimal.

Baca Juga:  Polsek Cerenti Sampaikan Himbauan Larangan Aktivitas PETI di Desa Pulau Panjang

“Kami melihat bahwa tata kelola keuangan di Kota Bima masih menyisakan banyak tanda tanya. Banyak proyek yang dipertanyakan efektivitas dan akuntabilitasnya. Oleh karena itu, kehadiran BPK harus menjadi momentum untuk melakukan verifikasi faktual dan audit yang menyeluruh,” tegas Tasrif.

Urgensi Pengawasan dan Penegakan Hukum

Secara teknis dan akademis, peran BPK sangat vital dalam menjamin prinsip value for money dan akuntabilitas publik. Tasrif menilai bahwa tumpukan laporan di institusi penegak hukum merupakan indikator kuat adanya kegelisahan masyarakat terhadap integritas proses pembangunan.

“Jika laporan masyarakat menumpuk, itu artinya ada keadilan yang belum terwujud. BPK hadir dengan kewenangan dan metodologi audit yang standar, sehingga sangat diharapkan dapat mengungkap kebenaran dan memberikan kepastian hukum,” tambahnya.

Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah berharap hasil pemeriksaan nantinya tidak hanya berupa catatan administrasi, tetapi juga dapat menjadi dasar bagi perbaikan sistem tata kelola serta pemicu bagi penegakan hukum jika ditemukan unsur pidana atau kerugian negara.

Dengan demikian, diharapkan setiap rupiah yang dikelola benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima, serta menghilangkan praktik-praktik yang merugikan kepentingan publik.
Red .

Berita Terkait

Kejati Sumbar Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi Dana KUR Bank Nagari Talawi ke Tahap Penyidikan
Daerah Istimewa Minangkabau: Gagasan Penguatan Adat, Budaya, dan Pembangunan Daerah
Gerakan Anti Narkotika Indonesia: GANISA Hadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Bersama BNN RI di Lido Bogor
Sejumlah Perusahaan di Kuansing Menyatakan Komitmen Dukung Pelaksanaan Festival Pacu Jalur 2026
Wujudkan Pelayanan Presisi, Astamaops Kapolri Komjen Pol M Fadli Imran Tinjauan Polda Sulut
Kajati Sumbar Terima Kunjungan Silaturahmi Rektor UNP, Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan
Tim UAR Jakarta Utara Santuni Pengungsi UNHCR Jakarta, Wujud Kepedulian Sesama
KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:56

Kejati Sumbar Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi Dana KUR Bank Nagari Talawi ke Tahap Penyidikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:11

Daerah Istimewa Minangkabau: Gagasan Penguatan Adat, Budaya, dan Pembangunan Daerah

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:06

Sejumlah Perusahaan di Kuansing Menyatakan Komitmen Dukung Pelaksanaan Festival Pacu Jalur 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:33

Wujudkan Pelayanan Presisi, Astamaops Kapolri Komjen Pol M Fadli Imran Tinjauan Polda Sulut

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:32

Kajati Sumbar Terima Kunjungan Silaturahmi Rektor UNP, Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:06

Tim UAR Jakarta Utara Santuni Pengungsi UNHCR Jakarta, Wujud Kepedulian Sesama

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:55

KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:53

BAZNAS Kota Padang Buka Program Bantuan Penyelesaian Tugas Akhir bagi Mahasiswa

Berita Terbaru