RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Barong Ider Bumi Kemiren Ramaikan Lebaran Hari Kedua di Banyuwangi

- Penulis

Senin, 23 Maret 2026 - 07:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi,//Tintapos.com// – Genderang suara gamelan dan kemeriahan warna-warni kostum adat kembali menyapa Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Tepat pada Minggu (22/3/2026) atau hari kedua Lebaran (2 Syawal), ribuan warga dan wisatawan tumpah ruah menyaksikan ritual adat Barong Ider Bumi, sebuah tradisi sakral yang rutin digelar untuk menolak bala.

Ritual ini bukan sekadar tontonan, melainkan warisan leluhur yang sangat dinanti. Sejak pagi, ruas jalan di Desa Kemiren sudah dipadati pengunjung yang antusias. Bagi masyarakat Suku Osing, Barong Ider Bumi adalah simbol perlindungan sekaligus rasa syukur yang telah mendarah daging dalam kehidupan mereka selama ratusan tahun.

Tokoh masyarakat adat Desa Kemiren, Suhaimi, mengisahkan bahwa tradisi ini memiliki akar sejarah yang kuat sejak tahun 1840-an. Kala itu, Desa Kemiren dilanda wabah mematikan dan gagal panen akibat serangan hama yang masif. Kondisi desa mencekam dengan banyaknya warga yang menjadi korban jiwa dalam waktu singkat.

Kemudian muncul masa paceklik yang sangat panjang. Sesepuh desa saat itu meminta saran kepada Mbah Buyut Cili yang dipercaya sebagai leluhur kami. Pencerahan datang melalui mimpi, di mana warga diminta mengarak Barong berkeliling kampung untuk mengusir kemalangan,” ungkap Suhaimi.

Masyarakat Kemiren percaya bahwa Barong, sosok makhluk bermahkota dengan sayap yang megah, memiliki kekuatan untuk menjaga desa dari segala marabahaya. Sebelum arak-arakan dimulai, para tokoh pelestari Barong terlebih dahulu mengirimkan doa di petilasan Buyut Cili sebagai bentuk penghormatan dan permohonan izin.

Baca Juga:  Tragedi Kematian Remaja SMA di Jurang Savana Dorombolo: Hampir Sebulan, Kasus Belum Jelas – Keluarga Minta Polda NTB Ambil Alih

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono, yang hadir mewakili Bupati Banyuwangi, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini. Barong Ider Bumi kini secara resmi masuk dalam kalender Banyuwangi Attraction 2026 sebagai salah satu magnet wisata budaya unggulan.

Terima kasih kepada masyarakat yang sudah bergotong royong menyukseskan event ini. Acara ini terselenggara setiap tahun dan terbukti selalu sukses menarik minat wisatawan luar daerah untuk datang ke Banyuwangi,” ujar Hartono.

Aksi ikonik dimulai saat arak-arakan bergerak dari sisi timur menuju sisi barat Desa Kemiren sejauh kurang lebih 2 km. Sepanjang rute, tokoh adat melakukan tradisi sembur uthik-uthik, yaitu menebarkan sekitar 999 koin logam yang dicampur beras kuning dan aneka bunga. Aksi ini menjadi rebutan warga karena simbolis sebagai bentuk membuang sial.

Sebagai puncak acara, rangkaian ritual ditutup dengan prosesi selamatan kampung yang dilakukan secara massal. Tak lengkap rasanya ritual ini tanpa kehadiran Tumpeng Pecel Pitik, kuliner tradisional khas Banyuwangi yang menjadi menu wajib dalam setiap perayaan sakral di Desa Kemiren.

Pecel Pitik sendiri berbahan utama ayam kampung muda yang dipanggang utuh di atas kayu bakar. Daging ayam kemudian disuwir manual dan dicampur dengan bumbu parutan kelapa muda yang kaya rempah seperti cabai rawit, terasi, dan daun jeruk. Aroma sedap dari jamuan ini menjadi penanda berakhirnya ritual sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga. (Tim)

Berita Terkait

Jadi Pembina Upacara di SMA N 1 Cerenti Serda Jama Anur Mengajak Siswa Siswi untuk Tidak Lakukan Bullying
PLH Sekda Kuansing Muradi, M.Si Resmi Tutup Pacu Jalur Rayon IV Kecamatan Gunung Toar
Kejati Sumbar Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi Dana KUR Bank Nagari Talawi ke Tahap Penyidikan
Daerah Istimewa Minangkabau: Gagasan Penguatan Adat, Budaya, dan Pembangunan Daerah
Gerakan Anti Narkotika Indonesia: GANISA Hadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Bersama BNN RI di Lido Bogor
Sejumlah Perusahaan di Kuansing Menyatakan Komitmen Dukung Pelaksanaan Festival Pacu Jalur 2026
Wujudkan Pelayanan Presisi, Astamaops Kapolri Komjen Pol M Fadli Imran Tinjauan Polda Sulut
Kajati Sumbar Terima Kunjungan Silaturahmi Rektor UNP, Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:49

KEJANGGALAN PEMANGKASAN ANGGARAN REHABILITASI RUANG MANAJEMEN RSUD: DPRD BENTUK TIM KHUSUS, AKAN DIPERTAYANKAN KENAPA TIDAK ADA SURAT RESMI KE DEWAN

Senin, 27 Juli 2026 - 04:24

DPP BAPEKA-NTB Lapor Dugaan Penyimpangan Proyek Rehabilitasi Ruang Manajemen RSUD Kota Bima Senilai Rp946 Juta ke Kejaksaan Negeri Bima

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:20

DISETEL RAPI! DUGAAN KONSPIRASI TAPD & BPBJ KOTA BIMA “SUNAT” ANGGARAN RSUD RATUSAN JUTA RUPIAH,TIDAK ADA PEMBERITAHUAN DPRD

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:48

DPC BAPEKA-NTB DIDUKUNG LEMBAGA DAKWAH NURUL SIRAJ, AKAN MELAYANGKAN SOMASI KERAS KEPADA CAMAT SAPE: PASAR MALAM DIDUGA SARANG JUDI BERKEDOK PERMAINAN KETANGKASAN, DIMINTA TINDAK TEGAS DALAM 3X24 JAM

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:20

Ketua Umum DPP GARDA MUDA REVOLUSIONER Kecam Dugaan Pelanggaran Aturan Periodisasi Kepala Sekolah oleh Bupati Bima

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:51

NASIB IRONIS IBU YULIANTI: KORBAN PERSELINGKUHAN MALAH DILAPORKAN DAN DIMINTA UANG RUGI RP25 JUTA

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:46

SKANDAL MAFIA IJAZAH PADANG : DIANCAM 5 TAHUN PENJARA OLEH UU SISDIKNAS, KETUA PKBM FARILLA ILMI HANYA DIVONIS 5 BULAN! DI MANA KEADILAN

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:52

Tak Ada Tanggapan, Aliansi Pemuda Lakukan Penyegelan SDN 4 Sape; Ahli Waris: Tanah Wasiat Belum Dapat Penggantian Layak

Berita Terbaru