RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Harga Pangan Pasca Lebaran Bergejolak, Harga Cabai Tembus Rp.200 Ribu Perkilo

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 00:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutai Kartanegara – Pasca perayaan Idulfitri 2026, warga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mengeluhkan kenaikan signifikan harga sejumlah komoditas bahan pangan. Lonjakan ini terjadi dalam sepekan terakhir dan dirasakan langsung oleh masyarakat di beberapa wilayah, seperti Loa Kulu dan Tenggarong.

Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada cabai yang kini mencapai Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Selain itu, harga ayam pedaging juga melonjak drastis dari Rp30 ribu–Rp35 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram. Sementara itu, daging sapi lokal turut mengalami kenaikan dari Rp150 ribu menjadi Rp170 ribu per kilogram.

Kurniawati, seorang ibu rumah tangga asal Loa Kulu, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai sangat membebani pengeluaran keluarga. Ia mengaku kesulitan mengatur anggaran belanja harian akibat harga bahan pokok yang terus meningkat. “Harga cabai sekarang hampir Rp200 ribu per kilo, jadi bingung harus mengatur uang belanja,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga:  PROYEK SERASUBA POTENSI KORUP, AKTIVIS DESAK KEJARI BIMA DAN INSPEKTORAT LAKUKAN AUDIT INVESTIGATIF

Keluhan serupa juga disampaikan Mirna, warga Tenggarong. Ia mengatakan bahwa tidak hanya cabai, harga ayam pedaging juga mengalami lonjakan tajam. Menurutnya, kondisi ini membuat masyarakat harus lebih selektif dalam membeli kebutuhan pangan sehari-hari.

Menanggapi situasi tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah antisipatif. Salah satunya dengan membentuk satuan tugas (satgas) pangan untuk memantau ketersediaan stok serta mengawasi stabilitas harga di pasar.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga ini diduga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan pasca Lebaran serta terganggunya distribusi barang dari daerah pemasok. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berupaya menjaga kestabilan harga agar tidak semakin memberatkan masyarakat.

Dengan adanya pengawasan dari satgas pangan, diharapkan harga bahan pokok di Kukar dapat segera kembali stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Penulis : Anggi Triomi

Berita Terkait

Polsek Cerenti Tertibkan Lima Rakit PETI Jenis Dompeng di Sungai Kuantan Desa Pulau Jambu
Dugaan Penipuan Berkedok Pinjaman: Oknum Guru SMPN 3 Woha Menjadi Sorotan, Sudah Berkali-kali Terjadi
Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:39

Polsek Cerenti Tertibkan Lima Rakit PETI Jenis Dompeng di Sungai Kuantan Desa Pulau Jambu

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:35

Dugaan Penipuan Berkedok Pinjaman: Oknum Guru SMPN 3 Woha Menjadi Sorotan, Sudah Berkali-kali Terjadi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:22

PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Berita Terbaru