RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Memperingati Hari Pendidikan Nasional Seharusnya Tidak Berhenti pada Seremoni Tahunan yang Penuh Simbol dan Formalitas

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTB //TintaPos.Com// – Memperingati Hari Pendidikan Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan yang penuh simbol dan formalitas. Di balik penetapan hari ini, tersimpan jejak sejarah panjang perjuangan bangsa, termasuk pengorbanan jiwa dan raga demi tegaknya hak atas pendidikan yang merdeka dan bermartabat. Ada cerita tentang generasi muda yang menghadapi represi, bahkan kehilangan nyawa, demi memperjuangkan ruang belajar yang bebas dari penindasan.

Namun, refleksi Hari Pendidikan Nasional hari ini menghadirkan kegelisahan baru. Sistem pendidikan di Indonesia dinilai semakin terjebak dalam arus pasar bebas yang kian menguat. Logika kapitalisme merambah ruang-ruang pendidikan, menggeser nilai dasar pendidikan sebagai hak publik menjadi komoditas ekonomi. Pendidikan perlahan diposisikan sebagai produk, bukan lagi sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam situasi ini, akses terhadap pendidikan berkualitas kerap ditentukan oleh kemampuan ekonomi. Lembaga pendidikan berlomba-lomba menawarkan “layanan unggulan” dengan biaya tinggi, sementara kelompok masyarakat rentan semakin terpinggirkan. Dunia pendidikan pun tak luput dari praktik eksploitasi, ketika orientasi keuntungan lebih dominan dibandingkan misi mencerdaskan.

Baca Juga:  Tanamkan Kedisiplinan dan Nasionalisme sejak Awal, Calon Paskibraka Jember Mulai Digembleng

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: untuk siapa sebenarnya pendidikan diselenggarakan? Apakah pendidikan masih menjadi alat pembebasan, atau justru berubah menjadi mekanisme reproduksi ketimpangan sosial?

Momentum Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi ruang refleksi kolektif untuk mengembalikan arah pendidikan pada cita-cita awalnya. Pendidikan bukan sekadar investasi ekonomi, melainkan hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin negara tanpa diskriminasi.

Sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, pendidik, dan masyarakat—meninjau ulang arah kebijakan pendidikan. Tanpa upaya serius untuk mengembalikan pendidikan sebagai ruang pembebasan dan keadilan sosial, makna Hari Pendidikan Nasional berisiko kehilangan substansinya, tinggal menjadi ritual tahunan tanpa perubahan nyata. Red.

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru