BITUNG-//Tintapos.com//-JUMAT, 24 JULI 2026-Suasana keakraban dan kebanggaan menyelimuti kawasan Jalan Yos Sudarso Nomor 85, Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Pada Jumat pagi ini, Monumen Pahlawan Samudera yang telah berusia 62 tahun resmi bertransformasi menjadi Taman Angkatan Laut Bitung melalui acara peresmian revitalisasi yang penuh makna.
Hadir secara langsung dalam acara tersebut, Komandan Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam XIII/Merdeka, Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.I.P., M.H.I., M.Sc. Kehadiran perwira TNI Angkatan Darat ini bukan sekadar kehadiran seremonial, melainkan simbol nyata persaudaraan, soliditas, dan dukungan penuh antarmatra TNI terhadap upaya pelestarian sejarah dan pembangunan wilayah.
Dansecata Rindam XIII/Merdeka disambut hangat oleh Komandan Komando Daerah Maritim VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., didampingi Wakil Komandan Kodaeral VIII Laksamana Muda TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc. serta Danguskamla Koarmada III Laksamana Pertama TNI Elmondo Samuel Sianipar, M.Tr.Opsla. Kehadiran para pejabat utama ini menegaskan bahwa merawat sejarah dan ruang publik adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen pertahanan negara.
Dalam keterangannya, Letkol Inf Ade Rohmat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral VIII Manado, atas inisiatif mulia ini.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi untuk TNI AL khususnya Kodaeral VIII Manado atas kerja keras mewujudkan taman yang indah ini. Kehadiran kami di sini adalah dukungan penuh dari TNI Angkatan Darat. Semoga solidaritas seperti ini terus terjalin, karena kekuatan bangsa terletak pada persatuan seluruh komponen bangsa,” ujarnya dengan penuh semangat kekeluargaan.
Ia berharap taman ini tak hanya mempercantik kota, melainkan menjadi ruang edukasi sejarah bagi generasi muda dan tempat interaksi sosial yang nyaman bagi warga, sekaligus mengukuhkan identitas Bitung sebagai kota maritim yang bangga akan warisan leluhurnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Patroli Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marvel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP. yang memimpin pelaksanaan revitalisasi, menjelaskan pengerjaan dilakukan intensif selama 17 hari oleh prajurit Satrodar VIII bersama Fasharkan dan jajaran terkait. Pekerjaan mencakup restorasi monumen, perbaikan relief yang pudar, pengecatan, instalasi penerangan artistik, penataan drainase, jalur pejalan kaki, penghijauan, hingga penyediaan ruang bagi pelaku UMKM. Transformasi ini juga bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kodaeral VIII.
Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, menegaskan monumen ini adalah pengingat bahwa laut bukan hanya pemersatu Nusantara, melainkan saksi perjuangan putra-putra terbaik bangsa, salah satunya Samuel Languyu, putra daerah Bitung yang bersama Komodor Yos Sudarso mengukir sejarah kepahlawanan dalam Pertempuran Laut Aru.
“Taman ini kami harap menjadi ruang belajar nilai perjuangan, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar melalui peluang usaha dan kunjungan wisata,” ujarnya.
Mewakili Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Richie Tinangon, S.STP, M.Si. menyampaikan apresiasi





















