Bitung-//Tintapos.com//-Dermaga Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara, Kota Bitung, pada Selasa pagi (28/07/2026).
Kapal Motor Mitra Bahari 09 merapat membawa kabar duka sekaligus bukti nyata kepedulian institusi penegak hukum terhadap keselamatan anak buah kapal. Jenazah Pilus Kunangka (57), seorang ABK KM Mina Kencana 18 asal Kelurahan Sagerat Weru Dua, Kecamatan Matuari, tiba di tanah air setelah meninggal dunia saat bertugas menangkap ikan di perairan Manokwari, Laut Pasifik, Papua Barat, pada Sabtu (25/07/2026) pukul 11.28 WITA.
Proses evakuasi dan penanganan jenazah dilakukan secara profesional namun tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., turun langsung memimpin proses pemindahan jenazah dari kapal menuju mobil ambulans jenazah, didampingi oleh personel Ditpolairud dan kru Kapal Polisi KP Kresna-7004.
Setiap langkah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), memastikan almarhum diperlakukan dengan martabat tertinggi sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis dan identifikasi resmi.
Dalam keterangannya usai prosesi evakuasi, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Ditpolairud Polda Sulut yang telah bekerja keras memfasilitasi kepulangan jenazah.
Menurutnya, bahwa tugas polisi perairan tidak hanya menegakkan hukum di laut, tetapi juga menjadi pelindung dan pengayom bagi mereka yang menggantungkan hidupnya di samudra.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada anggota Ditpolairud Polda Sulut yang telah membantu proses evakuasi ini dengan penuh tanggung jawab dan empati. Ini adalah wujud nyata Polri Hadir untuk Masyarakat, khususnya bagi keluarga nelayan yang sedang berduka,” ujar Dirpolairud dengan nada rendah dan penuh hormat.
Ia menambahkan bahwa kepolisian bersama instansi terkait terus berkoordinasi intensif untuk menyelesaikan seluruh tahapan administrasi, mulai dari hasil autopsi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga di Perum Torang Punya Blok E/54, RT 002/RW 001, agar proses pemulangan dapat berjalan lancar dan meminimalisir beban psikologis keluarga.
Mengingat dugaan sementara penyebab kematian adalah sakit mendadak saat bertugas, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas juga memberikan himbauan penting bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha perikanan dan awak kapal.
Ia mengingatkan bahwa risiko pekerjaan di laut lepas sangat tinggi, bukan hanya dari faktor cuaca, tetapi juga kondisi kesehatan fisik dan mental.
“Himbauan saya untuk masyarakat dan operator kapal: pastikan setiap ABK dalam kondisi sehat prima sebelum berangkat. Lakukan medical check-up rutin, lengkapi fasilitas kesehatan dasar di kapal, dan jangan memaksakan melaut jika ada keluhan kesehatan. Keselamatan nyawa adalah aset yang tidak bisa diganti,” tegasnya.
Ia juga berharap perusahaan pelayaran dapat lebih memperhatikan kesejahteraan dan jaminan keselamatan kerja bagi para nelayannya, karena mereka adalah tulang punggung ketahanan pangan dan ekonomi maritim Indonesia.
Kepergian Pilus Kunangka, yang lahir di Timbabo pada 20 Mei 1969, adalah pengingat pahit tentang harga mahal yang harus dibayar para nelayan demi mengisi piring makan bangsa.
Mereka menghadapi ombak ganas, isolasi, dan ketidakpastian nasib setiap harinya. Ketika musibah terjadi, kehadiran negara melalui Ditpolairud Polda Sulut bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk balas budi atas pengabdian mereka.
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum Pilus Kunangka. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan menerima segala amal ibadah almarhum.
Terpisah, keluarga di Sagerat Weru Dua mengatakan bahwa, bantuan kepolisian dalam memulangkan jenazah adalah oase di tengah lautan kesedihan. Dan bagi publik, ini adalah cerminan bahwa Polri tidak hanya tangguh dalam operasi, tetapi juga lembut dalam melayani duka,” Singkatnya.
Terima kasih, Pak Dirpolairud Bayuaji Yudha Prajas dan seluruh jajaran Ditpolairud Polda Sulut, atas pelayanan yang memanusiakan manusia. Teruslah jadi pelindung bagi mereka yang berjuang di garis depan perairaan Nusantara.
Red.





















