Beredar Info ! GPM-R Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa di Polda Riau: Bustamar Bantah Terkait Dugaan Perambahan Hutan

- Penulis

Jumat, 18 Juli 2025 - 23:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAMPAR, RIAU //TintaPos.Com// – Gerakan Pemuda Mahasiswa-Riau (GPM-R) akan menggelar aksi unjuk rasa di Polda Riau pada Senin, 21 Juli 2025. Aksi ini terkait dugaan perambahan kawasan hutan lindung dan alih fungsi kawasan hutan menjadi kebun kelapa sawit di Desa Danau Sontul, Kecamatan Kampar kiri hulu, Kabupaten Kampar.

Menurut GPM-R, dugaan perambahan ini dilakukan oleh oknum Camat Kampar kiri hulu, Bustamar, yang menggunakan kekuasaannya untuk menguasai lahan kawasan hutan lindung tanpa izin. Lahan tersebut kemudian dijadikan kebun kelapa sawit dengan luas puluhan hektar.

GPM-R menyampaikan lima tuntutan, yaitu:

1. Meminta Kapolda Riau memeriksa Bustamar terkait dugaan penguasaan lahan kawasan hutan lindung tanpa izin.
2. Meminta Satgas PKH dan Satgas PPH Polda Riau turun ke lokasi untuk menyelidiki alih fungsi kawasan hutan.
3. Meminta Satgas PPH menangkap pelaku dugaan jual beli lahan kawasan hutan lindung.
4. Mendesak Bupati Kampar mencopot Bustamar dari jabatannya sebagai Camat Kampar kiri hulu.
5. Meminta BPKP Perwakilan Provinsi Riau melakukan audit kerugian negara akibat praktik jual beli tanah negara di kawasan hutan lindung.

Aksi unjuk rasa ini akan diikuti oleh sekitar 100 orang massa GPM-R dan akan berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB di Polda Riau. Titik kumpul massa akan berada di sebelah Polda Riau, Jl. WR. Supratman Pekanbaru.

Baca Juga:  Gerakan Anti Narkotika Indonesia: GANISA Hadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Bersama BNN RI di Lido Bogor

GPM-R berharap aksi ini dapat membawa perhatian serius dari pihak berwenang untuk menangani kasus dugaan perambahan hutan dan alih fungsi kawasan hutan di Desa Danau Sontul.

Setelah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat malam (18/07/2025), Camat Kampar Kiri Hulu, Bustamar S.Pd, membantah dugaan perambahan hutan lindung dan alih fungsi kawasan hutan menjadi kebun kelapa sawit di Desa Danau Sontul yang melibatkan dirinya. Menurut Bustamar, luas lahan yang terindikasi terlibat tidak mencapai 5 hektar, tepatnya hanya 4,7 hektar. Itupun milik anaknya selaku putra asli kampar kiri hulu, bukan miliknya jauh sebelum sebagai seorang pejabat ditingkat wilayah kecamatan.

Bustamar mempertanyakan sumber data yang digunakan oleh Gerakan Pemuda Mahasiswa-Riau (GPM-R) dalam membuat tuduhan tersebut. GPM-R sebelumnya menyatakan bahwa lahan yang diduga dikuasai oleh Bustamar mencapai puluhan hektar.

Bustamar mengizinkan tembusan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh GPM-R di Polda Riau pada Senin, 21 Juli 2025. Aksi tersebut menuntut pemeriksaan Bustamar terkait dugaan penguasaan lahan kawasan hutan lindung tanpa izin, penyelidikan alih fungsi kawasan hutan, penangkapan pelaku dugaan jual beli lahan, pencopotan Bustamar dari jabatannya, dan audit kerugian negara.

Perlu klarifikasi lebih lanjut mengenai perbedaan data fakta antara GPM-R dan Bustamar terkait kasus ini. ***

Berita Terkait

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat
PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT
Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman
Duduk Bersama Warga, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Andra Nosa S, H., M. H Garansi Kamtibmas Aman dan Kondusif
Polsek Singingi Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat Melalui Layanan Kepolisian 110, Dua Rakit Peti Ditindak
Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga, Kapolsek Kuantan Hilir Gelar Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Dua Rakit PETI di Sekitar Venue Dayung Kebun Nopi
Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Sungai Batang Kuantan, Dua Rakit Dimusnahkan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:53

Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:24

SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!

Berita Terbaru