KOTA BIMA, //TintaPos.Com// – 4 April 2026 – Anggota DPRD Kota Bima dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Mpunda, Iwan Qamaruzzaman, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Kelurahan Penatoi, Sabtu (4/4). Kegiatan ini difokuskan untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya dari wilayah RT 03 dan RT 04.
Dalam kesempatan tersebut, Iwan memaparkan sejumlah janji politik dan usulan pembangunan yang telah diajukan. Untuk wilayah Kelurahan Penatoi, direncanakan pembangunan drainase sepanjang 600 meter dan jalan rabat beton sepanjang 400 meter, yang akan didistribusikan di kelurahan tersebut. Selain infrastruktur, pembangunan kandang sapi juga masuk dalam usulan program.
Namun, Iwan juga menyampaikan tantangan yang dihadapi terkait kondisi keuangan daerah saat ini. Ia menegaskan bahwa usulan tersebut sudah diajukan, namun pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan.
“Kami sudah mengusulkan proyek-proyek tersebut, mulai dari drainase sekitar 600 meter dan rabat beton 400 meter. Mudah-mudahan tidak ada halangan, apalagi melihat keadaan efisiensi anggaran saat ini,” ujar Iwan.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak hanya bergantung pada proyek pemerintah semata, namun juga memiliki inisiatif bersama dalam pembangunan wilayahnya. “Jangan hanya kita mengharapkan proyek, sedikitpun tidak ada inisiatif,” tegasnya.
Warga Sampaikan Keluhan Serius
Sementara itu, perwakilan warga RT 04, Faisal, menyampaikan keluhan yang cukup mendesak terkait kondisi drainase. Menurutnya, surat permohonan perbaikan sebenarnya sudah diajukan ke Dinas PUPR Kota Bima sejak Desember 2025, namun hingga saat ini belum terealisasi.
Faisal menjelaskan, kondisi drainase induk di Jalan Pemuda dan saluran di RT 04 saat ini sangat memprihatinkan karena banyak tertimbun lumpur. Hal ini menyebabkan aliran air menjadi tidak lancar dan sering terjadi genangan.
“Kami minta perbaikan segera dilakukan karena air yang menggenang ini menimbulkan dampak berbagai penyakit. Faktanya, sudah ada warga RT 04 yang terkena penyakit malaria akibat kondisi ini,” ungkap Faisal.
Menanggapi hal tersebut, Iwan Qamaruzzaman memastikan akan kembali mendorong dan memperjuangkan agar usulan perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut segera dapat dieksekusi, mengingat kondisi yang sudah sangat mendesak dan mengancam kesehatan masyarakat.
Red.
(Adim Kaperwil-ntb)





















