Pelaku Terancam 9 Bulan Penjara,Jerat Bagi Pelaku Topeng Monyet

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Pelarangan topeng monyet sebelumnya memang sudah digaungkan oleh sebuah lembaga pecinta binatang khusus monyet, Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

Saat ini pelaku topeng monyet juga bisa dijatuhi hukuman pidana. Dalam pasal 302 KUHP mengatur tentang tindak pidana penganiayaan hewan (ringan dan berat) dengan ancaman penjara maksimal 9 bulan.
Monyet ekor panjang dengan nama latin Macaca fascicularis menjadi primata yang dipakai untuk atraksi topeng monyet.

Tingkahnya cukup menggemaskan, karena bisa salto, bisa pergi ke pasar,dan mengendarai motor-motoran.Kapan saja, si pawang topeng monyet bisa secepat mungkin memanggil monyet itu, dengan cukup menarik rantainya.

Sayangnya dalam atraksi topeng monyet itu, mereka tidak benar-benar unjuk gigi. Ada rantai yang mengikat leher si monyet.

“Dalam KUHP terbaru, pelaku topeng monyet itu bisa dijatuhi pidana,” ucap Ariyanti, Polhut Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Jember.

Selain KHUP yang menjadi dasar hukumnya, juga terdapat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Pasal 66 Ayat 2g.

Selain sudah diatur dalam undang-undang, monyet dijadikan sebagai objek atraksi topeng monyet juga merenggut kebebasan monyet itu sendiri.

Salah satunya adalah monyet dikurung dalam kandang berukuran kecil. Dalam kandang kecil, tentu monyet dapat mengalami stres. Serta rentan terpapar virus penyakit.

Ariyanti menambahkan, pada tahun 2019 lalu melalui surat edaran dari Gubernur Jatim juga ada pelarangan pertunjukan topeng monyet.

Tak hanya itu saja, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada 2025 lalu juga mengeluarkan surat untuk melakukan pengendalian topeng monyet yang bisa bekerjasama dengan kepolisian hingga Satpol PP.

Baca Juga:  Pastikan Kesiapan Layanan Mudik Lebaran, Menko Polkam tinjau St. Gambir dan Tm. Kampung Rambutan

Dalam nota surat dari Dirjen KSDAE Kemenhut, berdasarkan hasil monitoring dan pemeriksaan lapangan masih ditemukan aktifitas pertunjukan topeng monyet di beberapa kota di Indonesia.

Sementara itu, pemilik topeng monyet yang akhir Februari kemarin dua ekor monyetnya disita Bidang KSDA Wil III Jember, Sutisna justru mengaku, hewan tersebut bukan miliknya.

Pria 53, warga Jalan Mandiri, Kampung Tanah Merah, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, menyebut dua monyet itu disewa dari seseorang di Jakarta.

Kemudian, Sutisna datang ke Jember untuk mencari penghasilan dengan menghibur warga menggunakan topeng monyet dan menerima imbalan seikhlasnya. “Saya merantau mencari kerja. Monyet ini sewaan,” ujarnya.

Awalnya, Sutisna sempat menolak saat petugas hendak mengamankan kedua monyet tersebut.

Namun setelah diberikan penjelasan oleh petugas BKSDA bersama Kanit Reskrim Polsek Kencong mengenai aturan dan ketentuan pemanfaatan satwa liar, ia akhirnya bersedia menyerahkan hewan tersebut untuk diamankan.

Dilansir dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, perpindahan penyakit dari manusia ke hewan atau sebaliknya dapat terjadi melalui cakaran, percikan ludah, cairan tubuh, gigitan, dan kontak dengan barang atau benda yang telah terkontaminasi dengan penyakit.

Penyakit yang bisa ditularkan adalah campak dan TBC. Tak hanya itu, monyet yang dipertunjukkan di topeng monyet juga rentan terhadap penyakit cacingan dan infeksi radang gusi karena pencabutan gigi yang dilakukan secara paksa.

Hal ini dapat memicu terjadinya perburuan, perdagangan illegal dan exploitasi satwa yang tidak menerapkan etika kesehatan dan kesejahteraan satwa (animal welfare) dan berakibat juga pada perpindahan penyakit dari satwa ke manusia atau sebaliknya (zoonosis).(redjatim)

Berita Terkait

Polsek Cerenti Tindak Lanjuti Laporan Layanan Kepolisian 110 Terkait Aktivitas PETI di Sungai Kuantan
Polres Kuansing Tertibkan 67 Rakit PETI dan 5 Asbuk di 22 TKP Dalam Sepekan
Nurul Angely Juara Bintang Radio Kuansing 2026, Pemkab Apresiasi PAPPRI dan Kominfoss
Warga Kambuhapang Pertanyakan Status Tanah Kampung dan Sawah yang Diklaim Dinas Peternakan
Wakil Ketua Yayasan hadiri Santri Saat Subuh, Perkuat Pembinaan Ibadah dan Akademik di PMT Hamka Padang
Acara Kenal Pamit Polda Sumsel Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Pengabdian Bersama Masyarakat
Kapolda Sumsel Instruksikan Pejabat Baru Langsung Bekerja Kawal Agenda Nasional dan Kamtibmas
PMT Prof. Dr. Hamka Padang Perkuat Nilai Kepedulian, Zulkifli Aziz Jenguk Wakil Asrama Putri yang Sakit
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:11

MENUAI PROTES, PENERAPAN PARKIR DIGITAL RSUD KOTA BIMA DIDUGA CACAT PROSEDUR DAN TAK TERENCANA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:49

 BANGUN RUMAH BANGUN HARAPAN — BAZNAS NTB BERSAMA BAZNAS KOTA BIMA BINA CALON PENERIMA RUMAH LAYAK HUNI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:35

SIARAN PERS  BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:37

MEDAN BATU LEBIH BERAT, UPAH CUMA Rp15 RIBU PER METER — SAMA AJA HISAB KERINGAT RAKYAT, BAPEKA-NTB SOROT KETIMPANGAN PROYEK SPAM RITE

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:57

KETUA KOMISI I DPRD KOTA BIMA HADIRI HUT KE-81 TNI: PERKUAT SINERGI, JAGA KEDAULATAN DAN KETENANGAN DAERAH

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:49

Hadiri Parade HUT ke-81 TNI, Kapolda Sumsel Tekankan Soliditas TNI-Polri

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:23

REAKSI KERAS KORWIL KSBSI NTB / KETUA DPC FSBSI BIMA ATAS PUTUSAN MA LALU: SOMASI PONPES IMAM SAFI’I KOTA BIMA DAN SERET OKNUM PNS PELANGGARAN BERAT KE BKN, KEMENDAGRI, DAN POLDA NTB

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:32

Ketua Umum DPP GMR Soroti Gangguan Jaringan Dukcapil Kabupaten Bima, Sudah Tiga Hari Masyarakat Menanti Kepastian Pelayanan

Berita Terbaru