RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

SINDIKAT PENCURI TERNAK BERAKSI DI DESA WUNDUT, 10 EKOR KUDA MILIK ANTONIUS UMBU JUKU LENYAP DALAM SEMALAM

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 16:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBA TIMUR //tintapos.Com// – Maraknya kasus pencurian ternak besar seperti kuda, kerbau, dan sapi di wilayah Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, kini semakin meresahkan masyarakat. Aksi pencurian yang diduga dilakukan oleh kelompok terorganisir atau sindikat pencuri ternak ini menimbulkan kekhawatiran bagi para peternak yang menggantungkan hidupnya dari usaha ternak.

Salah satu korban pencurian ternak tersebut adalah Antonius Umbu Juku, warga Desa Wundut, Kecamatan Lewa. Ia kehilangan 10 ekor kuda miliknya yang diduga dicuri pada malam hari, Senin 2 Februari 2026 di lokasi padang penggembalaan tempat ternaknya biasa merumput.

Saat dikonfirmasi Wartawan SJ KPK di kediamannya beberapa waktu lalu, Antonius Umbu Juku menjelaskan bahwa dirinya baru mengetahui ternaknya hilang pada sekitar pukul 15.00 WITA ketika ia pergi memeriksa kuda-kudanya di padang penggembalaan.

“Setelah saya tiba di lokasi tempat kuda-kuda itu biasa merumput, saya sangat terkejut karena semuanya sudah tidak ada. Sepuluh ekor kuda milik saya sudah hilang,” ungkap Anton.

Menyadari ternaknya telah dicuri, Anton bersama saudara-saudaranya segera melakukan pencarian dengan menyusuri beberapa desa di sekitar wilayah Kecamatan Lewa. Dari hasil pencarian tersebut, satu ekor kuda berhasil ditemukan, sementara sembilan ekor lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.

MELAPOR KE POLSEK LEWA

Untuk mendapatkan perlindungan hukum serta bantuan dalam proses pencarian, Antonius Umbu Juku kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lewa pada tanggal 3 Februari 2026.

Menurut Anton, pihak Polsek Lewa merespons laporan tersebut dengan baik dan menyatakan siap menindaklanjuti kasus pencurian ternak tersebut.

Dalam proses pencarian, Anton juga mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa salah satu kuda miliknya berada di wilayah Laoli, Kabupaten Sumba Barat. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada pihak Polsek Lewa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Buser Polres Sumba Timur bersama anggota Polsek Lewa bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Dari hasil operasi tersebut, satu ekor kuda milik Antonius Umbu Juku berhasil ditemukan dan diamankan.

Saat ini kuda tersebut berada dalam pengamanan Polres Sumba Timur sebagai barang bukti, sementara proses penyelidikan terhadap para pelaku masih terus dilakukan.

Baca Juga:  Ruas jalan Propinsi Puluhan Tahun Rusak Tak Pernah Diperbaiki, Ratusan Masyarakat Kecamatan Buntu Pane Asahan Lakukan Demo

HARAPAN DAN KELUHAN KORBAN

Sebagai korban pencurian ternak, Antonius Umbu Juku bersama keluarganya berharap pihak Polres Sumba Timur dan Polsek Lewa dapat segera menangkap para pelaku pencurian serta membantu menemukan sembilan ekor kuda lainnya yang masih hilang.

Anton menjelaskan bahwa ternak kuda tersebut merupakan hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun.

“Kuda-kuda itu kami pelihara sudah belasan tahun. Itu hasil kerja keras kami. Karena itu kami sangat berharap agar kuda kami yang hilang bisa ditemukan kembali,” katanya dengan nada sedih.

Ia juga berharap para pelaku pencurian dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku, sehingga memberikan efek jera bagi pelaku serta rasa aman bagi masyarakat.

“Kami berharap aparat kepolisian dapat membantu kami rakyat kecil. Kami ingin para pelaku ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” ujar Anton.

DIDUGA DILAKUKAN SINDIKAT

Menurut informasi yang diterima korban, beberapa nama yang diduga terlibat dalam kasus pencurian tersebut sudah dikantongi oleh pihak Polsek Lewa dan Polres Sumba Timur. Namun hingga kini proses penyelidikan masih terus berjalan.

Masyarakat Kecamatan Lewa menilai bahwa maraknya pencurian ternak belakangan ini diduga dilakukan oleh sindikat pencuri ternak yang memiliki jaringan luas. Aksi para pelaku tidak hanya dilakukan pada malam hari, tetapi juga bisa terjadi pada siang hari ketika pemilik ternak lengah.

Karena itu masyarakat berharap aparat keamanan dapat meningkatkan patroli dan pengawasan, khususnya di wilayah padang penggembalaan ternak yang selama ini menjadi sasaran empuk para pelaku.

Masyarakat juga meminta tindakan tegas dari aparat penegak hukum terhadap pelaku pencurian ternak, sehingga dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari.

Maraknya pencurian ternak di wilayah Kecamatan Lewa saat ini dinilai sangat merugikan masyarakat kecil yang menggantungkan sumber penghidupan dari usaha peternakan.

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru