Solok //TintaPos.Com// – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Tanjung Balik Sumiso, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, hingga kini masih jauh dari kata memiliki fasilitas pendidikan yang memadai. Kondisi tersebut disampaikan oleh salah seorang guru, Ramadanisyah Putra, S.Pd., pada 29 April 2026.
Ramadanisyah Putra, yang akrab disapa Aseng, mengatakan bahwa sekolah yang berada di daerah pelosok itu masih minim perhatian dari pemerintah daerah. Menurutnya, pendidikan di wilayah terpencil sudah seharusnya menjadi perhatian khusus, terutama di Kabupaten Solok.
“Fasilitas di sekolah ini sangat memprihatinkan sehingga guru-guru belum bisa memanfaatkan sarana pendidikan secara maksimal,” ujar Aseng.
Ia menjelaskan, SDN 11 Tanjung Balik Sumiso saat ini hanya memiliki empat ruang kelas. Dari jumlah tersebut, salah satunya digunakan sebagai ruang majelis guru. Selain itu, fasilitas penunjang lainnya, seperti sarana olahraga, juga sangat terbatas.
Tidak hanya itu, ketika hujan deras turun, sekolah kerap dilanda banjir. Kondisi tersebut pernah terjadi pada tahun 2023 dan menjadi bukti bahwa sekolah ini masih menghadapi banyak persoalan yang belum mendapat perhatian serius.
“Bukan hanya akses jalan yang sulit, tetapi kondisi sekolah juga memprihatinkan saat musim hujan. Apakah karena letaknya terpencil sehingga kurang diperhatikan?” tambahnya.
Dengan jumlah 21 orang murid, kondisi tersebut dinilai belum layak untuk menunjang proses belajar mengajar secara optimal. Akses menuju sekolah pun masih sulit dan jauh dari perhatian pemerintah.
“Sudah seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten Solok membenahi kondisi sekolah ini agar anak-anak di pelosok juga mendapatkan hak pendidikan yang layak,” lanjut Aseng.
Sementara itu, Kepala SDN 11 Tanjung Balik Sumiso, Yumanila, mengatakan bahwa keterbatasan fasilitas dan tenaga pendidik menjadi tantangan besar bagi sekolah tersebut.
Saat ini, sekolah hanya memiliki satu kepala sekolah, empat guru kelas, satu guru agama, dan satu tenaga kependidikan.
“Ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pendidikan di daerah pelosok masih rendah. Sudah puluhan tahun Indonesia merdeka, namun SDN di Tanjung Balik Sumiso masih merasakan berbagai keterbatasan hingga hari ini,” ujar Yumanila. Budi





















