TKW Juwiati dari Bima Terbaring Lemah Setelah Stroke, Keluarga Merindu dan Minta Bantuan Bawa Pulang

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2026 - 07:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten bima //TintaPos.Com// – Mata Ida Farida (45) menjadi merah saat berbicara tentang saudara perempuannya, Juwiati (36). Seorang anak desa dari Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pergi ke Malaysia bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) kurang lebih enam bulan lalu dengan harapan bisa mengubah nasib keluarga, kini terbaring lemah dan tidak bisa bergerak karena stroke dan kelumpuhan.

“Kita selalu berdoa agar dia sehat dan aman di sana… tidak menyangka sampai kondisi ini datang begitu tiba-tiba,” ujar Ida dengan suara menggigil. Di rumah sederhana mereka di Desa Boro, dinding masih terlihat tembok semen polos, dan sebagian furnitur hanya barang bekas yang dirakit kembali. Juwiati adalah tulang punggung ekonomi keluarga – dia yang selalu mengirim uang untuk biaya sekolah dua keponakan, membeli obat untuk ibunya yang sudah lansia, dan mencukupi kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa terpenuhi hanya dari hasil bercocok tanam milik keluarga.

“Buahnya dari kebun kita cuma cukup buat makan sehari-hari, kalau ada kebutuhan besar seperti sekolah atau obat, semuanya bergantung pada uang yang dikirim Wiati,” jelas Ida sambil menunjuk ke arah kebun pisang dan jagung yang terletak tak jauh dari rumah mereka. Ibu mereka, Mak Aminah (68), hanya bisa duduk di depan rumah sambil memegang foto Juwiati, air matanya terus mengalir tanpa bisa dihentikan. “Anakku baik hati… dia selalu bilang ingin bangun rumah baru buat kita semua,” ucap Mak Aminah dengan suara pelan.

Juwiati, yang bekerja di Kuala Lumpur dan pernah tinggal di kawasan Negeri Perak Ipoh, didiagnosis menderita tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, hingga menyebabkan pecah pembuluh darah di otak. Akibatnya, bagian tubuh sebelah kirinya lumpuh total – dia tidak bisa berjalan, tidak bisa menggerakkan tangan, bahkan kesulitan untuk berbicara.

Baca Juga:  Alka Group Berbagi Sembako untuk Warga Terdampak Bencana di Kota Padang

Ia sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit lokal Malaysia, namun harus dikeluarkan karena tidak mampu membayar biaya pengobatan yang terus meningkat. Kini, dia hanya bisa terbaring di tempat tinggal temannya, dengan kondisi tubuh yang membengkak dan membutuhkan perawatan intensif setiap hari.

“Kakaknya yang sering komunikasi dengannya bilang, adikku selalu menangis ketika menyebutkan kampung halaman… dia merindukan tanah air, merindukan makan sambal yang kita buat bersama, dan selalu menanyakan kabar neneknya yang sudah tidak bisa melihat dengan jelas,” cerita Kakak kandung Juwiati yang disapa Ayu.

Keluarga yang tinggal jauh di tanah air hanya bisa menangis dan berdoa dari kejauhan. Mereka berharap pemerintah pusat, Provinsi NTB, hingga Pemkab Bima bisa memberikan perhatian khusus untuk membantu proses pemulangan Juwiati. Mereka juga mengirimkan doa dan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto, Gubernur NTB, dan Bupati Bima agar bisa memberikan tangan bantu agar sang ibu tunggal ini bisa kembali ke pangkuan keluarga dan mendapatkan perawatan yang layak.

“Kita tidak mau apa-apa, hanya ingin bisa membawanya pulang… biar bisa merawatnya dengan cinta di rumah sendiri, biar dia bisa melihat kebun yang dia selalu rawat, dan bisa berada di sisi orang-orang yang mencintainya,” ucap Ida sambil menahan tangis, sementara dua keponakan Juwiati berdiri di belakangnya, masih mengenakan seragam sekolah bekas yang dibelikan oleh bibinya yang kini sedang terpuruk jauh di negeri orang.

 Red.

Berita Terkait

GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR
REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:24

GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:59

REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:35

Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:46

Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:47

Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:05

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:53

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:34

PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT

Berita Terbaru