BPBD Jember Mengimbau Masyarakat untuk Tetap Waspada Menyusul Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dari BMKG yang Masih Berlaku di Wilayah Jember dan Sekitarnya

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 11:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// -BPBD mencatat sedikitnya 20 titik banjir yang tersebar di Kecamatan Patrang, Kaliwates, Sumbersari, Pakusari, Kalisat, dan Rambipuji, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga dua meter. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat 1.271 kepala keluarga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Bedadung setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup panjang. Peristiwa banjir terjadi pada Senin malam, dengan ketinggian air di sejumlah lokasi mencapai lebih dari satu meter, sehingga sebagian warga harus dievakuasi.

Kepala BPBD Jember,Edi Budi Susilo mengatakan bahwa banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi sejak siang hingga malam hari.

“Hujan berlangsung cukup lama dengan intensitas bervariasi, mulai ringan sampai lebat, bahkan disertai angin kencang. Kondisi itu menyebabkan beberapa sungai tidak mampu menampung debit air,” ujarnya.
Menurutnya, tidak hanya Sungai Bedadung yang meluap, namun sejumlah sungai lain juga ikut berdampak.

“Beberapa aliran sungai seperti Kalijompo, Rembangan, Mayang, Gila, dan Sungai Dinoyo ikut meluap dan menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan,” katanya.

Di Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, genangan air setinggi 80 hingga 120 sentimeter merendam puluhan rumah warga. Dampak banjir juga dirasakan di kawasan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.
“Di wilayah Kepatihan, ratusan rumah terdampak, bahkan satu dapur warga dilaporkan roboh akibat derasnya arus banjir,” ujarnya

Baca Juga:  Lebaran Lebih Nyaman, Jalan Mulus Ubah Wajah Silaturrahmi Warga Pesanggaran Banyuwangi

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur publik. Jembatan di Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, dilaporkan putus setelah tergerus arus sungai. “Jembatan sementara tidak bisa dilalui karena sebagian konstruksinya tergerus. Kerusakannya cukup parah dan membutuhkan penanganan segera,” katanya.

Wilayah dengan dampak terparah tercatat di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, dengan jumlah warga terdampak mencapai 429 KK.

“Hingga Selasa dini hari, tim BPBD bersama relawan masih melakukan penanganan di lokasi tersebut,” ujarnya.

Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat ketinggian air yang mencapai lebih dari 1,2 meter, seperti di Perumahan Villa Indah, Kelurahan Tegal Besar.

“Kami telah mendirikan beberapa tenda keluarga sebagai tempat pengungsian sementara sambil menunggu kondisi benar-benar aman,” kata Edi.
Sementara itu, di kawasan Jalan Melon, Kecamatan Patrang, satu rumah dilaporkan hanyut dan empat kepala keluarga mengungsi ke mushalla setempat.

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD bersama instansi terkait telah menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah titik terdampak.

“Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, paket kebutuhan pokok, peralatan masak, selimut, matras, serta perlengkapan khusus untuk lansia dan balita,” jelasnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG yang masih berlaku di wilayah Jember dan sekitarnya. (red)

Berita Terkait

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan
GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR
REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:01

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:24

GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57

Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:35

Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:46

Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:47

Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:05

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:53

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat

Berita Terbaru