KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Kebalnya ‘Awe-Awe’ Gumitir Dalam Bertahan di Tengah Kabut Di Bulan Puasa

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Sore itu, kabut tipis menggantung di Jalur Gumitir. Deru mesin truk dan bus bersahutan, menembus tikungan demi tikungan yang menghubungkan Jember–Banyuwangi.

Setiap bulan Ramadan, jumlah “awe-awe” di Jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, meningkat dibanding bulan biasa.

Mereka berdiri di tikungan dan tanjakan untuk mengharap pemberian dari sopir yang melintas, mulai dari uang, rokok hingga buah.

Di antara suara rem berdecit dan klakson panjang, sosok-sosok berdiri di tepi jalan, melambai kepada kendaraan yang melintas.
Mereka dikenal dengan sebutan “awe-awe”.

Setiap Ramadan tiba, jumlah mereka selalu bertambah. Jika di bulan biasa hanya wajah-wajah lama yang setia menunggu di tikungan, maka di bulan penuh berkah ini, para pendatang baru mulai bermunculan.

Hampir di setiap tikungan, ada yang berdiri dengan tangan terangkat, berharap recehan, sebungkus rokok, atau sekadar lemparan buah dari sopir yang melintas.
Bagi para awe-awe, Jalur Gumitir di bulan Ramadan adalah ruang bertahan hidup. Di antara tikungan tajam dan jurang yang menganga, mereka menunggu berkah yang melintas di atas roda-roda besar

Sebagian datang sendiri. Sebagian lagi membawa anak-anaknya.Di sebuah tikungan, tampak perempuan muda menggendong balita. Tak jauh dari situ, dua anak usia sekolah berdiri terpisah dari ibunya, memilih titik masing-masing untuk mengais rezeki.

Baca Juga:  Erasmus dan Hak atas Pesisir: Ini Bukan Soal Facebook, Ini Soal Ruang Hidup

Ramadan bagi mereka bukan hanya bulan ibadah, tapi juga musim harapan.Di antara kerumunan itu, berdiri sosok renta. Nenek Hartatik 80 tahun, warga Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.

Tubuhnya ringkih, namun ia tetap tegak menghadap kendaraan yang melintas. Tangannya terangkat pelan setiap kali truk melambat di tanjakan. “Ramadan begini lebih ramai,” ucapnya singkat.

Bagi Tosari, warga Sempolan, Kecamatan Silo, fenomena ini sudah menjadi pemandangan tahunan. Ia menempati posnya di sebelah barat puncak Gumitir.

“Kalau bukan bulan puasa, ya orang-orang lama saja. Tapi kalau sudah Ramadan, yang baru mulai berdatangan,” katanya.

Menurutnya, menjelang Idul Fitri jumlahnya bisa lebih banyak lagi. Bahkan kini, tak hanya siang hari, malam pun ada yang tetap bertahan di tikungan.

Di Pos 6, tempat Tosari biasa berdiri, para sopir sudah hafal betul dengan gaya khasnya. Setiap kendaraan mendekat, ia melangkah ke tengah jalan dan berteriak, “Yak, kadek!” dengan logat yang menjadi ciri khasnya.Sebagian sopir tersenyum. Ada yang melempar uang kertas yang terlipat kecil.

Ada pula yang melempar sebungkus rokok atau buah dari bak truk.Tergantung muatan dan kemurahan hati masing-masing.Pantauan di lapangan menunjukkan hampir setiap tikungan kini “berpenghuni” awe-awe. Mereka berdiri di titik-titik rawan di tanjakan, di tikungan tajam, atau menjelang puncak.(red)

Berita Terkait

Golkar Tolitoli Lakukan Klarifikasi Internal Terkait Penyaluran Bantuan Ayam Petelur
Penyaluran Pokir DPRD Tolitoli Disorot, Bantuan Ayam Petelur Dinilai Tidak Tepat Sasaran
Kuansing Surganya Bagi Pelaku PETI (Mesin Robin atau Setingkai) , Amri diduga Pemodal Kakap Kegiatan Ilegal Tersebut, Kapolsek Singingi Diminta Tegas Berantas Aktivitas PETI
Lapor Pak Kapolda Riau, Tangkap Sitorus Warga Desa Sungai Kuning F3 Diduga Pemilik dan Pemodal Aktivitas PETI di Desa Pasir Emas
Pemuda Penatoi Hentikan Pekerjaan PT Brantas Abipraya, Tuntut Janji Pemberdayaan & Legalitas Izin
Dansecata Hadiri Acara Halal’ Bihalal PWSS Kota Bitung, Letkol Inf Ade Sampaikan Hal Ini
Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Rangkaian Ibadah Paskah 2026 di Gereja Santo Yoseph Palembang
PADANG PARIAMAN HADAPI SEJUMLAH PERSOALAN PUBLIK, MASYARAKAT SOROT PERAN PEMERINTAH DAN WAKIL RAKYAT
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 15:47

Golkar Tolitoli Lakukan Klarifikasi Internal Terkait Penyaluran Bantuan Ayam Petelur

Minggu, 5 April 2026 - 15:46

Penyaluran Pokir DPRD Tolitoli Disorot, Bantuan Ayam Petelur Dinilai Tidak Tepat Sasaran

Minggu, 5 April 2026 - 15:44

Kuansing Surganya Bagi Pelaku PETI (Mesin Robin atau Setingkai) , Amri diduga Pemodal Kakap Kegiatan Ilegal Tersebut, Kapolsek Singingi Diminta Tegas Berantas Aktivitas PETI

Minggu, 5 April 2026 - 14:10

Lapor Pak Kapolda Riau, Tangkap Sitorus Warga Desa Sungai Kuning F3 Diduga Pemilik dan Pemodal Aktivitas PETI di Desa Pasir Emas

Minggu, 5 April 2026 - 12:23

Pemuda Penatoi Hentikan Pekerjaan PT Brantas Abipraya, Tuntut Janji Pemberdayaan & Legalitas Izin

Minggu, 5 April 2026 - 09:18

Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Rangkaian Ibadah Paskah 2026 di Gereja Santo Yoseph Palembang

Minggu, 5 April 2026 - 03:42

PADANG PARIAMAN HADAPI SEJUMLAH PERSOALAN PUBLIK, MASYARAKAT SOROT PERAN PEMERINTAH DAN WAKIL RAKYAT

Minggu, 5 April 2026 - 03:38

PADANG PARIAMAN SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA! Pemerintah Di Mana? Wakil Rakyat Ke Mana?

Berita Terbaru