Selama 12 Tahun Warga Muktisari Jember Terjebak Banjir

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 03:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Pengembang disinyalir mengabaikan ketentuan minimal sempadan sungai demi keuntungan materi, sementara warga harus membayar harganya dengan trauma setiap kali hujan deras mengguyur.

Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa banjir rutinan di Jember bukan saja faktor alam, namun kelalaian dan lemahnya pengawasan terhadap pengembang nakal jugo disebut-sebut biang kerok.

Praktik lancung pembangunan perumahan yang diduga menabrak aturan sempadan sungai terus mengemuka belakangan ini.

Setelah warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar, kini giliran warga Perumahan Muktisari Tahap III, Kelurahan Kranjingan, Sumbersari, mengadukan nasib mereka ke Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Pemkab Jember, dengan kasus serupa.
Terakhir, pada awal Februari 2026, belasan kepala keluarga kembali terendam, menambah daftar panjang penderitaan warga yang seringkali harus berjaga semalam suntuk karena takut air bah menerjang masuk ke dalam rumah.

Satgas sendiri juga mengendus indikasi pemanfaatan badan sungai untuk permukiman sebagai biang kerok bencana. Satgas menyatakan fokus mencari sumber masalah sekaligus penanganan dampaknya.

Baca Juga:  Wujud Sinergitas, Polsek Kabat Rangkul 4 Pilar Perguruan Silat Kabat dalam Aksi Bagi Takjil dan Buka Bersama

“Setiap hujan deras kami selalu was-was. Banyak warga sampai tidak tidur untuk berjaga karena takut air masuk ke rumah,” aku Tedi Agil, kepada Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Pemkab Jember, di forum audiensi di Aula Praja Mukti, Kantor Pemkab Jember.

Aduan ini mengungkap fakta miris: warga telah terjebak dalam siklus banjir tahunan selama lebih dari satu dekade sejak 2014, akibat hunian yang dipaksakan berdiri di bantaran sungai.

“Ada indikasi pelanggaran batas sempadan sungai yang harus ditelusuri. Banjir di Muktisari ini langganan tiap musim hujan,” urai Anggota Satgas yang juga Kepala Bapperida Jember, Widodo Julianto.

Kritik tajam mengarah pada pengembang PT Akar Bumi Pertiwi yang dinilai warga tidak menunjukkan tanggung jawab memadai meski persoalan ini telah berlarut selama bertahun-tahun. Kesan cuci tangan pengembang membuat warga merasa terjebak di hunian yang sejak awal cacat secara tata ruang.(red)

Berita Terkait

Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Warga Sebut BUJANG di Duga buka Usaha Pemurnian Emas Ilegal di desa Kalimanting, APH diminta Tangkap Pelaku Ilegal
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat
PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT
Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57

Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:35

Warga Sebut BUJANG di Duga buka Usaha Pemurnian Emas Ilegal di desa Kalimanting, APH diminta Tangkap Pelaku Ilegal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:46

Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:05

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:53

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:34

PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:52

Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:47

Duduk Bersama Warga, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Andra Nosa S, H., M. H Garansi Kamtibmas Aman dan Kondusif

Berita Terbaru