RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Jelang Idulfitri, Harga Daun Bawang di Tenggarong Melonjak hingga Rp50 Ribu per Kilogram

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTAI KARTANEGARA //TintaPos.Com// – Kenaikan harga bahan pokok kembali terjadi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan signifikan adalah daun bawang, yang kini menembus harga Rp50 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional.

Pantauan di lapangan pada Rabu (4/3/2026) menunjukkan harga daun bawang meningkat tajam dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Lonjakan ini turut dirasakan pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada komoditas tersebut sebagai bahan baku utama.

Sunarti, seorang pedagang sayur di Tenggarong, mengaku kenaikan harga terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut tingginya permintaan masyarakat selama Ramadan menjadi faktor utama.

“Permintaan meningkat karena banyak warga yang memasak untuk berbuka puasa dan persiapan lebaran. Harga dari distributor sudah naik, jadi kami menyesuaikan. Sekarang daun bawang Rp50 ribu per kilogram,” ujarnya.

Selain daun bawang, harga bawang bombai juga mengalami kenaikan dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara bawang putih naik dari Rp33 ribu menjadi Rp36 ribu per kilogram. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kuliner yang harus memutar strategi agar tetap bertahan.

Rahmat, salah satu pelaku UMKM makanan di Tenggarong, mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan baku membuat biaya operasionalnya membengkak. Meski demikian, ia belum berani menaikkan harga jual produknya secara signifikan.

Baca Juga:  Kapolres Bitung Persembahkan Kado Terindah, Polres Bitung Raih Juara I Lomba Line Dance PJU Tingkat Polda Sulut

“Kalau harga makanan langsung dinaikkan, pelanggan bisa berkurang. Jadi untuk sementara kami kurangi margin keuntungan agar tetap bisa bersaing,” katanya.

Fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bukan hal baru. Setiap tahun, pola serupa terjadi akibat peningkatan konsumsi rumah tangga yang cukup tinggi selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara, Sayid Fathullah, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan pasar. Untuk mengendalikan harga, kami melaksanakan Operasi Pasar Murah atau Gerakan Pangan Murah di beberapa titik strategis,” jelasnya.

Menurutnya, program tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menekan laju inflasi daerah. Disperindag juga terus melakukan pemantauan rutin ke pasar serta berkoordinasi dengan distributor dan pemasok guna memastikan pasokan tetap aman.

Pemerintah daerah mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memperburuk situasi harga. Masyarakat pun diminta berbelanja sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata.

Dengan intervensi pemerintah melalui operasi pasar dan pengawasan yang intensif, diharapkan lonjakan harga dapat ditekan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Tenggarong, tetap berjalan stabil selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Penulis : Anggi Triomi

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru