Angin Kencang Kapal Susah Sandar, Arus Balik Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Tersendat

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, Tintapos.com//-Arus balik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi terpantau ramai, Berdasarkan data posko Ketapang, sebanyak 43.963 orang menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali pada periode H+4 Lebaran

Namun, arus kendaraan di pelabuhan yang menghubungkan Jawa-Bali tersebut mengalami gangguan sejak dua hari terakhir karena angin kencang.

Kondisi cuaca pagi hari ini kita lihat dari kecepatan anginnya tadi sempat mencapai 23 knot,” kata Koordinator Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) satuan wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, Jumat (27/3/2026).Kepada biro Tintapos.com

Jika dihitung, kecepatan angin 23 knot hampir sama dengan kecepatan 42 kilometer per jam yang cukup mempengaruhi aktivitas penyeberangan.

“Mengakibatkan beberapa kapal susah sandar,” tambah Bayu.

Waktu yang dibutuhkan setiap kapal untuk proses bongkar muat pun menjadi lebih panjang.

Jika dalam kondisi normal, proses secara keseluruhan hanya sekitar 30 menit, kini bertambah 10-15 menit akibat kondisi cuaca.

Baca Juga:  Gercep, Kapal Patroli (KP) Shiptender XV-111 Ditpolairud Polda Sulut Berhasil Evakuasi Dua Orang Nelayan Yang Mengalami Musibah Perahu Tenggelam

Namun demikian, Bayu mengatakan bahwa waktu 10-15 menit masih tergolong dalam waktu yang dapat ditoleransi.

Kami mengusahakan jadwal tetap normal sehingga tidak mengganggu jadwal dan kapasitas angkut akan tetap dioptimalkan,” urai Bayu.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait pembaruan informasi cuaca yang akan dievaluasi setiap 3 jam sekali.

Atas upaya yang dilakukan, Bayu mengimbau pengguna jasa untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama apabila terjadi penundaan keberangkatan akibat penyesuaian cuaca.

Untuk operator kapal telah dinyatakan siap usai ramp check dari Kementerian Perhubungan. Namun, operasional tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan arahan dari pihak pelabuhan,” tandasnya. (Tim)

Berita Terkait

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat
PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT
Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman
Duduk Bersama Warga, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Andra Nosa S, H., M. H Garansi Kamtibmas Aman dan Kondusif
Polsek Singingi Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat Melalui Layanan Kepolisian 110, Dua Rakit Peti Ditindak
Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga, Kapolsek Kuantan Hilir Gelar Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Dua Rakit PETI di Sekitar Venue Dayung Kebun Nopi
Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Sungai Batang Kuantan, Dua Rakit Dimusnahkan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:53

Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:24

SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!

Berita Terbaru