Jember //TintaPos.Com// – Hal itu diungkapkan Dadan saat meresmikan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Cahaya Sholawat Nusantara di Desa Wringinagung, Jombang, Jember, Kamis (16/4).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memuji komitmen pemerintah daerah atas keseriusannya dalam mengelola data dan ekosistem pendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Dia menyebut Jember sebagai model nasional dalam hal akurasi penerima manfaat data. Menurutnya, kesiapan data yang disodorkan Pemkab Jember mempermudah BGN dalam melakukan penetrasi program secara cepat dan tepat sasaran.
Data yang kami miliki mampu dilengkapi secara detail oleh Pak Bupati. Saya optimis, MBG di sini akan maksimal, baik bagi penerima manfaat maupun ekonomi lokal,” katanya, di hadapan awak media.
Saat ini, dari kebutuhan 400 SPPG sekitar Jember, sudah ada 207 titik yang beroperasi.
“Artinya, ada Rp207 miliar per bulan uang yang mengalir dan berputar di Jember. Ini motor penggerak ekonomi yang luar biasa. Saya berharapnya segera 100 persen,” katanya.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan telah membentuk Satgas dan tim percepatan yang melibatkan hampir seluruh OPD. Baginya, program besutan Presiden Prabowo Subianto ini adalah booster ekonomi yang cukup ampuh.
“Bayangkan, perputaran uang dari MBG ini mencapai Rp4,6 triliun, sementara APBD Jember hanya Rp4,3 triliun. Artinya, ada ‘APBD kedua’ yang masuk ke Jember melalui MBG ini,” katanya, antusias.
“MBG ini multiplier effect yang nyata. Selain memperbaiki gizi anak, ekonomi rakyat ikut terangkat. Kami dan BGN berkomitmen mengawali program Presiden Prabowo ini agar sukses total di Jember,” pungkas politisi Partai Gerindra itu.
Ia juga menunjukkan bagaimana SPPG menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari ibu rumah tangga hingga para janda yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan. Hal itu diyakini efektif menekan angka kemiskinan dan kemiskinan.(pal)






















