Kabupaten Solok //TintaPos.Com// – Ikatan Mahasiswa Tigo Lurah (IKMTL) menilai masih adanya ketimpangan pendidikan di Kabupaten Solok, terutama di daerah terpencil seperti Kecamatan Tigo Lurah. Sorotan tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2026.
Pendidikan sejatinya menjadi pondasi utama dalam kehidupan masyarakat. Namun hingga hari ini, masyarakat Tigo Lurah menilai belum merasakan keadilan dan pemerataan pendidikan sebagaimana mestinya. Salah satu contohnya terlihat di SDN 12 Tigo Jangko yang hingga kini masih mengalami keterbatasan fasilitas belajar.
Fandi selaku Ketua Ikatan Mahasiswa Tigo Lurah menyampaikan bahwa Tigo Lurah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Solok. Namun sangat disayangkan, masih banyak pusat pendidikan di daerah tersebut yang belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Saudara kita di Tigo Jangko hari ini masih memakai meja yang sudah bolong dan rusak. Bahkan proses belajar mengajar masih dilakukan dengan dua kelas dalam satu ruangan. Ini tentu sangat memprihatinkan dan tidak mencerminkan pemerataan pendidikan,” ujar Fandi.
Hal senada juga disampaikan oleh Halim Fajri Ananda selaku Ketua PC Prima DMI Tigo Lurah. Ia menyoroti bahwa persoalan fasilitas pendidikan di wilayah Tigo Lurah sudah berulang kali disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang nyata.
“Persoalan ini sudah sekian kali sampai ke telinga Kepala Dinas Pendidikan, namun sampai hari ini masih belum ada langkah serius. Kami meminta pemerintah daerah segera mengambil tindakan terkait sekolah-sekolah di Tigo Lurah yang minim fasilitas. Ini adalah tanggung jawab Pemkab Solok dan harus segera diselesaikan,” tegas Halim.
IKMTL berharap momentum Hardiknas tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi pemerintah bahwa masih banyak anak-anak di pelosok negeri yang belum merasakan pendidikan yang layak. Mereka meminta adanya pemerataan fasilitas pendidikan agar seluruh siswa di Kabupaten Solok dapat belajar dengan aman, nyaman, dan bermartabat.
“Jangan biarkan mimpi anak-anak pelosok terkubur karena kelalaian pemerintah dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak. Pendidikan adalah hak seluruh anak bangsa, tanpa memandang wilayah dan keadaan,” tutup Halim





















