RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Gercep, Kapal Patroli (KP) Shiptender XV-111 Ditpolairud Polda Sulut Berhasil Evakuasi Dua Orang Nelayan Yang Mengalami Musibah Perahu Tenggelam

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung, //TintaPos.Com// – Kapal Patroli (KP) Shiptender XV-111 milik Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan pertolongan terhadap dua orang nelayan yang mengalami musibah perahu tenggelam saat sedang memancing di perairan Bitung, Selasa, 2 Juni 2026 pukul 19.30 WITA,

Sebelumnya, kedua nelayan tersebut sempat diselamatkan oleh kapal ikan lain yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, sehingga keduanya berhasil terhindar dari bahaya.

Adapun identitas kedua nelayan yang selamat adalah Steven Lembo (47 tahun) dan Vernando (20 tahun), keduanya beralamat di Manembo-Nembo dan beragama Kristen. Saat diterima petugas, keduanya dinyatakan dalam keadaan selamat dan sehat.

Selain memastikan keselamatan jiwa, KP Shiptender XV-111 juga melanjutkan upaya pertolongan dengan menarik perahu yang tenggelam tersebut menuju pesisir Kelurahan Kareko, agar dapat diperiksa dan diperbaiki lebih lanjut.

Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pokok kepolisian di wilayah perairan.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota yang terlibat. “Saya mengapresiasi kesiapsiagaan dan kerja cepat seluruh personel yang terlibat dalam penanganan musibah ini. Hal ini menunjukkan komitmen kami sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di laut,” ujarnya.

Lanjut Dirpolairud Mengharapkan bahwa, “Agar kepedulian dan kesiapsiagaan seperti ini dapat terus ditingkatkan. “Kami berharap seluruh personel senantiasa siaga 24 jam dan mampu memberikan pertolongan secepatnya ketika ada laporan.

Baca Juga:  DPRD SUMBAR BIDIK POTENSI BESAR PEMBENIHAN UDANG VANAME UNTUK GENJOT PAD

Selain itu, kami juga mengimbau seluruh nelayan untuk selalu berhati-hati, memeriksa kondisi perahu dan peralatan keselamatan sebelum melaut, serta memantau informasi cuaca agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Sementara itu, kedua nelayan yang ditolong menyampaikan bahwa, “Kami sangat berterima kasih atas pertolongan yang diberikan, baik dari kapal ikan yang melintas maupun dari petugas patroli Polairud yang datang membantu mengangkut perahu kami,” ungkap Steven mewakili rekannya.

Mereka juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kehadiran petugas di tengah laut. “Ini membuktikan bahwa ada perlindungan bagi kami nelayan. Kami merasa lebih aman mengetahui ada patroli yang siap membantu kapan saja dibutuhkan,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, mereka berharap ke depannya keamanan dan kesiapsiagaan di wilayah perairan dapat terus dijaga. “Semoga patroli laut dapat terus berjalan rutin, sehingga kami dan nelayan lainnya dapat melaut dengan perasaan lebih tenang dan aman dalam mencari nafkah untuk keluarga,” harap mereka.

Musibah ini berakhir dengan aman, dan menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga keselamatan di wilayah perairan Sulawesi Utara.

Berita Terkait

Beberapa Dokter RSUD Pasbar Ingkari Sumpah, Pasien Jadi Korban
KRITIK TEGAS: KEJARI BIMA DIANGGAP LAMBAN DAN KURANG TRANSPARAN TANGANI DUGAAN MARK-UP & KORUPSI
NS TERSOROT KASUS AJAKAN NARKOBA DAN TUDUHAN PENIPUAN, Bukti Chatan Beredar Luas
ANALISIS MENDALAM: M. ISTAS SETIAWAN S,Sos. MANTAN KETUA LDK UNIVERSITAS MBOJO BIMA BEBERKAN ALASAN MENGAPA PEMEKARAN PULAU SUMBAWA “HARUS” TERJADI
Bupati Amran Yahya Resmi Buka Kompetisi Keterampilan Pemadam Kebakaran se-Sulteng 2026 di Tolitoli
Imaam Yakhsyallah: Jadikan Musibah Sebagai Sarana untuk Mengingat Kematian
PAD Pemko Medan di Sektor Perizinan Kembali Bocor, Puluhan Rumah Type 54 Sudah Berdiri, PBG Tak Ada
Kapolda Sumsel: Pancasila Adalah Jangkar Moral Bangsa di Tengah Tantangan Zaman
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:22

Beberapa Dokter RSUD Pasbar Ingkari Sumpah, Pasien Jadi Korban

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:31

KRITIK TEGAS: KEJARI BIMA DIANGGAP LAMBAN DAN KURANG TRANSPARAN TANGANI DUGAAN MARK-UP & KORUPSI

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:29

NS TERSOROT KASUS AJAKAN NARKOBA DAN TUDUHAN PENIPUAN, Bukti Chatan Beredar Luas

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:56

ANALISIS MENDALAM: M. ISTAS SETIAWAN S,Sos. MANTAN KETUA LDK UNIVERSITAS MBOJO BIMA BEBERKAN ALASAN MENGAPA PEMEKARAN PULAU SUMBAWA “HARUS” TERJADI

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:15

Bupati Amran Yahya Resmi Buka Kompetisi Keterampilan Pemadam Kebakaran se-Sulteng 2026 di Tolitoli

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:01

Imaam Yakhsyallah: Jadikan Musibah Sebagai Sarana untuk Mengingat Kematian

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:59

PAD Pemko Medan di Sektor Perizinan Kembali Bocor, Puluhan Rumah Type 54 Sudah Berdiri, PBG Tak Ada

Senin, 1 Juni 2026 - 15:37

Kapolda Sumsel: Pancasila Adalah Jangkar Moral Bangsa di Tengah Tantangan Zaman

Berita Terbaru