BIMA – TINTA POS | SELASA, 28 JULI 2026 – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, damai, dan bebas dari perundungan terus digalakkan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 37 dari Universitas Muhammadiyah Bima yang ditempatkan di Desa Sondosia, menggelar sosialisasi dan edukasi anti-bullying di SDN Impres Desa Sondosia. Kegiatan ini disambut antusiasme tinggi oleh para siswa dan pihak sekolah.
Kegiatan ini dipaparkan langsung oleh Ibnu Adam, selaku Wakil Ketua Posko sekaligus Kepala Divisi Investigasi BAPEKA NTB. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara sederhana namun mendalam bahwa bullying bukan sekadar bercanda, melainkan perilaku agresif yang dilakukan berulang kali dengan adanya ketimpangan kekuasaan antara pelaku dan korban.
“Dampak perundungan tidak hanya dirasakan korban saja, melainkan juga pelaku dan siapa pun yang menyaksikannya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kita ajarkan bersama cara mengenali, berani melapor, dan melawannya dengan cara yang benar,” ujar Ibnu Adam di hadapan para siswa.
Melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif, mahasiswa KKN menanamkan tiga pilar utama pencegahan: mengenali apa itu perundungan, berani melapor jika melihat atau mengalaminya, serta melawannya dengan sikap yang tepat dan tidak membalas kekerasan.
Alhamdulillah, hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan respons yang sangat menggembirakan. Hampir seluruh peserta didik terlihat paham materi yang disampaikan dan mampu mencontohkan perilaku baik serta saling menghargai sebagai ganti dari perbuatan yang merugikan orang lain.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang nyata untuk membentuk budaya sekolah yang inklusif, aman, dan penuh kasih sayang. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan karakter serta penanaman nilai-nilai perdamaian dan persaudaraan sejak dini.
Red.



















