Pembina Utama UAR Santuni Pengungsi UNHCR Jakarta, Tegaskan Kepedulian terhadap Sesama

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – //Tintapos.com//-Keprihatinan terhadap kondisi para pengungsi warga negara asing (WNA) yang terlantar di sekitar Kantor Komisioner Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) Jakarta mendorong Pembina Utama Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Imaam Yakhsyallah Mansur turun langsung menemui dan memberikan bantuan kepada mereka pada Ahad (26/7/2026).

Imaam Yakhsyallah Mansur tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah berkoordinasi dengan pihak UNHCR, dengan diampingi Pembina UAR Korwil Jabodetabek Banten Edy Siswanto dan petugas keamanan langsung menemui para pengungsi dan memberikan nasi kotak kepada mereka. Saat itu hanya ada beberapa pengungsi yang tinggal di trotoar halaman kantor UNHCR.

 

“Kalau siang para pengungsi memang sepi. Sebagian pergi ke masjid atau tempat lainnya karena adanya penertiban oleh petugas Satpol PP DKI. Biasanya sekitar pukul 20.00 WIB mereka kembali dan tidur di tenda, Sisa nasi kotak kami titipkan kepada petugas untuk dibagikan kepada puluhan pengungsi yang belum datang,” kata Edy Siswanto saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

 

Menurut Edy, para pengungsi yang telah lebih dari sebulan tinggal sementara di sekitar kantor UNHCR Jakarta tersebut antara lain berasal dari Afghanistan, Irak, Somalia, dan Myanmar. Mereka meninggalkan negara asal karena kondisi yang tidak kondusif dan berharap memperoleh perlindungan serta kehidupan yang lebih layak.

 

“Banyak di antara mereka yang tidak memiliki dokumen kewarganegaraan, sehingga mengalami kesulitan untuk kembali ke negara asal maupun mendapatkan penempatan di negara lain. Beberapa pengungsi telah berhasil disalurkan ke Australia, sementara sebagian lainnya masih menunggu kepastian di Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga:  Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga, Kapolsek Kuantan Hilir Gelar Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat

 

Edy mengatakan, kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam bagi Imaam Yakhsyallah. Menurutnya, persoalan para pengungsi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga internasional, tetapi juga merupakan panggilan kemanusiaan bagi masyarakat untuk membantu sesuai kemampuan masing-masing.

 

“Imaam Yakhsyallah Mansur menegaskan bahwa manusia yang tidak peduli terhadap kesulitan sesamanya dan tidak mau memberikan atau mengajak orang lain memberikan makanan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk pendusta agama sebagaimana diingatkan dalam Surat Al-Ma’un,” kata Edy.

 

Imaam Yakhsyallah, lanjut Edy, juga sempat menanyakan kemungkinan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak pengungsi yang telah memasuki usia sekolah melalui lembaga pendidikan Al-Fatah. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh saat itu, tidak terdapat anak usia sekolah di antara para pengungsi yang ditemui.

 

Kepedulian terhadap para pengungsi tersebut sebelumnya telah diwujudkan UAR melalui “Program Dapur UAR Peduli Pengungsi UNHCR”. Program penyantunan makanan itu telah berjalan sejak Senin (20/7/2026), dengan menyalurkan 30 nasi kotak setiap hari kepada para pengungsi yang tinggal sementara di sekitar Kantor UNHCR Jakarta.

 

Edy mengatakan, program tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan dan akan dievaluasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. “Kita akan melihat kondisi perjalanan nanti. Sementara ini, informasi yang kami terima, bantuan bagi para pengungsi dari UNHCR memang sangat terbatas akibat pemangkasan anggaran,” ujarnya.

 

Melalui program tersebut, lemnbaga kemanusiaan UAR berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap persoalan kemanusiaan yang terjadi di sekitar mereka. [AM]

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga, Kapolsek Kuantan Hilir Gelar Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat
Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Bidhumas Polda Sumsel Perkuat Kepedulian Sosial
Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolda Sumsel Gelar Minggu Kasih di Gereja Immanuel
WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN
Perkuat Kepedulian Sosial, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Pimpin Giat Jumat Berkah bagi Lansia di Desa Petapahan
Jum’at Berkah, Wujud Kepedulian Sosial, PPWI Riau Bersama Polsek Cerenti Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga
Diiringi Ratusan Warga, Ibu Syae’un Maju Sebagai Srikandi Satu-Satunya Calon Kades Perempuan Sembalun Bumbung
SIARAN PERS  BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:53

Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:24

SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!

Berita Terbaru