Darurat Lingkungan di Solok Selatan: 40 Alat Berat Jarah Emas di Sepanjang Aliran Sungai Batang Hari

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbar //TintaPos.Com// – Ekosistem di sepanjang aliran Sungai Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, kini berada dalam kondisi darurat. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat berskala besar dilaporkan beroperasi secara masif dan terstruktur, merusak bentang alam sungai yang menjadi sumber kehidupan warga tempatan.

Informasi yang di peroleh media ini melalui narasumber terpercaya mengungkap fakta mencengangkan. Diperkirakan sedikitnya 40 unit alat berat jenis ekskavator dikerahkan oleh para pemodal untuk mengeruk material secara membabi buta demi mencari hamparan emas di sepanjang aliran sungai.

eksploitasi raksasa tanpa dokumen resmi ini terkonsentrasi penuh di tiga wilayah administrasi Kecamatan Sangir Batang Hari, meliputi:
Kenagarian Lubuk Ulang Aling Induk
Kenagarian Lubuk Ulang Aling Tengah
Kenagarian Lubuk Ulang Aling Selatan.

Kehadiran armada alat berat dalam jumlah fantastis ini telah mengubah wajah Sungai Batang Hari. Air sungai berubah menjadi keruh pekat berlumpur, terjadi pendangkalan hebat, serta kerusakan parah pada struktur tebing sungai. Kerusakan ini mengancam pemukiman warga di sepanjang bantaran dari risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir luapan dan tanah longsor.

Baca Juga:  HAMDIN AL-HASBY KECAM KERAS KINERJA APARAT, DESAK INVESTIGASI DUGAAN HILANGNYA BARANG BUKTI DI POLRES BIMA KOTA

Skala operasi yang melibatkan puluhan ekskavator ini membuktikan bahwa aktivitas PETI di Sangir Batang Hari bukan lagi sekadar pemenuhan kebutuhan isi perut masyarakat kecil, melainkan murni kejahatan lingkungan yang diorganisasi oleh jaringan pemodal besar (cukong) demi meraup keuntungan sepihak.

Menyikapi pembiaran yang terkesan berlarut-larut ini, masyarakat melayangkan desakan keras kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat dan Kepolisian Resor (Polres) Solok Selatan.

Masyarakat menuntut tindakan hukum nyata, bukan sekadar razia formalitas. Warga meminta aparat segera menyegel 40 unit ekskavator tersebut, menutup total titik penambangan, serta menyeret para aktor intelektual di balik perusakan Sungai Batang Hari ke pengadilan hukum.***

Berita Terkait

Polres Kuantan Singingi Tertibkan 23 Unit Rakit PETI di Empat Lokasi
Tim Resmob Sat Reskrim Polres Kuansing Cek Dugaan Aktivitas PETI Jenis Stingkai di Desa Pulau Kopuang
Korban Penganiayaan di Padang Minta Kepastian Hukum, Kelanjutan Perkara Dipertanyakan
Polsek Kuantan Tengah Tertibkan dan Musnahkan 11 Unit PETI di Desa Kampung Baru Sentajo
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Petapahan, Enam Mesin Lanting/Darat Dimusnahkan
KRYD Operasi Sarang Narkoba, Tim Elang Kuantan Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Beringin Taluk
Penguatan Advokasi Hukum Berkeadilan Jadi Fokus Musda I ARUN Sumbar
Suara Hati yang Belum Terdengar: Di Balik Ketegasan Regulasi PETI dan Jeritan Lambung Warga Miskin
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:27

Darurat Lingkungan di Solok Selatan: 40 Alat Berat Jarah Emas di Sepanjang Aliran Sungai Batang Hari

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:50

Polres Kuantan Singingi Tertibkan 23 Unit Rakit PETI di Empat Lokasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:58

Tim Resmob Sat Reskrim Polres Kuansing Cek Dugaan Aktivitas PETI Jenis Stingkai di Desa Pulau Kopuang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:56

Korban Penganiayaan di Padang Minta Kepastian Hukum, Kelanjutan Perkara Dipertanyakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:26

Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Petapahan, Enam Mesin Lanting/Darat Dimusnahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:37

KRYD Operasi Sarang Narkoba, Tim Elang Kuantan Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Beringin Taluk

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:04

Penguatan Advokasi Hukum Berkeadilan Jadi Fokus Musda I ARUN Sumbar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 02:43

Suara Hati yang Belum Terdengar: Di Balik Ketegasan Regulasi PETI dan Jeritan Lambung Warga Miskin

Berita Terbaru