KOTA BIMA —//Tintapos.com 25 Oktober 2026
Ada pemandangan yang membuat siapa pun terharu saat malam tiba di Kelurahan Kolo, RT 06/RW 04. Bapak Burhan tidak tidur di dalam rumahnya. Bangunannya sudah rapuh dan tak lagi aman bagi sekeluarga. Demi keselamatan istri dan kedua anaknya, beliau dengan ikhlas memilih tidur di luar rumah — membiarkan mereka beristirahat di bagian yang masih bisa bertahan. Sebuah pengorbanan sederhana namun begitu menyentuh hati.
Sudah empat kali nama Bapak Burhan masuk dalam pendataan pemerintah untuk menerima bantuan Bedah Rumah. Empat kali keluarga ini menaruh harapan — bahwa sebentar lagi mereka akan punya tempat yang layak untuk berlindung bersama. Namun setiap kali giliran realisasi tiba, namanya tiba-tiba hilang. Tanpa penjelasan. Tanpa alasan yang jelas.
Bapak Burhan menderita katarak yang semakin memburamkan pandangannya. Ia sulit bekerja mencari nafkah. Satu-satunya penghasilan keluarga berasal dari beberapa ekor ayam yang ia pelihara dengan sabar di halaman sempit rumahnya.
“KAMI TURUN KARENA INI ADALAH MANDAT YANG KAMI JAGA”
Melihat kenyataan yang menyayat hati inilah, Adam — anggota Laskar Gerindra Kota Bima tidak tinggal diam. Bersama tim dan awak media, ia mendatangi langsung kediaman Bapak Burhan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
“Kami bersumpah atas mandat Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tugas kami adalah memastikan program-program pemerintah benar-benar sampai ke rakyat yang paling membutuhkan,” ucap Adam dengan tegas.
“Jika Bapak Burhan yang setiap malam berkorban tidur di luar demi istri dan anak-anaknya tidak berhak dibantu, lalu siapa lagi yang lebih pantas? Mengapa namanya dihapus begitu saja dari daftar? Ini bukan sekadar soal bangunan, ini soal keadilan bagi sebuah keluarga.”
BANTUAN BUKAN UNTUK DIHILANGKAN, TAPI UNTUK DIPERJUANGKAN
Adam menegaskan, Laskar Gerindra Kota Bima tidak akan diam saja. Mereka akan terus mengawal kasus ini sampai nama Bapak Burhan dikembalikan ke dalam daftar penerima bantuan.
“Program Bapak Presiden dibuat untuk rakyat. Dan rakyat yang berjuang seperti keluarga Bapak Burhan adalah yang paling berhak menerimanya. Mandat ini tidak akan kami biarkan meleset. Bantuan harus sampai bukan hilang entah ke mana,” tegasnya.
Red.



















