RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Perkuat Usaha Melalui CSR untuk Dorong Perekonomian Situbondo

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo //TintaPos.Com// – Ajakan itu disampaikan dalam Forum CSR di Pendopo Rakyat Situbondo, Selasa (5/5/2026).

Dalam forum tersebut,Ulfiyah mewakili Bupati Situbondo yang berhalangan hadir karena tugas di Kementerian Dalam Negeri. Ia menegaskan,kolaborasi antara pemerintah,masyarakat,dan sektor swasta menjadi kunci mendorong Situbondo menuju daerah yang naik kelas.

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengajak dunia usaha memperkuat sinergi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mempercepat pembangunan daerah.

“Sinergi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam pembangunan daerah,” kata Ulfiyah di hadapan peserta forum.

Menurutnya, Situbondo tengah menjalani transformasi struktural untuk beralih dari wilayah agraris menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Jawa Timur. Upaya itu membutuhkan harmonisasi antara visi pemerintah, kebutuhan masyarakat, serta kontribusi sektor swasta.

Ulfiyah memaparkan, secara geografis Situbondo memiliki garis pantai sepanjang sekitar 140 kilometer yang menyimpan potensi ekonomi maritim besar, namun juga rentan terhadap dampak perubahan iklim dan bencana. Dengan luas wilayah sekitar 1.655 kilometer persegi yang terbagi dalam 17 kecamatan, pola pembangunan dinilai perlu berbasis desentralisasi.

“Potensi pesisir ini harus dikelola dengan investasi berkelanjutan agar pariwisata bahari benar-benar bisa naik kelas,” ujarnya.

Di sektor ekonomi, pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 29,56 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sementara itu, Pemkab Situbondo mencatat penurunan gini rasio menjadi 0,33 pada 2025.

Meski demikian, sejumlah tantangan pembangunan masih dihadapi. Pada awal 2026, Situbondo dilanda bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Arjasa dan Panarukan. Selain itu, wilayah lain seperti Sumbermalang dan Jatibanteng juga masuk zona rawan bencana. Saat ini, daerah tersebut juga mulai menghadapi musim kemarau ekstrem.

Baca Juga:  Lonjakan Penumpang di Bandara Notohadinegoro Meningkat,Menjelang Akhir Ramadhan Dan Hari Raya Idul Fitri 1447

Di bidang sosial, Pemkab mencatat masih terdapat sekitar 5.221 unit rumah tidak layak huni yang membutuhkan penanganan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran per unit berkisar Rp17 juta hingga Rp20 juta.

Ulfiyah berharap, program CSR dapat membantu mempercepat penanganan persoalan tersebut melalui skema kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, kondisi infrastruktur pendidikan juga menjadi perhatian. Tercatat sekitar 37,42 persen atau 1.725 ruang kelas di Situbondo mengalami kerusakan, baik kategori sedang maupun berat. Untuk jenjang SMP, terdapat sekitar 379 ruang kelas rusak pada 2026.

“Ini adalah potret kondisi anak-anak kita. Perlu dukungan bersama agar kualitas pendidikan bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Pemkab Situbondo juga mendorong dukungan CSR di bidang pendidikan, termasuk melalui program beasiswa seperti “Situbondo Melenting”, meski saat ini kapasitasnya masih terbatas.

Melalui forum CSR ini, Pemkab Situbondo berharap kolaborasi dengan sektor swasta semakin diperluas untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan dan mempercepat terwujudnya Situbondo yang lebih maju.

Dalam kesempatan itu,Ulfiyah turut mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam kegiatan lingkungan, termasuk gerakan penanaman pohon yang telah dilakukan sebelumnya sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.(DO’A)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru