Pasaman //TintaPos.Com// — Kelangkaan pupuk subsidi di wilayah Pasaman kian menjadi perhatian publik(02/05/2026).
Di tengah kebutuhan petani yang meningkat, distribusi pupuk justru dilaporkan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Sejumlah temuan di lapangan menunjukkan kondisi stok pupuk subsidi yang kosong di tingkat pengecer.
Namun di sisi lain, muncul dugaan adanya aktivitas distribusi pupuk yang dialihkan ke luar daerah.
Dugaan ini diperkuat dengan indikasi pergerakan distribusi yang tidak sesuai dengan alokasi wilayah.
Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas sistem pengawasan dan penyaluran pupuk bersubsidi.
Akibat kelangkaan ini, petani menjadi pihak yang paling terdampak. Selain kesulitan mendapatkan pupuk, mereka juga terpaksa membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang lebih tinggi, yang berpotensi menekan produktivitas pertanian.
Di sisi lain, transparansi dalam distribusi pupuk subsidi dinilai masih minim. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif dari pihak terkait mengenai penyebab utama kelangkaan tersebut.
Publik pun mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh guna memastikan tidak adanya penyimpangan dalam rantai distribusi pupuk subsidi.
Pengawasan yang ketat dan keterbukaan informasi dianggap menjadi kunci untuk menjaga keadilan bagi para petani.(*Ziqro)





















