Ketua Umum UAR saat menyampaikan materi Seminar Nasional El Nino Godzilla di Kampus STAI Al-Fatah
BOGOR //TintaPos.Com// – Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue, H. Endang Sudrajat, S.T, M.Si, M.T., mengeluarkan imbauan nasional kepada seluruh anggota UAR di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman El Niño 2026 dan selalu siaga bencana.
Imbauan tersebut disampaikan pada Kamis (30/4/2026) sebagai tindak lanjut dari Seminar Nasional “El Niño Godzilla 2026” yang digelar bersama STAI Al-Fatah di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam imbauannya, Endang menegaskan bahwa fenomena El Niño tahun ini berpotensi memicu berbagai dampak serius, seperti kekeringan ekstrem, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gagal panen, serta peningkatan suhu yang signifikan. Oleh karena itu, seluruh anggota UAR diminta untuk tidak lengah dan segera mengambil langkah antisipatif di wilayah (Korwil) dan Daerah (Korda) masing-masing.
“Seluruh anggota UAR wajib siaga. Tingkatkan kewaspadaan melalui langkah pencegahan, kesiapsiagaan, mitigasi, peringatan dini, serta aktivasi pos siaga untuk mengurangi risiko bencana sejak dini,” tegasnya dalam imbauan tersebut.
Lima Langkah Strategis
Untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana, UAR menetapkan lima langkah utama yang harus dijalankan secara serentak di seluruh Indonesia.
Pertama, pencegahan: melalui edukasi kepada masyarakat tentang penghematan air, kampanye larangan pembakaran lahan, pembersihan lingkungan, serta penanaman pohon dan konservasi sumber air.
Kedua, kesiapsiagaan: dengan melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan karhutla, pengecekan peralatan darurat seperti pompa air dan tangki, penyusunan rencana kontinjensi, serta pelatihan dan simulasi bagi anggota.
Ketiga, mitigasi: yang meliputi pembuatan sekat bakar, penyediaan tandon air darurat, normalisasi sumber air dan sumur, serta penguatan koordinasi dengan BPBD dan pemangku kepentingan terkait.
Keempat, peringatan dini: dengan meningkatkan monitoring cuaca dan iklim, memperbarui informasi dari BMKG, mempercepat pelaporan kejadian di lapangan, serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Kelima, aktivasi pos siaga UAR: yakni mengaktifkan posko di masing-masing wilayah dengan kesiapan 24 jam, menyiapkan logistik dasar dan air bersih, serta membentuk tim respons cepat.
Perkuat Kolaborasi
UAR juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman El Niño, termasuk dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan dan masyarakat. Sinergi ini dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana yang berpotensi meluas.
Imbauan ini sekaligus menjadi penguatan komitmen UAR dalam membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas. Dengan mengusung semangat “Cegah sebelum terjadi, siap sebelum dibutuhkan,” UAR mengajak seluruh anggotanya untuk hadir lebih awal dalam upaya perlindungan masyarakat dari risiko bencana iklim ekstrem. “Relawan adalah garda terdepan dalam setiap penanganan bencana,” tegas Ketua Umum UAR. [AM-TP]





















