RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

UAR Keluarkan Imbauan Nasional Pasca Seminar El Nino Godzilla 2026

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 16:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ketua Umum UAR saat menyampaikan materi Seminar Nasional El Nino Godzilla di Kampus STAI Al-Fatah

 

BOGOR //TintaPos.Com// – Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue, H. Endang Sudrajat, S.T, M.Si, M.T., mengeluarkan imbauan nasional kepada seluruh anggota UAR di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman El Niño 2026 dan selalu siaga bencana.

Imbauan tersebut disampaikan pada Kamis (30/4/2026) sebagai tindak lanjut dari Seminar Nasional “El Niño Godzilla 2026” yang digelar bersama STAI Al-Fatah di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam imbauannya, Endang menegaskan bahwa fenomena El Niño tahun ini berpotensi memicu berbagai dampak serius, seperti kekeringan ekstrem, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gagal panen, serta peningkatan suhu yang signifikan. Oleh karena itu, seluruh anggota UAR diminta untuk tidak lengah dan segera mengambil langkah antisipatif di wilayah (Korwil) dan Daerah (Korda) masing-masing.

“Seluruh anggota UAR wajib siaga. Tingkatkan kewaspadaan melalui langkah pencegahan, kesiapsiagaan, mitigasi, peringatan dini, serta aktivasi pos siaga untuk mengurangi risiko bencana sejak dini,” tegasnya dalam imbauan tersebut.

Lima Langkah Strategis

Untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana, UAR menetapkan lima langkah utama yang harus dijalankan secara serentak di seluruh Indonesia.

Pertama, pencegahan: melalui edukasi kepada masyarakat tentang penghematan air, kampanye larangan pembakaran lahan, pembersihan lingkungan, serta penanaman pohon dan konservasi sumber air.

Baca Juga:  Dukung Program Prioritas Nasional, Kapolres Banyuasin Salurkan Bantuan Sosial di Air Kumbang

Kedua, kesiapsiagaan: dengan melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan karhutla, pengecekan peralatan darurat seperti pompa air dan tangki, penyusunan rencana kontinjensi, serta pelatihan dan simulasi bagi anggota.

Ketiga, mitigasi: yang meliputi pembuatan sekat bakar, penyediaan tandon air darurat, normalisasi sumber air dan sumur, serta penguatan koordinasi dengan BPBD dan pemangku kepentingan terkait.

Keempat, peringatan dini: dengan meningkatkan monitoring cuaca dan iklim, memperbarui informasi dari BMKG, mempercepat pelaporan kejadian di lapangan, serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

Kelima, aktivasi pos siaga UAR: yakni mengaktifkan posko di masing-masing wilayah dengan kesiapan 24 jam, menyiapkan logistik dasar dan air bersih, serta membentuk tim respons cepat.

Perkuat Kolaborasi

UAR juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman El Niño, termasuk dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan dan masyarakat. Sinergi ini dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana yang berpotensi meluas.

Imbauan ini sekaligus menjadi penguatan komitmen UAR dalam membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas. Dengan mengusung semangat “Cegah sebelum terjadi, siap sebelum dibutuhkan,” UAR mengajak seluruh anggotanya untuk hadir lebih awal dalam upaya perlindungan masyarakat dari risiko bencana iklim ekstrem. “Relawan adalah garda terdepan dalam setiap penanganan bencana,” tegas Ketua Umum UAR. [AM-TP]

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru