Wakapolda Sumsel Tinjau Wilayah Rawan Karhutla, Pastikan Kesiapsiagaan Jajaran Tetap Optimal

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUBUK LINGGAU-//Tintapos.com//—Polda Sumatera Selatan terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui patroli udara yang dipimpin langsung Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Kamis (18/6/2026).

Patroli udara tersebut dilaksanakan usai rangkaian kunjungan kerja di wilayah hukum Polres Lubuk Linggau dengan menyisir sejumlah daerah yang selama ini memiliki tingkat kerawanan Karhutla cukup tinggi, meliputi Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Banyuasin.

Dalam pelaksanaannya, Wakapolda Sumatera Selatan didampingi Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Heru Agung Nugroho, S.I.K., Kabid Propam Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR., serta Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Patroli udara dilakukan untuk memetakan kondisi terkini wilayah rawan kebakaran, mengidentifikasi potensi titik panas (hotspot), serta memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko Karhutla di Sumatera Selatan.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Program Presisi Polri sekaligus bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional dalam menjaga ketahanan lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, serta mencegah dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat bencana asap. Pengalaman penanganan Karhutla dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pencegahan sejak dini merupakan strategi paling efektif untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Selain berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat, Karhutla juga berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan, transportasi, investasi, hingga sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, pengawasan udara menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat deteksi dini dan respons lapangan sebelum kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Baca Juga:  Siap Dorong Koperasi Adaptif di Era Digital,Dekopinda Jember Resmi Dikukuhkan

Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa upaya pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Patroli udara ini kami lakukan untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini karena dampak Karhutla tidak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga kesehatan, perekonomian, dan stabilitas sosial masyarakat. Polda Sumsel akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mengantisipasi potensi tersebut,” tegas Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa mitigasi Karhutla merupakan salah satu agenda prioritas yang terus dikawal oleh seluruh jajaran Polda Sumsel menjelang puncak musim kemarau.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat langkah-langkah pencegahan bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan perkebunan, dan masyarakat. Pencegahan Karhutla merupakan investasi besar dalam menjaga kualitas hidup masyarakat serta memastikan stabilitas kamtibmas dan pembangunan daerah tetap berjalan dengan baik,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan. Kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci utama dalam mewujudkan Sumatera Selatan yang aman dari Karhutla, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

(Jon tp)

Berita Terkait

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat
PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT
Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman
Duduk Bersama Warga, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Andra Nosa S, H., M. H Garansi Kamtibmas Aman dan Kondusif
Polsek Singingi Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat Melalui Layanan Kepolisian 110, Dua Rakit Peti Ditindak
Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga, Kapolsek Kuantan Hilir Gelar Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Dua Rakit PETI di Sekitar Venue Dayung Kebun Nopi
Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Sungai Batang Kuantan, Dua Rakit Dimusnahkan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:53

Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:24

SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!

Berita Terbaru