KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

BEM PTNU DIY: Satu Abad Masehi NU, Saatnya Meneguhkan Khittah dan Menatap Abad Kedua dengan Jernih

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta //TintaPos.Com// — Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (BEM PTNU DIY) menyampaikan ucapan selamat atas peringatan satu abad Masehi Nahdlatul Ulama (NU).

Momentum satu abad ini dipandang sebagai tonggak sejarah penting bagi NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yang selama satu abad telah berkontribusi besar bagi keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan di Indonesia.

Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY, Tegar Pradana, menegaskan bahwa satu abad perjalanan NU bukan sekadar penanda usia organisasi, melainkan rekam jejak panjang perjuangan para ulama dan warga Nahdliyin dalam merawat jagad, membangun peradaban, serta memperjuangkan kemaslahatan umat di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

“Memasuki abad kedua Masehi, kami berharap Nahdlatul Ulama senantiasa diberi kekuatan untuk tetap menjadi penopang moral bangsa, penjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, serta rumah besar yang aman, teduh, dan inklusif bagi seluruh warga Nahdliyin,” ujar Tegar.

Dalam momentum reflektif ini, BEM PTNU DIY menegaskan pentingnya NU untuk kembali dan tetap berpijak pada Khittah 1926. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman merupakan keniscayaan, namun tidak boleh mengorbankan nilai-nilai dasar, prinsip perjuangan, serta tradisi keilmuan yang telah diwariskan para pendiri NU sebagai fondasi utama jam’iyyah.

“Menyesuaikan diri dengan zaman tidak berarti kehilangan arah. Khittah bukan beban sejarah, melainkan kompas moral. Ketika kompas ini diabaikan, NU berisiko terseret dalam dinamika pragmatis yang justru menjauhkan organisasi dari ruh perjuangannya,” tegasnya.

Baca Juga:  MBG dan KMP Bisa Jadi Proteksi Dampak Perang Iran Vs Israel - AS

BEM PTNU DIY juga menyoroti fenomena maraknya pendakwah maupun figur publik yang menonjolkan simbol dan identitas NU dalam ruang dakwah maupun media sosial, namun tidak selalu diiringi dengan sikap, etika, serta narasi yang mencerminkan nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama. Penggunaan identitas ke-NU-an, menurut BEM PTNU DIY, tidak boleh berhenti pada simbol, klaim historis, atau kedekatan struktural semata, melainkan harus disertai tanggung jawab moral dalam menjaga marwah jam’iyyah.

“Para pendakwah dan tokoh yang membawa nama NU di ruang publik perlu lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertutur. Narasi yang provokatif, elitis, atau berorientasi sensasi berpotensi merusak citra NU serta menimbulkan persepsi keliru terhadap wajah Islam yang selama ini diperjuangkan NU,” ujar Tegar.

Sejalan dengan itu, BEM PTNU DIY mendorong penguatan peran Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) sebagai garda terdepan dalam pembinaan, pendampingan, dan pengawasan aktivitas dakwah yang mengatasnamakan NU. LDNU dinilai perlu diperkuat agar dakwah NU tetap berada dalam koridor khittah, berlandaskan keilmuan, akhlak, dan kearifan, serta tidak terjebak pada kepentingan personal, politik praktis, maupun agenda sempit yang berpotensi mencederai citra organisasi.

BEM PTNU DIY berharap abad kedua Masehi Nahdlatul Ulama menjadi fase penguatan jati diri, konsolidasi nilai, serta keberanian untuk bersikap jernih dan berjarak dari kepentingan sesaat. Dengan demikian, NU diharapkan tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar, arah perjuangan, dan tanggung jawab historisnya kepada umat dan bangsa.(ziq)

Berita Terkait

BENAR TIDAK ADA PEMANGKASAN,TAPI PEMECAHAN,SEKJEN:BANTAHAN DAN ANALISIS TERHADAP PERNYATAAN PEMERINTAH KOTA BIMA  
KKN 52 UIN Imam Bonjol Padang Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 009 Aie Pacah
Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas Pimpinan Evakuasi Pemulangan Jenazah Di Kota Bitung
TAMAN ANGKATAN LAUT BITUNG DRESMIKAN: LETKOL INF ADE ROHMAT TEGASKAN BUKTI NYATA PERSAUDARAAN ANTARMATRA TNI LESTARIKAN SEJARAH MARITIM
Kejati Sumbar Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi Dana KUR Bank Nagari Talawi ke Tahap Penyidikan
KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas
Ditpolairud Polda Sulut Patroli Intensif Sambut Delegasi Uni Eropa
Antisipasi Kelangkaan dan Kemacetan, Personel Polsek Deli Tua Gencarkan Monitoring serta Pengaturan Lalu Lintas di SPBU
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:46

TANPA TANDA PERIKSA: BUKTI FUNGSI INSPEKTORAT LENYAP SAAT PAKET RSUD DIPECAH DAN TAYANG

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:05

BENAR TIDAK ADA PEMANGKASAN,TAPI PEMECAHAN,SEKJEN:BANTAHAN DAN ANALISIS TERHADAP PERNYATAAN PEMERINTAH KOTA BIMA  

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:41

*Tim Ditresnarkoba Polda Sumbar dan Polres Pasbar Gagalkan Peredaran Narkotika, 30 Paket Ganja Kering Siap Edar Disita*

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:00

KEPALA KELURAHAN SAMBINAE M. ATTA, S.T. SUKSESKAN MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN KE XXXII TINGKAT KECAMATAN MPUNDA KOTA BIMA TAHUN 2026 DI TENGAH KETERBATASAN ANGGARAN  

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:48

Kades Terpilih di Tolitoli Diduga Pakai Ijazah Palsu

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:40

Komitmen Berantas Narkotika, Polres OKU Selatan Tangkap Pengedar Sabu di Muaradua

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:20

AKUI KESALAHAN SAAT RAPAT DI DPRD, PBJ BATALKAN PROYEK, GAPENSI SANGGAH WEWENANG, BAPEKA-NTB DESAK USUT TINDAK PIDANA

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:35

AKSI BRUTAL DI TEKA SIRE DOMPU, DPD IMM NTB TEGASKAN: TOLAK MAIN HAKIM SENDIRI, HUKUM HARUS BERJALAN TEGAS

Berita Terbaru