RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Wacana Penundaan Porprov Kaltim 2026 Picu Kekhawatiran Daerah, Agenda Olahraga 2027 Terancam Padat

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 10:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTAI KARTANEGARA //TintaPos.Com// – Wacana penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Porprov Kaltim) yang semula dijadwalkan berlangsung pada 2026 mulai menimbulkan kekhawatiran di sejumlah daerah. Ajang olahraga empat tahunan tingkat provinsi tersebut dikabarkan berpotensi diundur ke tahun 2027 menyusul adanya pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Porprov Kaltim 2026 sebelumnya direncanakan digelar di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah. Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait kepastian jadwal pelaksanaannya. Pembahasan masih berada pada tahap analisis dan pertimbangan, khususnya menyangkut kesiapan anggaran dan dampaknya terhadap daerah peserta.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara, Dery Wardhana, membenarkan adanya pembahasan mengenai kemungkinan penundaan tersebut. Ia mengatakan, isu ini disampaikan dalam rapat koordinasi bidang kepemudaan dan keolahragaan yang diikuti oleh perwakilan Dispora kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

“Dalam rapat koordinasi memang disampaikan informasi dari Dispora Kaltim, khususnya bidang prestasi olahraga, mengenai adanya kemungkinan Porprov diundur ke 2027. Namun perlu ditegaskan, hal itu masih berupa wacana dan belum menjadi keputusan final,” ujar Dery saat ditemui di Tenggarong, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, rencana penundaan Porprov tentu berdampak besar terhadap daerah yang saat ini tengah melakukan persiapan, termasuk Kutai Kartanegara. Pasalnya, berbagai kebutuhan teknis seperti pembinaan atlet, penyediaan sarana prasarana, hingga penganggaran telah disusun dengan asumsi pelaksanaan pada 2026.

Dery menjelaskan, salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Jika sebagian besar pembiayaan Porprov hanya mengandalkan APBD dan dana transfer yang mengalami pemangkasan, dikhawatirkan akan mengganggu program prioritas lainnya di daerah.

Baca Juga:  Jeritan Pilu Perangkat Desa di Kuansing, Honor Tak Kunjung Diterima

“Karena itu, muncul opsi untuk membuka peluang keterlibatan pihak swasta atau dunia usaha. Dukungan sponsor bisa menjadi alternatif agar pembiayaan Porprov tidak sepenuhnya dibebankan pada APBD,” jelasnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Dispora Kutai Kartanegara memastikan bahwa persiapan tetap berjalan. Meski belum maksimal, anggaran untuk kebutuhan dasar seperti pembinaan atlet dan inventaris awal sudah mulai dialokasikan secara bertahap.

Selain itu, Dery menekankan pentingnya perencanaan bonus atlet sejak awal. Ia mengingatkan agar para atlet yang nantinya berjuang dan meraih prestasi tidak dirugikan karena kurangnya kesiapan penghargaan dari daerah.

“Kami tidak ingin atlet sudah berjuang maksimal, tetapi bonus atau penghargaan justru belum jelas. Ini harus menjadi bagian penting dari perencanaan,” tegasnya.

Dispora Kutai Kartanegara juga terus berkoordinasi dengan KONI Kutai Kartanegara untuk memetakan kebutuhan teknis. Mulai dari pendataan jumlah atlet, kebutuhan peralatan dan seragam, hingga skema keberangkatan kontingen terus dibahas secara intensif.

Meski memahami kondisi keuangan daerah dan dinamika kebijakan pusat, Dery berharap Porprov Kaltim tetap dapat dilaksanakan sesuai jadwal awal pada 2026. Ia menilai, penundaan ke 2027 justru berisiko menumpuk agenda olahraga lainnya di tingkat provinsi maupun nasional.

“Kalau semua mundur ke 2027, tentu beban daerah akan semakin berat. Harapannya, ada solusi terbaik agar Porprov tetap berjalan dan pembinaan atlet tidak terganggu,” pungkasnya.

Penulis : Anggi Triomi

Berita Terkait

Bupati Banyuwangi ajak umat Tri Dharma jaga harmoni dalam keberagaman
Bulog Salurkan Bantuan Pangan di Kelurahan Nalu, 900 Warga Terima Beras dan Minyak
WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi
Pemkab Bogor Segel Lokasi Pembuangan Sampah Liar di Klapanunggal
Kanwil BPN Jatim-Pemkab Jember perkuat koordinasi lahan baku sawah
Pemkab Tolitoli Bahas Perubahan Status PDAM Ogo Malane Menjadi Perumda
Peletakan Batu Pertama Jembatan Perintis Garuda Dimulai
Sholat Dhuha Rutin Kembali Digelar di Kemenag Banyuwangi, Perkuat Iman dan Integritas ASN
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru