RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Ratusan Pemudik tujuan kepulauan wilayah Sumenep padati Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi.

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi, //Tintapos// – Ratusan warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Pada H-14 Lebaran, ratusan pemudik memadati Pelabuhan Tanjung Wangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026).

Para pemudik memanfaatkan layanan kapal perintis milik PT Pelni yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Wangi menuju sejumlah wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep. Dua kapal yang melayani pelayaran tersebut adalah KM Sabuk Nusantara 91 dan KM Sabuk Nusantara 92.

Kedua kapal melayani rute menuju beberapa pulau di wilayah Sumenep, di antaranya Pulau Sapeken, Pagerungan Besar, Kangean, Sapudi, Kalianget, hingga Pulau Masalembu. Jalur ini menjadi akses penting bagi masyarakat kepulauan yang hendak pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Salah satu pemudik, Rani, mengaku sengaja berangkat lebih awal karena jadwal kapal menuju wilayah kepulauan tidak terlalu sering tersedia.

“Kalau mudik mendekati Lebaran biasanya tiket cepat habis. Apalagi jadwal kapal ke sana jarang. Kalau cuaca buruk juga bisa ditunda, jadi saya pilih berangkat lebih awal,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Wangi.

Selain keterbatasan jadwal pelayaran, kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan pemudik. Pelayaran menuju wilayah kepulauan di Sumenep sangat bergantung pada kondisi laut. Jika cuaca buruk, keberangkatan kapal bisa ditunda demi keselamatan penumpang.

Baca Juga:  Lima Orang Warga Kabupaten Situbondo Bekerja Migran Di Timur Tengah

Kepala Terminal Point Pelni Banyuwangi Muhammad Bafani Akbar mengatakan pada keberangkatan kali ini tercatat sebanyak 436 penumpang.

“Untuk keberangkatan hari ini tercatat sebanyak 436 penumpang dari total kapasitas yang diizinkan sebanyak 498 penumpang,” kata Bafani.

Ia menambahkan dua kapal perintis yang melayani rute tersebut telah menjalani proses docking pada Februari 2026. Setelah pemeriksaan, kapal dinyatakan memenuhi syarat keselamatan dan layak laut oleh Kantor Kesyahbandaran Utama Surabaya.

“KM Sabuk Nusantara ini sudah menjalani docking pada Februari 2026 dan telah dinyatakan memenuhi persyaratan serta laik laut oleh Kantor Kesyahbandaran Utama Surabaya,” ujarnya.

Menurut Bafani, layanan kapal perintis dari Banyuwangi menuju wilayah kepulauan Sumenep sangat penting bagi masyarakat, terutama menjelang musim mudik Lebaran.

Ia juga menyebut jadwal keberangkatan kapal berikutnya dari Pelabuhan Tanjung Wangi menuju wilayah kepulauan Sumenep dijadwalkan pada 16, 17, dan 19 Maret 2026.

Sementara itu, untuk arus balik Lebaran direncanakan berlangsung pada 26, 29, dan 30 Maret 2026.

Pihak Pelni dan pengelola pelabuhan mengimbau calon penumpang datang lebih awal serta memastikan tiket keberangkatan telah dipesan untuk menghindari kepadatan menjelang Lebaran.(Tim/Tp)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru