Sumenep //TintaPos.Com// – Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah tinggal menghitung hari,kemungkinan jatuh pada tanggal 20 maret 2026.Menyambut datangnya lebaran hari raya idul fitri 1447 H, muspika dan jajarannya (Kecamatan,Kapolsek Dan Danramil) Pragaan santunianak yatim,piatu,guru ngaji dan dhuafa kurang lebih 180 orang di Pendopo Kecamatan Pragaan,Selasa (17/03/2026).
Indra Hermawan , selaku Camat Pragaan menyampaikan dan mengutarakan, santunan yang diberikannya terbatas dan sedikit,namun jangan di nilai dengan besar dan kecilnya.harapan dan tujuan kami adalah membahagiakan sekaligus meringankan beban anak yatim, dhuafa dan guru ngaji menjelang lebaran yang sebentar lagi tiba.
“Total donasi yang ditasharufkan tidak perlu disampaikan.karena Hal tersebut berasal dari jerih payah pengurus yang menggerakkan amplop secara sporadis kepada beberapa masyarakat,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) pada yatim, dhuafa dan guru ngaji, serta tambahan sarung untuk guru alif yang jarang mendapat sentuhan dan perhatian.
“Tahun ini kami diberikan kekuatan oleh Allah untuk merealisasikan program santunan yang rutin dilakukan setiap tahun pada bulan Ramadhan dan Muharram. Bagi yang berhalangan hadir, kami akan mengantarkan secara door to door,” tandas lagi di depan umum para anak yatim piatu,dhuafa dan guru ngaji.
Tampak hadir pula dan mengikuti kegiatan, kapolsek Pragaan,Muhammad Sudiono yang ikut serta memberikan santunan secara simbolis pada mustahiq.
Wajah Ceria ratusan Yatim, Guru Ngaji serta Dluafa di Pragaan Sumenep.Telah menerima Santunan sangat bahagia saat menerima bantuan.kemampuan dan tekanan ekonomi melumpuhkan berbagai sektor, salah satunya adalah dibidang sosial-ekonomi.
Banyak orang di antara masyarakat menengah ke bawah merasakan suasana atas situasi ini. Sehingga banyak dari mereka terpaksa menjual barang peninggalan leluhur untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berangkat dari permasalahan ini, indra Hermawan selaku Camat Pragaan, Sumenep menyantuni yatim piatu, guru ngaji dan dluafa.
Kegiatan semakin bertambah meriah saat panitia sudah memberikan santunan serta sembako,masyarakat yang menerima sangat antusias dan gembira. “Sebelumnya permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada anak yatim,guru ngaji dan dluafa yang sudi hadir di acara ini.
Mestinya kami sendiri yang datang ke rumah kalian. Hal ini kami lakukan karena di pendopo ini sebagai simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat Pragaan,” Ujarnya disaat memberikan Berbagai sembako dan santunan.
Indra Hermawan selaku camat Pragaan tersebut mengajak segenap elemen, khususnya umat Islam untuk memuliakan yatim, terutama di bulan puasa. “Bulan Ramadlan yang penuh berkah ini, mestinya kita semua menyayangi, menyenangkan, dan memberi makan anak yatim dan dluafa. Insyaallah akan dibukakan pintu rahmat dan berkah oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Di kesempatan berbeda, Kapolsek Pragaan Muhammad Sudiono mengingatkan pentingnya bersedekah di bulan puasa. “Mari kita mensyukuri atas nikmat yang diberikan Allah, karena jika demikian, maka Allah SWT akan melipatgandakan nikmat kepada kita. Hal ini kita rasakan pada momen tahunan ini,” kata Kapolsek. Dirinya menjelaskan bahwa sumber dana kegiatan diambil dari uang urunan anggota yang diselenggarakan setiap bulan dilakukan secara sporadis.
“Alhamdulillah, saat ini kami mendapat bantuan lagi dari beberapa kepala desa dan jajarannya di seluruh kecamatan Pragaan tahun ini. Karena mereka menargetkan kegiatan kepada setiap program pemerintah” jelas. Camat memohon kepada kalangan yang menerima santunan untuk mendoakan para donatur yang mayoritas dari kalangan aghniya.
“Dana ini bukan berasal dari PNS,kepala desa serta perangkat dan jajarannya saja, melainkan ada juga dari aghniya yang terlibat. Kami memohon kepada mustahiqqin untuk mendoakan mereka. Karena doa kalian sangat mustajabah dibandingkan dengan doa kami,” terangnya.
“Kami menyelenggarakan kegiatan ini bukan karena di bulannramadhan dan menghadapi hari raya idul fitrih, melainkan program peduli kemanusiaan dan kebersamaan yang harus terealisasi,” tambahnya. Camat Pragaan menjelaskan bahwa mekanisme pembagian dilakukan dengan mendata para mustahiqqin di setiap Dusun. “Data kami serahkan berupa kupon khusus kepada para anak yatim dan dluafa untuk mendapatkan bantuan tersebut,” jelasnya.
Saat nama-nama mustahiqqin dipanggil satu-persatu oleh MC, keceriaan terpancar dari wajah yatim dan dluafa. Mereka suka cita menukar kupon dengan sebuah bingkisan dan uang tunai.Rasa haru bercampur bahagia karena masih ada yang memperhatikan mereka, sehingga membuat senyum mengembang di wajahnya. Sejenak mereka seolah lupa dengan situasi yang telah menimpa bangsa ini.
“Kita ingin mereka menikmati seperti keadaan normal. Jangan sampai mereka terlantar dan tidak terjamah bantuan,” lanjutnya.
Indra Hermawan selaku camat pemangku kecamatan Pragaan tersebut mengungkapkannya terhadap kondisi mereka yang saat ini dilanda paceklik ekonomi. “Semoga dengan pemberitaan dana sosial kepada fakir miskin dan anak yatim ini bisa membawa berkah dan bermanfaat bagi mereka,”
Beberapa penerima sembako dan santunan selaku mustahiqqin atau yatim merasa bahagia saat menerima bantuan. “Terima kasih atas kepedulian muspika Pragaan terhadap kami. Semoga para donatur yang sudi berinfak dan bersedekah dibalas oleh Allah SWT yang sangat berlipat ganda,” katanya. (fat)






















