RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Dijemput Paksa dan Dikeroyok, Pelajar SMA di Jember Trauma Takut Sekolah

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 02:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember, //Tintapos.com// – Seorang pelajar kelas 1 SMA berinisial F, 15 tahun, warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Jember, menjadi korban dugaan penculikan disertai pengeroyokan brutal oleh sekitar 10 orang.

Korban tidak hanya mengalami luka fisik. Tetapi juga trauma berat setelah video kekerasan terhadap dirinya disebarkan.

Ibu korban, berinisial S, mengatakan peristiwa kekerasan ini terjadi Sabtu malam, 28 Maret 2026.

Awalnya korban dijemput oleh seorang teman sekitar pukul 23.00 WIB. Penjemputan tersebut diduga dilakukan secara paksa.

Awalnya anak saya dijemput teman, tapi ternyata dibawa ke tempat lain,” ujarnya, Rabu, 01 April 2026.

Korban kemudian dibawa ke kawasan Bulakan, Desa Keting, Kecamatan Jombang. Di lokasi itu, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekitar 10 orang.

Dari jumlah tersebut, dua pelaku diketahui merupakan teman lama korban saat masih duduk di bangku SMP. Sementara delapan pelaku lainnya tidak dikenal oleh pihak keluarga.

Dalam aksi kekerasan itu, korban tidak hanya dipukul menggunakan tangan, tetapi juga ditendang bahkan diinjak. Terutama di bagian kepala dan wajah. Aksi tersebut diduga dilakukan secara bersama-sama.

Setelah dianiaya, korban ditinggalkan begitu saja di lokasi kejadian. Dalam kondisi terluka, korban harus berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer untuk pulang ke rumahnya di Desa Kencong.

Korban baru tiba di rumah sekitar pukul 03.30 WIB dalam kondisi lemah dan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.

Baca Juga:  PLH Sekda Kuansing Muradi, M.Si Resmi Tutup Pacu Jalur Rayon IV Kecamatan Gunung Toar

Banyak memar di tangan, wajah, mulut, dan kepala. Kondisinya sangat memprihatinkan saat pulang,” ungkapnya.

Selain luka fisik, korban juga mengalami tekanan psikologis yang cukup berat. Hal ini diperparah dengan beredarnya video saat kejadian, yang disebut memperlihatkan korban dalam kondisi tidak pantas.

Video tersebut diduga direkam oleh pelaku dan kemudian disebarkan, termasuk di lingkungan sekolah korban.

Akibatnya, korban merasa takut sekaligus malu untuk kembali beraktivitas seperti biasa. Sejak Senin, korban memilih tidak masuk sekolah.

Anaknya sekarang tidak mau sekolah, takut kejadian terulang dan malu karena videonya tersebar,” ungkapnya.

Dugaan sementara, insiden pengeroyokan ini dipicu oleh kesalahpahaman terkait penggunaan telepon genggam milik korban.

Ponsel tersebut sempat digunakan oleh temannya untuk mengirim pesan suara kepada pihak lain, yang kemudian memicu konflik.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek setempat. Pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan dijadwalkan akan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan lanjutan.

Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku, mengingat dampak fisik dan psikologis yang dialami korban cukup serius.

Kami sudah lapor polisi. Kami berharap kasus ini segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

(Nur/Tp)

Berita Terkait

PLH Sekda Kuansing Muradi, M.Si Resmi Tutup Pacu Jalur Rayon IV Kecamatan Gunung Toar
Kejati Sumbar Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi Dana KUR Bank Nagari Talawi ke Tahap Penyidikan
Daerah Istimewa Minangkabau: Gagasan Penguatan Adat, Budaya, dan Pembangunan Daerah
Gerakan Anti Narkotika Indonesia: GANISA Hadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Bersama BNN RI di Lido Bogor
Sejumlah Perusahaan di Kuansing Menyatakan Komitmen Dukung Pelaksanaan Festival Pacu Jalur 2026
Wujudkan Pelayanan Presisi, Astamaops Kapolri Komjen Pol M Fadli Imran Tinjauan Polda Sulut
Kajati Sumbar Terima Kunjungan Silaturahmi Rektor UNP, Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan
Tim UAR Jakarta Utara Santuni Pengungsi UNHCR Jakarta, Wujud Kepedulian Sesama
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:48

DPC BAPEKA-NTB DIDUKUNG LEMBAGA DAKWAH NURUL SIRAJ, AKAN MELAYANGKAN SOMASI KERAS KEPADA CAMAT SAPE: PASAR MALAM DIDUGA SARANG JUDI BERKEDOK PERMAINAN KETANGKASAN, DIMINTA TINDAK TEGAS DALAM 3X24 JAM

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:14

Seruduk BPKAD: LATSKAR Bongkar Manipulasi SIM-BPHTB Rp3,08 Miliar Tanpa SK Wali Kota bima.

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:44

VIRAL! BALIHO “BUKAN PROMO KONSER, CUMAN NAGIH JANJI”, DI AMA HAMI BIMA,TOLONG LUNASI UTANGMU

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:23

AKSI KEMANUSIAAN BAPEKA-NTB: TUNTUT PROSES ADIL DUGAAN KEKERASAN OKNUM KE PELAJAR

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:28

VIRAL Oknum Polisi Tampar Siswa SMP di Nggembe Bima! Warga Meledak Marah, Jalan Raya Diblokir Total

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:01

Respon Cepat Satreskrim Polres Lubuk Linggau, Pelaku Pembakaran Diamankan Hanya Hitungan Jam

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:55

KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:53

BAZNAS Kota Padang Buka Program Bantuan Penyelesaian Tugas Akhir bagi Mahasiswa

Berita Terbaru