RATUSAN PPPK TIDORE KEPULAUAN MENGAMUK, TAK JADI DIRUMAHKAN: BOLEH LANJUT BEKERJA NAMUN TUNJANGAN DIPANGKAS 30%

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE KEPULAUAN –//Tintapos.com//– Suasana memanas dan ricuh menyelimuti halaman Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Senin (6/7). Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta PPPK paruh waktu berkumpul dan meluapkan kemarahan menyusul beredarnya kabar bahwa mereka berencana dirumahkan akibat krisis keuangan daerah.

Kekhawatiran para pegawai sangat mendasar. Banyak di antara mereka yang telah menjadikan Surat Keputusan pengangkatan sebagai jaminan pinjaman bank untuk membangun rumah dan memenuhi kebutuhan keluarga. Ancaman kehilangan pekerjaan dianggap sebagai ancaman nyata bagi kelangsungan hidup rumah tangga mereka.

Keputusan Akhir: Tetap Bekerja, Namun Ada Pengorbanan

Merespons kericuhan dan aspirasi yang disampaikan, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen memberikan kepastian tegas: semua PPPK dan PPPK paruh waktu tidak akan dirumahkan, dan tetap diperbolehkan melanjutkan tugas pelayanan publik.

Baca Juga:  KUTUK KERAS DUGAAN KERJA PAKSA & PENYEKAPAN OLEH BGR LOGISTIK, SERIKAT BURUH SEJAHTERA INDONESIA NTB LAYANGKAN TUNTUTAN TEGAS

Namun, untuk menutup defisit anggaran yang menembus lebih dari Rp50 miliar, pemerintah daerah terpaksa memberlakukan pemangkasan yang menyentuh seluruh jajaran,Yaitu tunjangan kinerja PPPK dan PPPK paruh waktu dipangkas sebesar 30 persen,Tunjangan Penyesuaian Penghasilan (TPP) bagi PNS juga dikurangi sebesar 30 persen.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah agar tidak ada yang kehilangan mata pencaharian, namun tetap mampu menyeimbangkan pos keuangan daerah yang sedang tertekan. Saat ini Pemkot juga sedang melakukan pendataan ulang seluruh pegawai sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, sebagai bahan pertimbangan kebijakan penggajian selanjutnya.

Pemerintah berharap keputusan berat ini dapat diterima dengan lapang dada, demi menjaga keberlangsungan pelayanan publik sekaligus mempertahankan keberadaan ribuan pegawai di lingkungan Pemkot Tidore Kepulauan.

Red .

Berita Terkait

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah
Kejanggalan Proyek di Matakando: Lokasi Berubah, Lurah Tak Tahu, Kabid PUPR: “Sudah Usulan Warga”
DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG
Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik
WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN
BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK
BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT
Menuju Panggung Nasional! Darlis Lepas Kontingen SMI Sumsel ke Kejurnas dan Jambore 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:53

Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:24

SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!

Berita Terbaru