KOTA BIMA –//Tintapos.com//-MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026
Gerakan Pemuda Mahasiswa Kota Bima resmi menutup rangkaian Musyawarah Besar yang digelar Sabtu 27 September 2026, sekaligus menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2024–2026. Momen ini bukan sekadar seremonial pergantian pimpinan, melainkan titik balik yang sarat makna bagi keberlangsungan organisasi di tengah tantangan yang dihadapi selama dua tahun terakhir.
Mengusung tema Momentum Perbaikan Organisasi Terhadap Degradasi dan Akselerasi Perkembangan Organisasi, seluruh peserta yang hadir sepakat menjadikan MUBES ini sebagai cermin jujur sekaligus langkah tegas untuk memulihkan fondasi organisasi yang dinilai masih perlu diperkuat.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Ketua Umum Demisioner menyampaikan secara terbuka bahwa degradasi yang terjadi bukan sekadar soal semangat kader yang menurun, melainkan menyangkut konsistensi gerakan, keutuhan ikatan internal, serta ketepatan program dengan kebutuhan nyata pemuda dan masyarakat Kota Bima.
Masa jabatan ini telah berakhir dan kami menyadari sepenuhnya masih ada kelemahan dalam kedisiplinan, pola pembinaan kader, serta daya gerak organisasi. MUBES ini adalah tempat kita jujur memperbaiki apa yang retak, agar Geperma kembali berdiri tegak sesuai tujuan awal lahirnya — sebagai wadah pemuda yang kritis, peduli, dan membawa solusi nyata bagi lingkungan sekitar, ujarnya.
Seluruh rangkaian sidang berjalan tertib, mencakup penyampaian laporan pertanggungjawaban, pandangan umum dari peserta, pembahasan peraturan dasar organisasi hingga rekomendasi perbaikan, serta pemilihan pimpinan baru yang akan memegang tongkat kepemimpinan periode 2026–2028. Dengan berakhirnya sidang, seluruh wewenang kepengurusan lama dikembalikan sepenuhnya kepada forum musyawarah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.
Sebagai hasil utama yang disepakati bersama, kepengurusan baru mendapat mandat tegas untuk memprioritaskan tiga hal pokok: menyusun kembali sistem pembinaan kader yang terarah dan berjenjang, menegakkan kedisiplinan serta tata tertib organisasi secara menyeluruh, serta menyusun program kerja yang langsung menyentuh dan memberi manfaat bagi masyarakat Kota Bima.
Musyawarah Besar ini ditutup dengan ketukan palu sidang sebanyak tiga kali — tanda resmi berakhirnya masa bakti kepengurusan lama dan dibukanya lembaran baru bagi Geperma Kota Bima untuk tumbuh lebih kuat, lebih terarah, dan lebih bermanfaat ke depannya.
Red.



















