Soroti Kemacetan Pelabuhan Ketapang, Ketua DPRD Banyuwangi Minta Tambah Dermaga Baru

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 00:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, //Tintapos.com// – Momen puncak arus balik Lebaran 2026 telah berakhir, namun kemacetan parah yang melumpuhkan akses Banyuwangi-Situbondo, terutama jalur menuju Pelabuhan Ketapang belum terurai dengan baik.

Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mengatakan situasi ini sebagai bukti nyata kegagalan pemerintah pusat mengelola manajemen logistik nasional dan menyiapkan infrastruktur penyeberangan yang cukup.

Kemacetan yang mengular hingga belasan kilometer ini tidak hanya menghentikan roda transportasi, tetapi juga mulai mencekik sektor pangan dan ekonomi rakyat di wilayah Jawa, Bali, hingga NTB. Keterlambatan distribusi logistik membuat masyarakat kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, kemacetan ini sering terjadi dan lambat laun bisa bertransformasi menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan yang berdampak pada perekonomian negara. Ia juga mengungkapkan, masyarakat mengalami kerugian, baik materiil dan inmateril, yang sangat besar.

Ini bukan sekadar masalah lalu lintas transportasi. Ini adalah bentuk pengabaian terhadap hak-hak rakyat,” ujar Made, ke media,Jumat (3/4/2026).

Made juga memaparkan dampak sistemik yang terjadi di lapangan. Saat ini masyarakat menanggung kerugian terutama komoditi maupun produk yang diangkut kendaraan-kendaraan yang antre.

Sayur dan buah dari Jawa Timur dibawa ke Bali atau Lombok bisa membusuk di atas truk, atau hewan ternak juga bisa mati akibat antrean yang lama sehingga konsumsi BBM bertambah.

Bukan hanya komoditi yang rusak akibat dari antrean panjang ini. Para sopir juga bisa stres berat dan sakit kerena kelelahan,” jelasnya.

Kondisi kemacetan panjang ini juga menjadi pemicu kenaikan harga-harga bahan pokok sehingga berdampak pada inflasi daerah yang mengakibatkan lonjakan harga barang. Karena itu, Made mendorong penambahanan dermaga.

Baca Juga:  143 Truk Dikandangkan di Jalur Mudik Sumatera, Polda Sumsel Petakan 17 Wilayah Rawan

Kapal sudah banyak, tapi tempat sandarnya kurang, dan sistem tiba-bongkar-berangkat dan penambahan kapal besar yang dilakukan pemerintah hanyalah bersifat sementara atau sebagai obat pereda sebentar saja dan tidak bisa menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya,” terangnya.

Made juga mengungkapkan, beradasarkan data di lapangan, banyak kapal yang justru menganggur tidak bisa beroprasi. Banyak kapal antre sandar dengan waktu yang cukup lama.

Ia menegaskan, bottleneck atau leher botol persoalan ini terletak pada minimnya jumlah dermaga, bukan jumlah kapal.

“Pemerintah harus lebih serius. Mau ditambah sebanyak apapun kapal, kalau tidak ada tempat sandarnya bakal percuma. Kemacetan ini sudah menjadi ritual tahunan yang menyiksa rakyat, khususnya Banyuwangi,” terangnya.

“Banyaknya kapal menunggu sandar juga bisa berpotensi adanya kecelakaan kapal di laut. Pemerintah harus hadir mencegah kecelakaan kapal lagi terjadi di Selat Bali dengan menyiapkan segala infrastrukturnya. Jangan sampai nanti tol jadi malah akan lebih parah jika pemerintah tidak bersiap mulai sekarang,” lanjutnya.

Made mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan dermaga baru guna mengimbangi lonjakan volume kendaraan.

Jalur Ketapang-Gilimanuk ini adalah urat nadi ekonomi. Jika tersumbat, ekonomi rakyat mati. Saya minta pemerintah segera hadir dengan solusi nyata. Bukan sekadar datang untuk meninjau lalu pulang tanpa hasil,” tandasnya.

(Tim)

Berita Terkait

Polres Kuansing Musnahkan 161,51 Gram Sabu, Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika
Perkuat Kepedulian Sosial, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Pimpin Giat Jumat Berkah bagi Lansia di Desa Petapahan
Polsek Singingi Tertibkan Dua Rakit PETI di Desa Sungai Bawang
Jum’at Berkah, Wujud Kepedulian Sosial, PPWI Riau Bersama Polsek Cerenti Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga
Polsek Singingi Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Muara Lembu, Pria Ditangkap Bersama Lima Paket
Polsek Kuantan Tengah Tindak 5 Unit Mesin Robin Diduga Digunakan Untuk Aktivitas PETI Ilegal di Pintu Gobang Kari
Polres Kuansing Tindak PETI di Dua Lokasi, 5 Mesin Robin Dimusnahkan dan 2 Unit Diamankan
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Dua Mesin PETI di Desa Pantai
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:07

Perkuat Kepedulian Sosial, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Pimpin Giat Jumat Berkah bagi Lansia di Desa Petapahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:11

Jum’at Berkah, Wujud Kepedulian Sosial, PPWI Riau Bersama Polsek Cerenti Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:35

SIARAN PERS  BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Kamis, 24 September 2026 - 01:08

Polsek Sekayu Bantu Kebutuhan Air Bersih Warga Lumpatan II Muba

Senin, 21 September 2026 - 18:13

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Sungai Pinang, Api Masih Sisakan Asap

Kamis, 10 September 2026 - 11:44

Karhutla Banyuasin Capai 26,5 Hektare, Polda Sumsel Fokus Padamkan dan Dinginkan Area Terdampak

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Berita Terbaru