RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Tanggul Kali Kuto Kritis, Warga Tegalrejo Swadaya – Jangan Ada Lempar Tanggung Jawab

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 04:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL //TintaPis.Com// – Kerusakan tanggul di Sungai Kali Kuto, Dusun Tegalrejo, Desa Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kian mengkhawatirkan. Abrasi yang terus menggerus bibir sungai membuat warga dihantui ancaman banjir, terutama di tengah cuaca ekstrem yang belakangan terjadi.

Secara kewenangan, penanganan tanggul sungai menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun kondisi darurat di lapangan memunculkan pertanyaan besar: apakah Pemerintah Kabupaten Kendal cukup hanya menyampaikan laporan tanpa langkah nyata yang lebih progresif?

Karena tak kunjung ada perbaikan permanen, warga Dusun Tegalrejo terpaksa bergerak sendiri. Dengan swadaya, mereka menggalang iuran untuk membuat penahan darurat dari trucuk bambu. Upaya itu dilakukan demi mencegah tanggul jebol yang bisa mengancam permukiman. Sayangnya, keterbatasan dana membuat perbaikan hanya bersifat sementara. Warga masih membutuhkan bantuan karung berisi tanah dan material penunjang lainnya.

Sorotan publik menguat setelah muncul percakapan di Instagram antara akun resmi Bupati Kendal @mbaktikakendal dan akun warga @tegalrejodusunkami pada Minggu (22/2/2026). Saat ditanya “Tanggul Kritis di Dusun Kami Ibu Bupati?”, akun Bupati menjawab bahwa persoalan tersebut sudah disampaikan ke provinsi karena menjadi kewenangan Pemprov.

Jawaban itu dinilai belum menjawab kegelisahan warga.

Rizal, Pengurus Persatuan Pemuda Tegalrejo Rowosari (PEPETEROS), menegaskan masyarakat tidak membutuhkan jawaban normatif soal kewenangan.

“Masyarakat tidak butuh saling lempar tanggung jawab. Yang dibutuhkan solusi nyata dan langkah cepat. Jika keselamatan warga terancam, seharusnya ada koordinasi aktif, komunikasi terbuka, dan dorongan kuat dari pemerintah kabupaten kepada pemerintah provinsi agar penanganan segera dilakukan,” tegasnya.

Baca Juga:  Diduga ada Setoran 1 Juta Rupiah Per Unit Dompeng, Aktivitas PETI di Kebun Karet Pemda Kembali Berulah, APH dan Pemda Masih Kecolongan

Menurut Rizal, tanggul bukan sekadar infrastruktur, melainkan benteng keselamatan warga. Pemerintah, kata dia, harus hadir sebelum bencana terjadi, bukan setelah korban berjatuhan.

Kekecewaan serupa juga disampaikan Kepala Desa Rowosari, Luqman Zakaria, S.Sos., S.H., NL.P. Ia mengungkapkan bahwa sejak 2023 lokasi tersebut telah disurvei lebih dari lima kali oleh Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah. Namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan permanen.

“Sudah mungkin lebih dari lima kali survei sejak 2023. Warga juga sudah berupaya swadaya semaksimal mungkin. Informasi terakhir, Kali Kuto bukan prioritas perbaikan. Mungkin kalau sudah jebol dan terjadi banjir bandang baru jadi prioritas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memantik pertanyaan serius mengenai pola penanganan potensi bencana. Jika survei telah dilakukan berulang kali, mengapa belum ada tindak lanjut konkret? Apa dasar penentuan skala prioritas? Apakah faktor anggaran, administrasi, atau penilaian risiko yang menjadi penghambat?

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah terkait parameter penetapan prioritas perbaikan tanggul Kali Kuto.

Di tengah ketidakpastian itu, warga Dusun Tegalrejo hanya bisa berharap pemerintah tidak menunggu tanggul benar-benar jebol untuk bergerak. Karena ketika air meluap dan rumah terendam, penyesalan tak lagi berarti.* (Rizal Firm/Tintapos.com)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru