Tidak Perikemanusiaan PT.Citra Nusa Persada, Lagi-Lagi Upah Buruh Dan Ongkos Truk Tak Dibayarkan – Alasan Anggaran Belum Cair

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 08:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bima, NTB //TintaPos.Com// – Senin (09/03/2026) – Puluhan pekerja dan pemilik mobil truk melakukan penyegelan kantor cabang PT. Citra Nusa Persada di Kota Bima karena upah dan ongkos pengangkutan belum dibayarkan. Perusahaan menyatakan alasan bahwa anggaran belum cair, namun hal ini dianggap tidak dapat diterima oleh pihak terdampak. Tindakan penyegelan diawasi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan awak media, dengan kasus serupa yang diperkirakan terjadi pada pihak lain.

Tagihan Total Lebih dari Rp25 Juta – Pembayaran Tahun 2026 Sudah Cair

Ibu Fitri, salah satu pemilik truk, menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima pembayaran ongkos pengangkutan sebanyak Rp8.000.000. Biaya tersebut berasal dari penggunaan truk selama 16 hari pada bulan Desember 2025 dengan tarif Rp500 ribu per hari. “Laporan pembayaran sudah diajukan sejak Desember lalu, namun hingga kini belum diterima dengan alasan anggaran belum cair. Anehnya, ongkos untuk periode tahun 2026 justru sudah dibayarkan,” ujarnya saat diwawancarai.

Begitu juga dengan Julkarnain, pekerja cor bahu jalan, yang mengaku memiliki tagihan upah sebesar Rp17.000.000 yang belum dibayarkan perusahaan dengan alasan yang sama. Menurut para pekerja dan pemilik truk, penyegelan bukan dilakukan untuk merusak fasilitas kantor, melainkan sebagai langkah akhir akibat kekecewaan terhadap kelalaian perusahaan yang dinilai tidak perikemanusiaan.

Mandor Menyatakan Siap Bertanggung Jawab

Ihsan, yang bertindak sebagai mandor dan penanggung jawab pekerja, memberikan pernyataan sikap terkait penyegelan.

Baca Juga:  AstraPay Digital Ecosistem: Mempercepat Literasi Finansial, Memberdayakan Ekonomi

“Saya akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi akibat penyegelan ini, karena kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan pembayaran namun tidak berhasil,” ujarnya. Setelah itu, kantor perusahaan ditutup dan digembok secara resmi.

LSM Akan Laporkan Siapapun yang Membuka Penyegelan

Perwakilan LSM yang mengawal tindakan tersebut menegaskan: “Siapapun yang berani membuka penyegelan ini akan kami laporkan ke pihak berwenang. Kami yakin oknum yang melakukannya adalah pihak yang mendapatkan bayaran dari perusahaan untuk mengganggu proses penegakan hak ini.”

Selain itu, perwakilan dari lembaga yang menjadi sorotan kontroversial juga mengeluarkan pernyataan tegas. “Kami meminta agar Dinas Tenaga Kerja Kota Bima segera mengevaluasi persoalan ini. Selama ini kami menanggapi bahwa dinas terkait seolah-olah hanya dinas yang didirikan oleh pemerintah secara simbolis, namun tidak ada fungsi sama sekali dalam melindungi hak pekerja dan mitra usaha,” ucap perwakilannya.

Meminta Pemerintah Kabupaten Bima Berlakukan Blacklist

“Saya mendapatkan laporan masyarakat atas tindakan tidak perikemanusiaan perusahaan ini sudah seringkali, bahkan bulan Februari saya bersama buruh juga menuntut hak tersebut, namun sudah diselesaikan. Kami tegaskan kepada pemerintah kabupaten Bima, agar segera melakukan blacklist (Daftar Hitam) terhadap perusahaan PT.Citra Nusa Persada. Jangan sampai kami akan bongkar semuanya untuk mendapatkan hak yang seharusnya kami terima,” tegas Aris.

Berita Terkait

Layanan Kepolisian 110, Polsek Kuantan Hilir Tindak Lanjuti Laporan PETI di Pulau Beralo
Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan
GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR
REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Berita ini 190 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:30

Layanan Kepolisian 110, Polsek Kuantan Hilir Tindak Lanjuti Laporan PETI di Pulau Beralo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:01

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:59

REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57

Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:35

Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:46

Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:47

Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:05

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Berita Terbaru