KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Penyuluh Pertanian Jember,Ajarkan Petani lewat Cita Rasa Kopi

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TintaPos Jember //TintaPos.Com//-Uap tipis perlahan naik dari tetesan logam yang menggantung di atas gelas kaca bening. Tetes demi tetes cairan hitam pekat jatuh perlahan, hampir seperti sirup, memenuhi ruangan dengan aroma tajam yang langsung menusuk indera penciuman.

Sebagai penyuluh pertanian di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember tidak sekedar mampu memberikan edukasi ke petani saja.

Namun sekaligus mampu memproses hasil tanaman kopi menjadi kopi yang siap minum. Inilah yang dilakukan Rahnanto, agar petani bisa memberikan cerita cita rasa kopi kepada pembeli.

Rahnanto, penyuluh pertanian dan perkebunan DTPHP Jember, berdiri tenang di samping meja seduh, mengamati aliran kopi yang menetes dengan sabar sebuah proses yang bukan sekadar menyeduh minuman, melainkan upaya membaca karakter tersembunyi dari setiap biji kopi Jember. Di Jember, kopi justru sedang dibedah layaknya objek penelitian.

Para penyuluh di DTPHP mencoba menghadirkan pendekatan berbeda, membaca kopi sebagai identitas daerah melalui metode seduhan eksperimental.

Setiap gram bubuk kopi ditimbang presisi, suhu udara diperhatikan, dan waktu tetesan dicatat. Bagi penyuluh, secangkir kopi bukan sekadar minuman, tetapi alat memahami kualitas hasil panen petani.

Rahnanto, mengatakan pendekatan tersebut lahir dari kebutuhan mengenali karakter kopi lokal secara lebih akurat. Selama ini, banyak kopi yang dinilai hanya dari rasa akhir di cangkir, padahal proses ekstraksi sangat mempengaruhi persepsi penikmat.

Baca Juga:  Warga dan Tokoh Masyarakat Benai Bantah Tudingan Terhadap Kades FS Terkait Aktivitas Emas Ilegal

“Kami ingin melihat rasa asli tanpa banyak gangguan teknik seduh,” ujarnya.

Metode yang dikembangkan tim penyuluh menempatkan kopi sebagai bahan evaluasi, seduhan dibuat sangat pekat agar seluruh unsur rasa muncul lebih dominan.

Dari situ, penyuluh dapat membaca kualitas biji, tingkat kematangan panen, hingga konsistensi proses pascapanen yang dilakukan petani.

Pendekatan ini sekaligus membuka fakta bahwa kopi Jember memiliki spektrum rasa yang luas. Arabika dari dataran tinggi menampilkan karakter asam segar, sementara Robusta menghadirkan body kuat dengan pahit yang lebih tegas.

Dengan tingkat pemanggangan yang lebih terkontrol, aroma asli biji kopi tidak tertutup rasa gosong, sehingga setiap varietas dapat berbicara melalui aromanya sendiri.

Menurut Rahnanto, metode tersebut membantu menjembatani komunikasi antara petani dan pasar. Ketika karakter rasa kopi dapat dijelaskan secara jelas, peluang pemasaran menjadi lebih besar.

“Pembeli sekarang mencari cerita dan identitas rasa. Itu yang sedang kami bangun dari kopi Jember,” tutupnya.

Bahkan varietas lokal hasil persilangan memunculkan profil rasa unik yang sebelumnya jarang teridentifikasi.

Tak hanya teknik seduh, proses pemanggangan juga menjadi perhatian utama. Tim penyuluh memilih profil sangrai yang menjaga unsur alami kopi tetap bertahan. (DO’A)

Berita Terkait

Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara Operasional 8 Satuan Pelayanan Gizi di Buol
Cabai Rawit di Buol Naik Signifikan, Kepala UPT Pasar Ungkap Penyebabnya
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Karung di Tolitoli, Biaya Produksi Petani Naik Drastis
Mengukur Kekuatan Ma’mulah Harun, Calon Ketua DPC PKB Banyuwangi 2026–2031
Gerak Cepat Polisi, Pelaku Penikaman di Girian Permai Bitung Berhasil Diamankan
Bagaimana Jember Mengerek Investasi Rp 2,57 Triliun?
Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras, Ratusan Butir Trihexyphenidyl Diamankan
Semarak CFD, RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Ajak Masyarakat Waspada TBC di Hari TB Sedunia
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 05:42

Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara Operasional 8 Satuan Pelayanan Gizi di Buol

Senin, 6 April 2026 - 05:41

Cabai Rawit di Buol Naik Signifikan, Kepala UPT Pasar Ungkap Penyebabnya

Senin, 6 April 2026 - 05:39

Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Karung di Tolitoli, Biaya Produksi Petani Naik Drastis

Senin, 6 April 2026 - 05:37

Mengukur Kekuatan Ma’mulah Harun, Calon Ketua DPC PKB Banyuwangi 2026–2031

Senin, 6 April 2026 - 02:00

Bagaimana Jember Mengerek Investasi Rp 2,57 Triliun?

Senin, 6 April 2026 - 01:47

Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras, Ratusan Butir Trihexyphenidyl Diamankan

Senin, 6 April 2026 - 01:43

Semarak CFD, RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Ajak Masyarakat Waspada TBC di Hari TB Sedunia

Senin, 6 April 2026 - 01:09

Rp50 Miliar untuk Jalan Bondowoso, Cukupkah?

Berita Terbaru