RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Densus 88 AT Polri Bekali 775 Siswa SMA di Palembang Cegah Paham IRET di Era Digital

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG-//TintaPos.Com//– Satgaswil Pencegahan Sumatera Selatan Densus 88 AT Polri menggelar rangkaian kegiatan wawasan kebangsaan dan pencegahan Ideologi Radikal Ekstremisme dan Terorisme (IRET) di SMA Maitreyawira dan SMA Negeri Sumatera Selatan, Jumat (17/7/2026). Sebanyak 775 siswa, guru, dan staf mengikuti kegiatan ini sebagai upaya membentengi generasi muda dari ancaman paham radikal di era digital.

Kegiatan pertama dilaksanakan di SMA Maitreyawira Palembang pukul 08.00 – 09.45 WIB. Sebanyak 475 peserta mengikuti Pembentukan Karakter Kebangsaan melalui Latihan Teknik Dasar Baris Berbaris (LTBB) yang dipadukan dengan edukasi pencegahan IRET di lapangan sekolah.

Tim Cegah Satgaswil Sumsel yang hadir terdiri dari IPDA Fachrurozi, S.H., Brigadir Putra Yesa, S.H., M.H., Brigadir Wahyu Ansori, S.H., M.H., dan Briptu Achmad Nur Rohman, S.H. Materi utama disampaikan oleh Brigadir Putra Yesa, S.H., M.H.

Dalam pemaparannya, tim menekankan dasar hukum pencegahan oleh Densus 88 AT Polri, penegasan 4 konsensus dasar negara, serta pentingnya penguatan nilai Pancasila dan toleransi antarumat beragama. Fokus utama diarahkan pada perkembangan modus baru penyebaran paham IRET yang kini banyak terjadi melalui media sosial dan game online.

“Radikalisme bisa ada di semua agama. Sasaran utamanya adalah generasi muda. Karena itu kewaspadaan orang tua dalam mengawasi aktivitas dunia maya anak menjadi sangat penting,” jelas tim.

Peserta juga dibekali pengetahuan untuk mengenali ciri website dan akun yang menyebarkan paham radikal, memahami alur perekrutan, serta cluster ekstremisme berbasis kekerasan seperti RMVE, IMVE, dan NVE. Contoh perilaku intoleransi di lingkungan sekolah turut dibahas agar siswa lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh propaganda.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan LTBB sebagai sarana menumbuhkan disiplin, kekompakan, dan semangat kebangsaan. Hadir Wakil Kepala Sekolah, Dewan Guru, BK, dan seluruh staf SMA Maitreyawira.

Baca Juga:  Polsek Kampar Kiri Terima Pemberitahuan Aksi, 214 Kebun Penyangga PT YBS di Kawasan Hutan!

Strategi Pencegahan IRET di SMA Negeri Sumsel

Pada hari yang sama pukul 07.30 – 09.00 WIB, Satgaswil Sumsel Densus 88 melaksanakan kegiatan di SMA Negeri Sumatera Selatan. Sebanyak 300 siswa-siswi mengikuti kegiatan bertema “Strategi Pencegahan Paham IRET di Era Digital” dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Narasumber Briptu Muhammad Alfarezi, S.H. menegaskan bahwa terorisme merupakan proses yang berawal dari sikap intoleransi, berkembang menjadi radikalisme, dan berpotensi mengarah pada tindakan teror.

“Terorisme tidak merujuk pada satu agama tertentu. Ini adalah tindakan individu atau kelompok yang menjadikan agama sebagai tameng untuk membenarkan perbuatannya,” ujarnya.

Materi mencakup pengertian IRET, klasifikasi ancaman RMVE, IMVE, dan NVE, sarana penyebaran melalui media sosial, serta tren rekrutmen kelompok teror yang menyasar anak muda. Siswa juga diajak memperkuat empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Untuk menangkal paham radikal, kita harus kuat dalam wawasan keagamaan, kebangsaan, dan berpikir kritis. Jadilah selektif dalam memilih informasi di media sosial,” pesan Briptu Alfarezi.

Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma, http://S.Pd., http://M.Si., mengapresiasi kegiatan ini. “Penguatan wawasan kebangsaan sejak dini penting agar siswa memiliki daya tangkal terhadap paham yang bertentangan dengan nilai bangsa,” katanya.

Kedua kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari siswa. Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri menegaskan komitmen untuk terus berkolaborasi dengan lembaga pendidikan di Sumsel guna mencegah penyebaran paham IRET.

(Jontp)

Berita Terkait

Membanggakan, Polwan Polres Mentawai Goes Internasional
Respon Cepat Satreskrim Polres Lubuk Linggau, Pelaku Pembakaran Diamankan Hanya Hitungan Jam
Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Densus 88 dan Polda Sumbar Dalami Motif Pelaku
Skandal Anggaran Serasuba Rp.3,34 Miliar: Temuan BPK RI Kunci pelanggaran Hukum.
Satlantas Polres Banyuasin Intensifkan Strong Point Sore dan Patroli Hunting, Arus Lalu Lintas Terpantau Lancar
Silaturahmi di Polres Bima Kota, Sinergi Perkuat Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah  
Kapolda Sumsel Sambut IMBI Sumsel dalam Audiensi Resmi, Tegaskan Polri Hadir untuk Semua Komunitas Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:53

BAZNAS Kota Padang Buka Program Bantuan Penyelesaian Tugas Akhir bagi Mahasiswa

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:38

Pengurus Pusat UAR Tegaskan Pembentukan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Kekeringan

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:23

Antisipasi Kelangkaan dan Kemacetan, Personel Polsek Deli Tua Gencarkan Monitoring serta Pengaturan Lalu Lintas di SPBU

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:06

Mimbar Hukum Indonesia Kupas Tuntas Sengketa Harta Gono-Gini Rumah KPR dalam Webinar Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:01

HUT ke-58 BPJS Kesehatan:Menjaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:05

DPRD KOTA BIMA TANGGAPI ASPIRASI FUI: DORONG REVISI PERDA KETERTIBAN UMUM SECARA MENYELURUH

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:33

PBB Gratis Ditarget Berlaku Januari 2027, Pemkab Bondowoso Verifikasi 460 Ribu Warga Desil 1

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:16

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Densus 88 dan Polda Sumbar Dalami Motif Pelaku

Berita Terbaru