RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Drainase Tanpa Pembuangan, Papan Proyek Ditutup: Proyek Pedestrian Rp3,4 Miliar di Bekasi Disorot Keras

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 15:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bekasi, //TintaPos.Com// – Lembaga Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya menyoroti proyek Penataan Pedestrian Jalan Chairil Anwar (Simpang Cut Mutia–Joyo Martono), Kota Bekasi, yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp3,46 miliar Jum’at tanggal 4 April 2026

Berdasarkan hasil penelusuran lapangan dan analisis dokumen pengadaan, NCW menemukan sejumlah indikasi serius yang mengarah pada lemahnya perencanaan, minimnya transparansi, serta dugaan ketidaktepatan sasaran pembangunan.

Temuan Investigatif
1. Drainase Diduga Tidak Memiliki Sistem Pembuangan
Tim investigasi NCW menemukan indikasi bahwa saluran drainase yang sedang dibangun tidak memiliki ujung pembuangan (outlet) yang jelas. Saluran tersebut berpotensi hanya menampung air hujan sementara dan tidak terintegrasi dengan sistem drainase yang lebih besar, meskipun lokasi proyek berada dekat dengan saluran air besar Kalimalang.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: ke mana air akan dialirkan jika tidak tersedia jalur pembuangan yang memadai?

2. Papan Proyek Ditutup, Transparansi Dipertanyakan
Dalam temuan yang disampaikan oleh Bidang Investigasi NCW DPD Bekasi Raya, Endi Arbiyanto, papan informasi proyek di lokasi pekerjaan diketahui dalam kondisi tertutup plastik sehingga informasi penting tidak dapat diakses masyarakat.

Hal ini dinilai menghambat transparansi, mengurangi fungsi kontrol sosial, serta bertentangan dengan prinsip keterbukaan dalam penggunaan anggaran negara.

3. Indikasi Lemahnya Perencanaan Teknis
NCW menilai, jika drainase tidak memiliki outlet dan tidak terhubung dengan sistem eksisting, maka pembangunan berpotensi menimbulkan genangan baru dan tidak menyelesaikan persoalan drainase secara menyeluruh. Kondisi ini mengarah pada proyek yang tidak efektif dan berisiko tidak memberikan manfaat optimal.

4.Risiko Keselamatan di Lokasi Proyek
Selain persoalan teknis, ditemukan pula potensi risiko keselamatan di lapangan, seperti saluran terbuka tanpa pengaman yang memadai. Kondisi ini dinilai berbahaya bagi pengguna jalan maupun pejalan kaki yang melintas di sekitar proyek.

Baca Juga:  Jalin Komunikasi dan Kolaborasi, Danlanud Sam Ratulangi Temui Pimpinan Provinsi Gorontalo

Analisis Proses Pengadaan
NCW juga mencermati adanya indikasi kejanggalan dalam proses tender proyek, di antaranya nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang hampir identik dengan pagu anggaran serta penurunan harga hasil negosiasi yang tidak signifikan. Pola ini dinilai berpotensi tidak mencerminkan kompetisi yang sehat dalam proses pengadaan.

Pernyataan Ketua NCW
Ketua NCW DPD Bekasi Raya, Herman Parulian Simaremare, S.Pd, menegaskan bahwa proyek ini menyimpan persoalan serius.

“Kami melihat ada persoalan dalam logika pembangunan proyek ini. Drainase yang dibangun tanpa sistem pembuangan yang jelas berpotensi tidak memiliki fungsi optimal. Ini bukan sekadar soal konstruksi, tetapi menyangkut kualitas perencanaan dan penggunaan anggaran publik.”

ia juga menyoroti aspek keterbukaan informasi:
“Fakta bahwa papan informasi proyek ditutup adalah bentuk nyata minimnya transparansi. Padahal, proyek yang dibiayai uang rakyat wajib terbuka untuk diawasi masyarakat.”

Lebih lanjut, ia mengingatkan potensi dampak terhadap keuangan daerah:
“Jika pembangunan dilakukan tanpa kebutuhan riil dan perencanaan matang, maka ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran. Setiap rupiah APBD harus dapat dipertanggungjawabkan.”

Ia pun memberi peringatan tegas:

“Kami meminta seluruh pihak tidak bermain-main dalam proyek infrastruktur. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, kami tidak akan ragu membawa persoalan ini ke ranah hukum.”

Tuntutan NCW

NCW DPD Bekasi Raya mendesak:
-Dinas terkait membuka dokumen perencanaan (DED dan kajian drainase) secara transparan
-Inspektorat Daerah melakukan audit teknis dan administratif
-Evaluasi kesesuaian antara desain dan kondisi lapangan
-Penguatan sistem transparansi proyek infrastruktur

🔍 Langkah Lanjutan
NCW menyatakan akan terus mengawal proyek ini dengan melakukan penelusuran lanjutan terhadap jalur.Sep

Berita Terkait

KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas
BAZNAS Kota Padang Buka Program Bantuan Penyelesaian Tugas Akhir bagi Mahasiswa
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat di Kelurahan Muara Lembu, diduga Milik Rauf Tak Tersentu Hukum, APH Diminta Tindak Tegas..
Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p
LPPK-NTB AKSI DI BRI CABANG BIMA: TOLAK PRAKTIK ASURANSI YANG TAK BERDASAR HUKUM DAN MERUGIKAN MASYARAKAT ,HANYA MENGUNTUNGKAN BANK
Pengurus Pusat UAR Tegaskan Pembentukan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Kekeringan
Direktur Adomart Yudi Siswanto Resmikan Cabang Ketiga di Jati, Perluas Layanan untuk Masyarakat Kota Padang
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:53

BAZNAS Kota Padang Buka Program Bantuan Penyelesaian Tugas Akhir bagi Mahasiswa

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:03

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat di Kelurahan Muara Lembu, diduga Milik Rauf Tak Tersentu Hukum, APH Diminta Tindak Tegas..

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:40

Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:43

LPPK-NTB AKSI DI BRI CABANG BIMA: TOLAK PRAKTIK ASURANSI YANG TAK BERDASAR HUKUM DAN MERUGIKAN MASYARAKAT ,HANYA MENGUNTUNGKAN BANK

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:38

Pengurus Pusat UAR Tegaskan Pembentukan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Kekeringan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:18

Direktur Adomart Yudi Siswanto Resmikan Cabang Ketiga di Jati, Perluas Layanan untuk Masyarakat Kota Padang

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:17

Residivis Curanmor Ditangkap, Polda Sumsel Bongkar Penipuan Digital Berkedok Bhayangkara Run 2026

Berita Terbaru